Mana nih Vote nyaa??
_____________________________________________
Baru saja Mega masuk kedalam rumah nya sudah di liatin oleh beberapa anak Bachelor's terutama Bagas. Mega menutup kembali pintu nya. Dan mulai berjalan.
"Bagus baru pulang" omel Bagas yang menatap Mega.
"Biasa gue nongkrong dulu sama sahabat sahabat gue" jawab Mega "Ini kenapa rumah rame banget? Emang gak ada Mamah?" lanjut Mega.
"Kagak ada, Mamah pergi ke luar kota 2 hari tadi sore berangkat" kata Bagas.
Mega memutar kedua bola mata nya "Pantesan aja" jawab Mega.
"Gas mabok lah kita" saut Alden.
"Oke nanti aja" jawab Bagas.
"Mabok terus" kata Mega yang langsung pergi meninggalkan mereka.
Mega langsung menuju kamar nya yang berada di lantai 2. Karna di lantai dasar banyak anak Bachelor's yang lain nya, gak kebayang berisik nya bagaimana apalagi mereka akan mabok. Mega langsung membersihkan badan nya.
Tengah malam pukul 01.00 pagi Mega terbangun karna ia lapar. Ia berniat untuk memasak mie instan di dapur. Pada saat Mega turun dari tangga nya Mega melihat kalau mereka belum pada tidur dan masih ada yang mabok atau pun tiduran di bawah karna Bagas sudah menggelar karpet dan memang rumah ini cukup besar.
Mega hanya menggeleng geleng kepala melihat kelakuan abang nya itu si Bagas. Mega lanjut pergi ke dapur untuk memasak mie. Ia lupa menyuruh pembantu nya buat masak tadi malam agar ketika Mega terbangun dari tidur nya ia langsung makan, tidak harus memasak Mie terlebih dulu.
Pada saat Mega sedang makan ia berharap Bagas tidak mengetahui kalau Kenzie mempunyai nomor Mega. Karna jika Bagas tau soal itu bisa marah besar ia dengan Mega.
***
Pagi hari Mega sudah terbangun dari tidur nya dan juga sudah siap untuk berangkat ke sekolah. Sebelum itu ia sarapan roti terlebih dahulu yang sudah di siapkan oleh pembantu nya. Mega melihat mereka masih tertidur pulas. Sangat ramai sekali ada yang ngorok atau pun ngiler hehe.
"Bi mereka pada tidur jam berapa?" tanya Mega kepada pembantu nya yang sedang masak untuk Bagas dan teman teman nya yang banyak itu.
"Waktu bibi bangun jam 3 pagi mereka juga belum pada tidur Non Masih mabok mabok gitu. Mungkin waktu subuh tidur nya" jelas Bibi.
Mega hanya berucap 'oh'.
Setelah beberapa menit akhirnya Mega berangkat ke sekolah dengan motor nya. Mega juga sudah menyuruh Bibi nya untuk menaruh beberapa roti di tempat makan untuk ketiga sahabat nya itu.
Setelah 20 menit kemudian akhirnya Mega sampai di sekolah. Mega langsung pergi ke kelas nya karna hari ini ia memakai pakaian bengkel jadi tidak perlu mengganti nya dengan seragam. Sewaktu Mega berjalan menuju kelas nya ia selalu di liatin oleh beberapa siswa atau pun siswi sambil berbisik bisik. Mega pun heran, langsung saja ia melanjutkan perjalanan nya menuju kelas.
Baru saja ia sampai di kelas ia sudah di suruh duduk oleh ketiga sahabat nya itu. Mega pun heran dengan ketiga sahabat nya.
"Ada apaan sih?" tanya Mega heran.
"Lo harus liat Meg" kata Gibran yang langsung mengambil handphone nya dari kantong seragam nya.
"Bawa roti pesenan kita Meg?" tanya Juna.
"Bawa tuh di tas ambil aja" jawab Mega yang masih menunggu Gibran.
"Beneran di bawain ternyata" kata Rayka yang tertawa.
KAMU SEDANG MEMBACA
Girlfriend In Enemy [✓]
Teen Fiction[FOLLOW SEBELUM MEMBACA, SEBAGAI TANDA MENGHARGAI] Kenzie Valerian ketua dari Trouble Makers. Mempunyai sifat yang emosional, cuek, pemabuk, dan bahkan tidak suka dengan orang yang menganggap diri nya rendah. Bagas Maheswara ketua dari Bachelor's. M...
![Girlfriend In Enemy [✓]](https://img.wattpad.com/cover/230004404-64-k919097.jpg)