|| HP 21

384 85 39
                                        

HAPPY READING

Karna terjebak macet yang menyebabkan mereka tiba di sekolah tidak tepat waktu membuat keduanya memutuskan untuk tidak masuk sekolah. Beruntung mereka tinggal di daerah Bogor, jadi Putri mengusulkan ide konyolnya untuk pergi ke puncak secara mendadak. Pangeran ingin menolak, namun ia juga merasa bosan jika setiap hari harus berhadapan dengan urusan sekolah dan juga OSIS. Kali ini kesempatannya untuk menyegarkan pikiran bukan?

Beruntung sekali pagi ini jalanan menuju puncak nampak lenggang. Sehingga keduanya tidak harus duduk diatas motor terlalu lama. Udara pagi ini sangat dingin, Putri sejak tadi tidak berhenti mengelus-elus lengannya karena udara dingin yang menembus kulitnya.

Di Puncak, keduanya seolah melepas kepenatan yang selama ini mereka rasakan. Rasanya sangat menenangkan. Mereka berjalan mengelilingi kebun teh. Putri sejak tadi tidak berhenti berlari, ia terlihat sangat senang karna terus tersenyum. Pangeran terpaku melihatnya, gadis itu terlihat benar-benar bahagia. Mungkin Pangeran berfikir gadis itu tidak pernah mengalami hal buruk di dalam hidupnya. Padahal kenyataanya, Putri hanya berpura-pura terlihat ceria selama ini. Hidupnya sepi, ia sendirian.

Tapi tanpa cowok itu tahu, hari ini senyum gadis itu nyata. Ia benar-benar bahagia bisa berada disini bersama Pangeran.

"Naik kesitu, yuk!"

"Pelan-pelan, woi." Pangeran sedikit panik ketika Putri bergerak dengan cepat. Ia akui, gadis itu selalu hiperaktif.

"Lo mau ngapain?" tanya Pangeran saat Putri berdiri di atas batu.

"Ngelepas beban, Kak."

"Gimana?"

Putri tersenyum kecil. Ia merentangkan kedua tangannya ke udara sambil memejamkan mata. Ia menarik nafas panjang sebelum akhirnya berteriak dengan suara yang kencang. "AAAAAAAA!!!"

Gadis itu menatap Pangeran. "Nggak ikutan?"

Pangeran nampak ragu. Namun ia tertarik melihat apa yang di lakukan gadis itu. Pangeran menunduk memikirkan sesuatu. Beberapa detik kemudian cowok itu melakukan hal yang sama. Merentangkan tangannya dan berteriak dengan keras.

"AAAAAAA!!" Pangeran membuang nafas, ia tertawa kecil.

"Lega nggak?"

Cowok itu mengangguk.

"PUTRI KANGEN AYAHH!! I MISS U SO MUCH!"

Pangeran tertegun, melihat wajah gadis itu yang terlihat sedikit sendu. Menyadari dirinya sedang diperhatikan, Putri justru tersenyum kearah Pangeran.

"GUE KANGEN MAMA!!" Pangeran kembali berteriak. Ia merasa puas dan entah kenapa itu menyenangkan.

"Mama Kak Pangeran dimana?"

"Eh, maaf nggak usah di–"

"Di tempat yang nyaman." Seharusnya, lanjut cowok itu dalam hati. "Kalau Ayah lo?"

Putri sebenarnya tidak mengerti maksud cowok itu tapi ia tidak mau bertanya lebih jauh meskipun sebenarnya ia sangat penasaran. "Di surga, Kak."

Pangeran terdiam, ternyata gadis itu sudah tidak memiliki Ayah. Ia membalas dengan senyuman kecil. "Iya, pasti Ayah lo bahagia di surga."

"Semoga ya?"

Putri terkekeh pelan. "Makasih ya, udah mau diajak kesini hehe."

"Lo seneng banget?"

Putri mengangguk dengan semangat. "Banget banget!"

Gadis itu mengeluarkan ponsel dan membuka kamera. Ia memotret pemandangan indah yang ada di depan matanya, juga sesekali mengambil gambar dengan ber-selfie.

Hello, Pangeran!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang