twenty first note

899 138 26
                                        

Acara LDKS tetap berlanjut pada hari kedua. Meskipun sempat terjadi kekacauan tadi malam, tapi keesokan harinya bantuan datang dari anak Bantara. Sekarang situasi dan kondisi menjadi lebih kondusif. Dan orang-orang yang kerasukan tadi malam sudah tersadar semuanya. Keadaan mereka juga kian membaik.

Saat ini kegiatan para peserta yaitu masih menerima materi di Ruang Serba Guna. Angkasa dan anggota OSIS yang lainnya berdiri di dalam ruangan bagian belakang, ikut memperhatikan materi yang disampaikan oleh guru. Sebagian yang lain ada yang sibuk mempersiapkan konsumsi. Dan juga mempersiapkan lapangan yang akan digunakan untuk bermain game nanti setelah istirahat makan siang.

Tiba-tiba kericuhan terjadi di tengah-tengah peserta. Ada beberapa peserta yang terlibat perkelahian. Mereka membuat peserta yang lain menyingkir ketakutan. Karena perkelahian yang terjadi bukan perkelahian biasa. Untuk ke sekian kalinya peserta yang kerasukan tadi malam, sekarang kerasukan lagi. Parahnya dia mengajak orang lain, kali ini lebih banyak jumlah orang yang kerasukan.

"Yang masih sadar keluar dari ruangan!" Teriak Keru pada peserta di ruangan tersebut.

"Semuanya keluar kumpul ke lapangan sekarang!" Angkasa membantu mengarahkan peserta yang sekiranya masih bisa diselamatkan untuk pergi ke lapangan.

Selagi orang-orang yang kerasukan di ruangan tersebut ditangani oleh anak Bantara, panitia memindahkan peserta yang lainnya ke lapangan upacara. Agar suasana tidak kembali tegang, akhirnya panitia memajukan sesi game untuk dilaksanakan sekarang. Mengabaikan peserta yang kerasukan, karena mereka sedang ditangani di tempat lain.

Arsenio selaku MC acara game mulai menjelaskan peraturan game yang akan dilakukan, "Kalo gitu supaya lebih jelas biar dicontohin sama kakak-kakak OSIS dulu ya. Kakak-kakak yang ganteng ayo dibantu. Kak Keru, Angkasa, Erik, sama Galen."

Orang-orang yang disebutkan namanya pun maju ke depan.

"Wah ini dia F4-nya SMA Neocity. Langsung aja kakak-kakak yang ganteng tolong contohin ke adek-adeknya gimana cara main gamenya," Lanjut Arsenio.

Keru, Angkasa, Erik, dan Galen memegang sudut-sudut kain persegi yang disediakan. Kemudian sebuah gelas berisi air diletakkan di atas kain tersebut. Game ini mengandalkan kekompakan untuk menjaga keseimbangan gelas yang berisi air itu agar tetap berdiri tegak pada kain selama mereka berjalan bersamaan dari garis start menuju garis finish.

Bagi peserta game yang airnya sebelum mencapai garis finish, maka harus mengulang lagi dari garis start. Mereka diberikan waktu 60 detik untuk mencapai garis finish. Setelah dicontohkan, mereka pun memulai game ini. Game berlangsung dengan meriah. Baju mereka sampai ada yang basah terkena tumpahan air. Tampaknya game ini sangat mudah saat dicontohkan. Tapi kenyataannya sulit saat dipraktikkan.

Entah mengapa Arjuna selalu mengekori Angkasa selama kegiatan ini. Sudah seperti anak ayam yang selalu mengikuti induknya. Disela-sela acara game, Angkasa berniat menengok anak Bantara yang masih menangani peserta yang kerasukan. Katanya mereka ada di ruang kelas X IPS 1 yang dijadikan tempat istirahat peserta LDKS.

Angkasa menoleh ke belakang saat mendengar suara langkah kaki yang mengikutinya sejak tadi, "Kamu kenapa ngikutin saya mulu, Jun?"

"Aku ngerasa aman kalo di deket kamu," Arjuna tanpa ragu menjawabnya. "Kalo kamu ga suka aku ikutin yaudah aku pergi."

"Eh ga gituㅡ" Angkasa menggaruk tengkuknya. "Cuma penasaran aja sih. Kalo mau ikut yaudah ayo."

Memasuki ruang kelas X IPS 1, terlihat setidaknya ada belasan peserta yang kerasukan pada hari ini. Tapi mereka sudah ditangani dan sekarang tengah mengistirahatkan diri di ruangan tersebut. Angkasa diikuti Arjuna berjalan menuju kumpulan anak Bantara yang sepertinya masih menangani satu anak. Rupanya anak itu orang pertama yang kerasukan sejak tadi malam.

SEMESTA [✓]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang