CHAPTER 14 - My Doctor

8.9K 433 10
                                        



My doctor!

...

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.




...


Sebuah pesan masuk bahwa sore ini akan diadakan pertemuan untuk membahas pasien dengan kasus pengelihatan yang tiba-tiba menghilang, pertemuan ini di pimpin oleh Arka dari bagian bedah saraf.

Para dokter sudah berkumpul lalu terlihat Arka naik ke podium untuk memulai diskusi, sepanjang pertemuan itu Ahza hanya memperhatikan wajah Arka, tidak teralihkan sedetikpun ke hal lain bahkan sampai dia tidak memperhatikan diskusinya.

"Yaaa biasa aja kali liatinnya, dia gak akan kabur juga"

Ahza tertawa pelan mendengarnya. "Takut dia ngilang"

"Arka udah cerita semua ke lo?"

"Udah Daf, emang beneran kejadian ya?" Ahza menatap Daffa yang mengangguk.

"2 tahun lalu, jadi tahun yang sangat berat buat doi"

"Kok lo gak cerita ke gw?"

"Gw bukan orang yang berhak cerita kalo orang yang bersangkutan ogah nginget lagi"

"Iya sih, tapi sialan banget tu cewe satu, gw pites juga"

Daffa tertawa geli, jika Ahza baru sekarang kesal tengang hal ini lain lagi dirinya yang sudah ingin marah dari 2 tahun  yang lalu. "Gw lebih pengen pites tuh bapak satu"

"Wakil direktur?"

"Yoi, eh tuh udah beres kita samperin mumpung orangnya ada disana, sasaran empuk"

Ahza mengangguk lalu mereka berjalan ke podium menghampiri Arka, disana ada beberapa dokter lain termasuk wakil direktur yang sedang membanggakan keponakannya ada disampingnya.

"Oh halo dokter Ahza, udah lama gak ketemu ya" ucap wakil direktur.

"Halo pak, oh siapa ini? dokter baru ya"

"Oh waktu itu kayaknya dokter Ahza gak ikut pertemuan ya, kenalkan kenalkan ini dokter Faya, baru bergabung di rumah sakit ini lagi di bagian bedah saraf" ucapnya bangga.

"Oh jadi ini dokter Faya, saya banyak dengar dari yang lain, halo salam kenal saya Ahza" mereka berjabat tangan, Ahza menatapnya sambil tersenyum manis.

"Tapi Pak, saya denger beberapa omongan miring mengenai dokter Faya ini, saya harap itu hanya gosip ya" Ahza tersenyum simpul. "Oh ya dokter Faya ini bukannya keponakan bapak ya?"

Terkejut, sangat terlihat jelas dari raut wajah wakil direktur karena informasi Faya adalah keponakannya itu sebuah rahasia, tidak boleh ada orang yang membicarakannya jika tahu orang itu harus menutup mulutnya.

Arka dan Daffa tersenyum geli, sudah bukan hal aneh mereka melihat Ahza melakukan hal gila atau frontal seperti itu, malah pernah lebih parah dari ini.

Tapi bagi Ahza itu tidak sama sekali mengganggunya, tidak ada yang membuat dirinya takut, dia memang sangat percaya diri didalam hal apapun konteksnya selama dia benar dan semua dokter bahkan petinggi rumah sakit mengakui kehebatan Ahza dibidang kedokteran terutama diruang operasi.

My Doctor Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang