Putri sangat menyukai Pangeran, wakil ketua paskibra di sekolahnya sejak pertama kali melihat cowok itu. Ia kira, mendapatkan hati cowok friendly itu mudah tapi ternyata tidak. Ia perlu melakukan banyak cara untuk menarik perhatian Pangeran. Tapi si...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Selamat Malam, dapet salam dari Pangeran.
•HAPYY READING•
Keesokan harinya seorang gadis cantik sudah mendumel akibat angkot yang di tumpanginya berjalan lama sedangkan 5 menit lagi bel masuk sudah berbunyi. Bahkan ia belum sempat sarapan karena harus segera pergi ke sekolah.
Ini semua karena Nando yang meninggalkannya ke sekolah, berakhir Putri harus rela menunggu angkot agar bisa pergi ke sekolah. Dan sialnya angkot yang ia tunggu-tunggu datang sangat lama.
Setelah 10 menit menempuh perjalanan, akhirnya Putri sampai di depan gerbang SMA Bratawira. Seperti yang ia pikirkan di perjalanan tadi bahwa pintu gerbang pasti sudah ditutup. Wajar saja sekarang sudah pukul 07.15 sedangkan bel masuk sudah berbunyi 15 menit yang lalu.
"Telat?"
Putri memutar kepalanya, terkejut melihat siapa yang berbicara barusan. "Kak Pangeran?"
"Hm. Lo telat?"
"Iya kak."
"Ikut gue." Tanpa aba-aba Pangeran menggandeng tangan Putri membuat gadis itu cengo karna kaget. Ia mengerjap-ngerjapkan matanya, ini beneran gue di gandeng mas crush?!
Putri menarik nafasnya, mencoba terlihat biasa saja. Padahal aslinya ia sudah ingin kayang sekarang juga.
"Kita ngapain kesini?" tanya Putri karena Pangeran membawa nya ke tembok besar yang menjulang tinggi yang terletak di belakang sekolah.
"Mau masuk sekolah gak?" Putri mengangguk. Lagi pula ia masih belum lama sekolah disini, masa iya sudah berani bolos.
"Lo liat bolongan kecil yang ada disitu?" tanya Pangeran.
Putri melirik apa yang dimaksud oleh Pangeran kemudian mengangguk. Ia menatap ragu Laki-laki bertubuh tinggi dihadapannya. "Kakak nggak nyuruh Putri manjat kan?"
Pangeran terdiam sejenak. "Sayangnya gue nyuruh."
"Hah?!"
"Sekarang, lo injek bolongan itu. Terus pegangan dan coba naik ke atas," jelas Pangeran.
"Na—naik ke punggung kak Pangeran?"
Laki-laki itu mengangguk singkat sebagai jawaban. Putri masih bergeming ditempatnya membuat Pangeran berdecak. "Buruan."
"I.. Iya." Putri melaksanakan apa yang dikatakan Pangeran tadi. Setelah melepas sepatu nya ia naik ke punggung Pangeran untuk naik ke atas meskipun sebenarnya ia sedang menahan detak jantungnya yang berpacu lebih cepat sejak tadi.