|| HP 25

406 88 28
                                        

HAPPY READING•

Putri berubah menjadi pendiam setelah adegan bernyanyinya tadi. Ia sangat malu bertemu cowok itu. Rasanya ia ingin menghilang dari bumi saat itu juga. Selain itu ia ingin mengutuk Kaluna menjadi batu karena sudah mempermalukannya. Tapi sayang perempuan itu hilang entah kemana. Putri mengingat kejadian saat api unggun tadi.

"CIEE-CIEEE PUTRI! WOI TEMEN GUE TUH NYANYI SAMA CRUSH NYA! OMMO."

"Sialan lo Kaluna!" Putri menggeram marah. Mendengar sorakan dari orang-orang yang ada disana membuatnya semakin malu.

Ia menatap Pangeran, penasaran dengan respon cowok itu. Tapi yang dilihatnya adalah wajah datar Pangeran.

"Mau nyanyi apa? Gue ikutin lo aja."

Putri menggigit bibir bawahnya. Sial, belum bernyanyi saja hatinya sudah berdebar seperti ini.

"Sempurna, Andra and the backbone." Karena kamu sempurna, kak. Lanjut gadis itu namun di dalam hati.

"Oke, kita nyanyi itu."

"Kak Pangeran bisa?"

"Bisa."

Putri terpaku melihat cowok itu yang terlihat biasa saja. Padahal beberapa hari yang lalu cowok itu memarahinya, bahkan terlihat sangat tidak menyukai Putri.

"Put."

"Eh?"

"Kok diem?"

"Oh iya."

Putri mulai mengeluarkan suaranya dengan ragu. Pangeran memetik senar gitarnya. Ia merutuki jantungnya yang terus berdebar tak karuan, membuat ia jadi gugup setengah mati.

"Nggak usah gugup, santai aja."

"Gimana mau santai kalo nyanyi bareng lo anjir?!" Putri memaki dalam hati.

Ia menarik nafas dalam dan lanjut bernyanyi. Putri menundukan kepalanya, tak berani menatap wajah cowok itu.

Kau begitu sempurna

Di mata ku kau begitu indah

Kau membuat diriku

Akan slalu memuja mu

Tepat saat itu juga, Putri menatap kedua mata Pangeran. Hanya beberapa saat lalu ia kembali menatap kearah lain.

Disetiap langkah ku

Ku 'kan s'lalu memikirkan mu

Tak bisa kubayangkan

Hidupku tanpa cintamu

Ntah karena apa tiba-tiba Pangeran merasakan sesuatu yang aneh. Melihat tatapan gadis itu yang terlihat sangat tulus saat bernyanyi, membuatnya tersenyum tipis.

-oOo-

Putri terbangun dari tidurnya ketika merasakan sesuatu yang mendesak di dalam tubuhnya. Ia melirik Kaluna yang tidur di sampingnya, gadis itu tertidur sangat nyenyak membuat Putri tidak tega membangunkannya. Ia mengalihkan pandangannya kearah Tatia dan Senja, mereka juga terlelap.

Putri melirik jam tangannya, sekarang pukul dua belas malam lewat sepuluh menit. Gadis itu membuka tenda dengan hati-hati, ia menelan salivanya melihat keadaan sekitar yang terlihat sangat sepi. Semua tenda tertutup rapat, namun saat ia melihat kearah Villa disana sepertinya masih ada beberapa orang yang terjaga.

Hello, Pangeran!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang