Felicia 20 tahun, gadis ceria yang patah hati karena pacar yang mencampakkannya. Pernikahan papanya membawa jalan kedekatanya dengan Reiga Pratama, laki-laki tampan yang merupakan adik dari sang mama tiri.
Hubungan aneh, lucu, menggemaskan dan terla...
Reiga mendesah kesal, saat ia harus berjaga di rumah karena Felicia ada tugas kampus dan izin pulang agak malam. Bukan masalah berjaga rumah yang membuatnya kesal, tapi karena harus mengurus seekor kucing.
Pesan bertubi-tubi ia terima dari Felicia. Di antaranya adalah tata cara memberi makan kucing, berikut timbangannya. Tidak cukup hanya itu, ia diharuskan memberi binatang itu vitamin. Ia sudah berusaha untuk menolak tapi Felicia memberikan ancaman yang sadis.
"Pokoknya kalau sampai Kozi kelaparan, aku nggak akan kasih dia di luar lagi. Harus di dalam sama kita."
Karena hal itu, dengan terpaksa ia menjalankan tugas dari Felicia. Meski harus menahan bersin, ia memberikan kucing itu makanan dan minum vitamin. Ia merasa tugas sudah selesai, saat mendadak turun hujan. Kozi yang kebasahan mengeong di kandangnya. Karena tidak tega, ia mengangkat kucing itu dan membawanya ke ruang tamu. Mencari handuk untuk membersihkan bulunya.
"Kenapa, sih. Aku harus mengurusmu. Dasar makhluk nggak berguna!"
Ia terus menerus menahan bersin karena bulu-bulu kucing. Saat merasa sudah bersih dan kering, ia membiarkan Kozi berkeliaran di dalam rumah, sedangkan dia mengerjakan tugas di ruang tamu.
Kelelahan membuatnya tertidur, dengan si kucing melingkar tak jauh dari kakinya.
Felicia tidak dapat menahan senyum. Saat melihat Reiga tertidur di sofa dengan Kozi di sampingnya. Ia mengangkat si kucing dan memasukkannya kembali ke kandang. Lalu mencuci tangan dan menyiapkan makan malam.
Setengah jam kemudian ia membangunkan Reiga.
"Om, bangun. Yuk, makan."
Namun, Reiga tak jua membuka mata.
"Om, Kozi udah masuk kandang."
Mendadak, Reiga membuka mata dan menarik tangan Felicia lebih dekat. Tidak henti-hentinya ia bersin.
"Aku kehujanan, karena menolong kucingmu itu," ucapnya serak.
Felicia tersenyum."Om, baik deh! Aku sudah siapin makan malam buat hadiah."
Tangan Reiga terulur ke arah bagian kepala Felicia. "Aku kedinginan."
"Wah, pas banget. Aku bikin sayur sop!"
"Tapi, aku butuh penghangat yang lain."
"Hah! Apaaan?"
Bergerak sigap, Reiga menarik tubuh Felicia hingga terjatuh di pangkuannya dan meletakkan kepalanya di ceruk leher gadis itu.
"Om, ngapain ini. Ayo, makan." Felicia meronta, berusaha melepaskan diri.
"Tenang dulu. Aku butuh kehangatan."
"Ada kompor, Om!"
"Yes, komporku adalah kamu!"
Detik itu juga, Felicia menjerit saat tubuhnya dibaringkan ke sofa dengan Reiga menindihnya secara posesif.
Lanjutannya ... bayangkan saja sendiri 🤪 ✨✨✨
Gaje kali ini disponsori boleh Toru yang berperan sebagai Kozi❤️
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.