|| HP 11

485 145 160
                                        

•HAPPY READING•

Pangeran langsung pulang kerumah setelah mengantarkan adik kelasnya itu. Sebelum turun dari motor ia sempat mengingat obrolannya dengan Putri tadi. Ntah kenapa dia tiba-tiba tersenyum.

"Tunggu."

"Kenapa?" Putri yang hendak membuka gerbang itu mengurungkan niat dan memutar tubuhnya kembali menatap Pangeran.

"Jaket gue, balikin."

Reflek Putri melirik tubuhnya sendiri, lalu tersenyum bodoh saat menyadari ia masih memakai jaket Pangeran yang cowok itu tinggal saat di kelas tadi.

"Kirain buat aku."

"Gigi lo! sini balikin."

Pangeran menggelengkan kepala. Dengan cepat ia melepas helm lalu memarkirkan motornya sebelum masuk ke dalam. Saat memasuki rumah ia menghela nafas lega karna tidak menemukan Papanya. Bibirnya tertarik keatas ketika melihat adik perempuannya sedang bermain sendirian di ruang tamu. Menyadari kehadiran orang lain membuat gadis kecil itu mengangkat kepalanya dan tersenyum lebar melihat Pangeran.

"Abang!"

"Hai cantik." Pangeran menghampiri anak perempuan berusia delapan tahun itu.

"Abang baru pulang sekolah ya."

"Iya, La."

"Olla bosen main sendirian. Cariin Olla temen dong, Bang," ujar anak kecil bernama Aurora yang kerap kali di panggil Olla oleh keluarga dan teman-temannya.

"Belajar jangan main mulu."

Olla memberengut sebal. Ia menyentuh tangan Pangeran dan menariknya. "Bantuin ngerjain PR!"

Pangeran terdiam sebentar. Bukanya ia tidak mau membantu adiknya. Hanya saja ia sedikit takut.

"Ayo, Bang!"

Pangeran melepas tautan tangannya. Menatap Olla dengan datar. "Belajar sendiri aja."

Gadis kecil itu mengedipkan matanya bingung. Ia menunduk menatap jari-jari kakinya. Ia sangat sedih, dirumah ia tidak punya teman bermain karna ia hanya mempunyai Pangeran sebagai kakaknya. Tapi disaat lekaki itu dirumah pun Pangeran jarang menemaninya.

"Olla nggak ngerti, makannya mau diajarin Abang."

"Tapi–"

Olla kembali menarik tangan Pangeran. Ia sangat rindu belajar bersama Abangnya itu. "Ayo!"

"Yaudah, yaudah. Nggak usah tarik-tarik. Kamu ke kamar duluan, Abang ganti baju dulu."

Sebuah senyuman terbit di bibir anak itu. Ia mengangguk semangat. "Oke!"

-oOo-

Rinai mendadak gelisah. Sejak tadi ia terus memikirkan perkataan temannya saat di sekolah tadi. Awalnya ia tidak mau ambil pusing, namun karna sempat melihatnya langsung membuat Rinai dibakar api cemburu.

"Lo tadi liat kan Pangeran jalan berdua sama cewek. Siapa tuh?"

Rinai menggeleng. Ia juga tidak tahu siapa perempuan itu. "Gue nggak tau."

Hello, Pangeran!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang