Insecure

17 3 2
                                        

Pelajaran matematika sudah berakhir dan sebagian murid-murid sudah keluar kelas untuk istirahat namun Resta merasa malas dan memilih merebahkan kepalanya di meja.

"Apa lo baik-baik aja?" tanya Natly.

"Ya, Cuma ngantuk." Jawabnya pelan.

"Ayoklah ke kantin dulu kita makan gue laper nih." ajak Natly sambil menarik tangan Resta.

"Sama hulk aja sana." Katanya namun Natly tetap duduk di tempatnya.

"Nat, gue malu kalau ketemu kak Rivan. Gue yang kaya gini, bener sih kata Halim wajar aja kak Rivan nggak pernah lihat gue kalau di banding orang lain gue nggak ada apa-apanya."

"Kok lo jadi insecure gini sih. Denger ya Res, Kak Rivan dia baik kok sama lo dia juga care. Tapi kalau masalah perasaan dia gimana gue nggak tahu dan kalau kak Rivan nggak ada perasaan sama lo bukan karena gimana lo Res, itu karena perasaan nggak bisa di atur harus memilih dan jatuh ke siapa." Kata Natly.

"Daripada lo merasa nggak PD gitu yang ada orang yang ngomong gitu dia bakalan merasa menang karena lo kemakan omongannya. Lo nggak mau kalah dari Halim kan?" kata Natly tegas dan Resta menatap Natly ia merasa tak mau kalah dari orang seperti Halim dalam bentuk apapun itu.

"Jadi gimana? Kantin yuk?" ajak Natly lagi.

"Males ah gue ngantuk." Katanya namun Natly menarik paksa tangan Resta. Akhirnya mereka pergi ke kantin bersama.

***

Rendy sedang sibuk melihat pertandingan voli turnamen nasional tahun lalu me;a;ui vidio yutube, Yuda sedang asyik main game di handphone miliknya, Yoga tak ketinggalan ia menonton anime yang sempat tak ia tonton kemarin. Hadi dan Nizar hanya mengaduk-aduk makananya. Di meja kantin yang ramai itu makanan di atas meja hanya seperti hiasan saja. kapten yang datang bersama Rivan dan Bayu menggebrak meja membuat semuanya terkejut.

"Hapeee terooosss....makan buruan gantian yang lain." Katanya tapi mereka tak menggubris dan masih asyik sendiri.

"Tanggung nih bentar lagi gue naik level." Kata Yuda masih fokus pada game nya.

"Zulfi spike nya keren banget." Ucap Rendy hanya melihat layar. Kesal tak di anggap Mahfud hanya duduk saja diikuti Rivan dan Bayu.

"Hei, Res, Nat Sini gabung masih ada yang kosong." Kata Rivan melihat Resta dan Natly seolah berjalan melengos begitu saja. Beberapa orang disana melihat kearah mereka berdua. Mereka berjalan menghampiri dengan perasaan tak enak dan enggan.

"Sini duduk, kalian mau apa gue pesenin mumpung gue belum pesen nih." Kata Rivan ramah.

"Hem, Gue pesen sendiri aja kak." Resta terlihat menolak tak seperti biasanya. Rivan merasa ada yang aneh ia menatap Nizar dan Hadi saat Resta pergi memesan makanan. Namun tak ada jawaban.

"Resta kenapa Nat?" tanya Yoga.

"Hem, lagi nggak fit aja dia." jawab Natly sekenanya.

"Gue pikir bukan deh, soalnya dia kemarin di gedung juga sempat ribut sama Halim, sampe Hadi juga mau berantem sama Halim." Yoga masih penasaran. Natly hanya menatap Hadi penuh tanya, dan Hadi menggeleng seolah tak mau menjawab sekarang.

"Eh, lo nonton apa tuh seru banget kayaknya." Kata Natly mengalihkan.

"Oh ini anime yang sempet gue mau bahas sama lo di chat kemarin." Dan Yoga segera mendekat ke arah Natly menyodorkan handphonenya. Hadi yang berada di tengah mereka berdua segera menengahi.

