"Wait, WHAT?!" Teriak Casi, dia menatap Ahza meminta penjelasan.
"Mas, masuk dulu deh sini duduk" Arka menurut sedangkan Casi merinyit mendengar panggilan Ahza pada Arka.
"So Casi" Ahza mengangkat tangan kirinya memperlihatkan cincin yang melingkar dijari manis.
"Gw dan Arka udah nikah, banyak hal yang lo lewatin selama lo disana dan gw gak bisa kasih kabar karena gw sendiri gak tau harus hubungin lo kesiapa, lo sendiri gak pernah hubungin gw"
Casi tersenyum. "Gw happy if you happy, itu emang salah gw sendiri. Jadi udah berapa lama lo berdua nikah?"
"Bulan depan satu tahun pernikahan kita"
"Lo kok diem terus sih Ka?"
"Gw masih gak percaya lo disini soalnya, Daffa tau lo udah di Indonesia? Eh bentar lo kerja disini?"
Casi tersenyum bangga. "Gw diterima jadi kepala bagian emergency"
"Yeee! Selamaat!!!" Teriak Ahza sambil memeluknya, lalu mengaduh.
"Ahza! Kamu gak boleh gerak spontan kayak gitu!" Arka menegurnya dengan mata melotot.
"Kenapa lo?" Tanya Casi.
"Dia kecelakaan 2 bulan lalu, makanya tulang belakangnya masih suka sakit" jelas Arka.
"Heh lo bisa gak sih jaga dia! Kok sampe kecelakaan" cecar Casi pada Arka.
"Casi ini bukan salah Arka, nanti gw ceritain ya"
Casi mendesisi pada Arka. "Eh Daffa tau gak lo udah disini?" Arka menghiraukan reaksi Casi sebelumnya.
"Not yet, I don't know. If you guys don't know I'm sure he doesn't know either"
"Lo harus kasih tau dia"
"Nanti juga dia tau sendiri, Ka"
"Up to you, tapi gw gak mau ikutan kalo dia ngamuk" ucap Arka. "Me too" Ahza menambahi sambil tersenyum manis.
"It's okay I can handle him"
"Yaudah gw harus balik lagi ke ruangan, welcome home Casi" Arka beranjak, tapi seketika berhenti. "Oh iya Mas kesini mau ngasih tau jangan kelewat minum obat"
Ahza tersenyum dan mengangguk. "Cuma itu doang lo kesini?" Tanya Casi tidak percaya.
"Yap, bye!" Arka meninggalkan mereka berdua.
"Sebucin itu dia sama lo? Gw gak percaya lo berdua bisa nikah, ya emang gw tau lo dari dulu suka sama dia, tapi dia.." Casi tidak bisa melanjutkan kalimatnya, dipikirannya terlalu banyak informasi baru.
Ahza tertawa. "Gw juga gak nyangka akhirnya dia suka sama gw"
"Lo harus cerita lengkap! Malem ini lo harus tidur di apartment gw pokoknya gw gak mau tau!"
"Gw harus ijin dulu sama Arka"
"Dia pasti ijinin, kalo engga liat aja!" Casi mengangkat tinjunya. "Yaudah gw balik dulu ke UGD ya, bye"
...
"Daf, kapan lo mau transfer mobil Ahza?" Arka membuka pintu ruangan Daffa.
"Lo kebiasaan banget sih, ketuk dulu ngapa, gw lagi ganti baju ini" dengan cepat Daffa memakai kemejanya.
"Ups, sorry.." Arka duduk di sofa.
"Nanti deh gw kabarin lagi, lo gak sabaran banget, kemarin minta di jual terus gak jadi, eh sekarang minta maen transfer aja. Labil banget sih hidup lo"

KAMU SEDANG MEMBACA
My Doctor
Romance"Ternyata menikah enak ya.." Kehidupan Arka yang seorang dokter jungkir balik saat ternyata dia di jodohkan dengan Ahza sabahatnya sendiri yang sudah terjalin 15 tahun. Selamat membaca 🙃 (18+) All pictures: Pinterest