"Ternyata menikah enak ya.."
Kehidupan Arka yang seorang dokter jungkir balik saat ternyata dia di jodohkan dengan Ahza sabahatnya sendiri yang sudah terjalin 15 tahun.
Selamat membaca 🙃
(18+)
All pictures: Pinterest
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
...
Setengah jam kemudian Ahza berjalan masuk ke ruangannya, terlihat Arka sudah berdiri di dekat jendela yang terbuka dengan tersenyum manis saat melihat gadis yang di cintainya masuk dengan wajah yang kelelahan.
"It's raining now"
Ahza tersenyum lebar dan berjalan menghampiri lalu tak segan memeluknya, sekarang pelukannya menjadi salah satu tempat favorit Ahza.
"Tough day for you, right" Ahza menjawabnya dengan anggukan. "But you did very well, I proud of you" Arka mencium puncak kepalanya.
Sang surya yang sudah tidak terlihat karena hujan perlahan pergi digantikan malam, berpelukan disertai alunan hujan yang turun mungkin bagi beberapa orang itu hal biasa tapi bagi Ahza ini suatu anugrah.
Suasana tersebut rusak oleh suara perut Ahza, mau tidak mau Arka tertawa. "Oke kita makan sekarang, kamu belum makan kan" sambil melepaskan pelukannya.
"Iya tadi sebelum masuk ruang operasi di ganjel sama roti doang, barusan coklat dikasih suster pas keluar, sekarang laper banget kayak belum makan dari SD"
Arka kembali tertawa. "Apaan sih kamu" Lalu melepaskan pelukannya. "Tunggu disini Mas angetin makanannya dulu ke pantry"
"Okay, emang Mas udah beres jaga?"
"Iya, jam jaga Mas udah beres kok, ada dokter lain yang standby"
Ahza mengangguk, sepeninggal Arka dia duduk di sofa sambil meregangkan otot kaki dan tangannya.
"Udah beres?"
Ahza terlonjak kaget. "Buset! Ketuk dulu napa Daf kaget gw, kenapa si bikin urat gw keluar mulu"
"Ya tuhan perasaan gw nanya juga pelan deh" dengan muka tanpa dosa dia masuk dan duduk di sofa depan Ahza. "Lo udah makan belum?"
"Belum!"
"Oh pantesan macannya keluar, Arka kemana?"
"Jangan diganggu, biar dia makan dulu" ucap Arka yang datang dengan 2 buah mangkuk ditanggannya.
Ahza menyambutnya dengan tepuk tangan, tanpa basa basi dia langsung menyantap makanan itu. "Dihh, pelan-pelan napa, gak akan ada yang minta kok"
"Iya nanti kamu keselek"
Tak lama berbincang, Daffa pamit kembali ke ruang ICU mengecek pasiennya sedangkan Ahza membaringkan dirinya di sofa. "Mas gak pulang?"
"Mas disini aja bareng kamu lagian di penthouse juga sepi, kalo kamu mau tidur ke ruang istirahat gih"