"Awas gue mau makan, lo makan juga tuh dari tadi di anggurin aja." katanya membuat Yoga sedikit kesal.

"Makan dulu lah, nanti kita bahas lagi." Kata Natly tentu ucapan sederhana itu membuat Yoga senang. Resta kembali dengan dua makanan di tangannya satu miliknya dan satu lagi milik Natly.

"Lo sakit Res?" tanya Rivan yang duduk di depannya dengan tangan memegang kening Resta sontak jantungnya berdegup cukup kencang dan wajahnya memerah.

"Hah, nggak kok Cuma capek aja." katanya mundur perlahan. Dan Rivan hanya mengangguk. "Kalian sudah tahu kalau sebentar lagi ujian semester." Kata Kapten dan semua mengangguk. "jadi nilai kalian harus bagus untuk ujian semester kali ini karena kalau kalian nilainya jelek kalian nggak akan ikut turnamen nasional. Itu peraturan yang dibuat pak Samsul." Semua menjadi resah takut nilai mereka jelek dan tak bisa ikut turnamen nasional.

"Kenapa pak Samsul membuat peraturan kaya gitu ya?" tanya Resta.

"Gue juga penasaran di balik ini semua pasti ada sesuatu." Kata Bayu serius membuat yang lainnya menatapnya. Dan Resta mengingat tentang Pak Wakil Kepala Sekolah yang tak menyukai pak samsul maupun tim voli bangkit.

"Ya sudah pokoknya kita belajar aja giat supaya bisa ikut bertanding." Kata Kapten lalu berdiri mereka pamit ke kelas terlebih dahulu setelah menghabiskan makanannya.

"Res, istirahat cukup jangan lupa minum obat." Kata Rivan dan Resta hanya tersenyum kaku. Dan menghela nafas setelah Rivan pergi. Nizar tertawa akan hal itu.

"Ngapain lo ketawa?" kata Resta ketus.

"Manusia memang selalu pakai topeng ya." Katanya lalu ketawa lagi, Resta menatapnya sebal. "Nih." Nizar menyodorkan coklat peda Resta dan di sambut dengan tatapan bingung.

"Makasih udah yakinin ayah supaya gue bisa main lagi dan biar lo nggak makan cup mie mulu."

"ish,,, cup mie di bawa-bawa. Sebenarnya yang bikin ayah lo yakin bukan gue tapi usaha lo sendiri dan gue Cuma nunjukin gimana lo usaha buat raih itu." Nizar tersenyum menatap Resta.

"Tapi gue heran deh, kok lo bisa ngenalin bokapnya Nizar sih. Emang lo udah pernah ketemu dia?" tanya Natly penasaran dan sebenarnya Nizar juga ingin menanyakan hal yang sama namun malu.

"Pinjem HP lo." Kata Resta dan Nizar memberikannya dengan santai, "Nih, dari sini." Jawab Resta menunjukkan wallpaper Handphone milik Nizar yang terdapat foto kedua orangtuanya bersama dirinya. Mengetahui hal itu ia segera merebutnya karena malu.

"Ngapa malu, kan itu lo nunjukin kalau lo sayang sama mereka." kata Resta. Entah mengapa Yuda mulai jengah dan segera berdiri, mengambil coklat yang ada di atas meja.

"Buat gue aja lah ini." Katanya sambil pergi.

"Heh...!!" teriak Nizar sambil bersiap menghampiri Yuda namun ditahan oleh Resta.

"Udah biarin, gue mau minta yang lain aja sama lo" kata Resta membuat Nizar bertanya dengan tatapanya. Resta mendekat kearah Nizar membuat Nizar mundur sedikit.

"Sinian, ngapa mundur sih, gue bisikin" mendengar itu Nizar hanya diam di tempat dan Resta mulai berbisik. Yuda semakin sebal melihat pemandangan itu dari jauh. Sementara itu Nizar terkejut dan menolak permintaan Resta, namun Resta bersikeras memintanya.

***
Pict by: pinterest

Let's Go Do It!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang