Twenty six

72 20 11
                                    

Seorang gadis tengah duduk di meja makan bersama seorang pria. Pria dengan jas yang selalu terlihat sama. Ya, jas hitam lengkap dengan kaca matanya.

Seungjoo terlihat cukup akrab dengan gadis itu.

Tap tap tap!

"Selamat datang, Tuan muda." Seungjoo bangkit dari tempat duduknya seraya menyambut lelaki tampan itu tiba.

"Boleh duduk sebentar, tuan?" tanya Seungjoo.

"Sebenarnya saya cukup lelah Paman Joo," ucap Rey seolah menolak.

Gadis itu pun berjalan ke arah Rey.
"Tidak perlu Paman," ucapnya sambil menarik sedikit sudut bibirnya. Ia menoleh ke arah Rey dan membungkuk sambil berkata,
"Senang bertemu denganmu. Aku Ahn Jehyi."

Ahn Jehyi adalah putri tunggal dari sahabat ayah Rey. Sejak kedua orangtua Jehyi meninggal, ayah Rey membiayai Semua kebutuhan hidup Jehyi.

"Jadi, dia angkat ayah?" tanya Rey sambil menatap Seungjoo

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Jadi, dia angkat ayah?" tanya Rey sambil menatap Seungjoo.

"Benar sekali, tuan."

Rey membelai rambut Jehyi dengan senyuman bangga terlukis di wajahnya.

"Terima kasih sudah merawat ayah selama aku tidak ada," ucap Rey.

"Itu tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan hal-hal yang ayah berikan selama ini," balas Jehyi.

Meskipun demikian, Jehyi tetap 'tak ingin tinggal bersama mereka di rumah mewah itu. Ia lebih memilih tinggal di apartemen seorang diri. Namun Seungjoo selalu berusaha untuk mengawasinya setiap kali ia pergi.

Rey menawarkan Jehyi untuk diantaranya kembali ke apartemen. Gadis itu pun mengernyitkan keningnya.

"Mengusir? Kita baru saja ketemu," ucapnya kesal.

"Bukan begitu, aku hanya ingin melihat tempat tinggalmu seperti apa. Jika ayah masih ada, pasti beliau menyuruhku untuk menemani kamu juga," jelasnya.

Jehyi hanya berdengus lalu beranjak ke luar ruangan itu. Nampaknya ia masih kesal dan ingin pergi seperti anak kecil yang baru saja bertengkar.

"Hei, aku minta maaf." Rey membuntutinya.

Mendengar hentakan sepatu yang berbeda dari yang biasanya, Jehyi pun menghentikan langkahnya. Ia sadar bahwa Rey pincang dan akan sangat kelelahan jika harus mengejarnya. Ia tertunduk sambil memejamkan mata.

"Jangan menangis," batinnya.

Dengan sedikit terengah-engah Rey menghampiri Jehyi dan meminta maaf atas perkataannya yang mungkin menyigung gadis itu. Jehyi mengangkat wajahnya lalu berkata,
"Aku yang minta maaf." Air matanya pun menetes seketika.

Melihat hal itu, Rey pun terkejut. Dengan gerakan cepat Seungjoo memberikan sapu tangannya kepada Jehyi.

"Kak," sahut Jehyi.
"Iya? Ada apa, aku minta maaf," ucap Rey yang masih terlihat bingung. Ia berpikir bahwa gadis itu menangis karena ucapannya.

I'm sorry [Complete ✓️]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang