I WANT YOU (PART 39)

730 60 51
                                    

I WANT YOU (PART 39)

saat dokter itu akan berlalu Seung jo lalu mencegahnya, “dokter.. bagaimana dengan janin yang dikandungnya, apa keadaannya baik-baik saja?” tanya Seung jo, dokter itu tampak heran dengan pertanyaan seung jo, “janin..?” tanya dokter itu mengerutkan dahinya, seung jo menganggukkan kepalanya, “iya.. janin..?” tanya seung jo "tapi wanita itu tidak sedang hamil sekarang..” jawab dokter itu singkat.

Seung jo seakan tak percaya dengan perkataan dokter, “benarkah..?” tanya Seung jo datar, dokter itu mengiyakan lalu meninggalkan Seung jo yang mematung tak percaya kalau Hyo ran telah membohonginya, “Hyo ran aa.. kenapa kau lakukan ini..?” batin seung jo terduduk di depan ruang ICU dimana tempat Hyo ran dirawat, seketika Seung jo mengingat Se kyeong dan Hana yang telah pergi meninggalkannya, Seung jo segera menelpon orang tua Hyo ran dan memberi tahu mereka kalau Hyo ran kecelakaan, setelah melakukan itu Seung jo lalu meninggalkan Hyo ran yang belum sadarkan diri.

Seung jo keluar dari rumah sakit dan berjalan menuju mobilnya, saat seung jo sudah duduk dikemudi, justru ia bingung harus pergi kemana, seung jo lemas, tak bisa memikirkan apa-apa, “Se kyeong, Hana.. dimana kalian sekarang..?” batin seung jo, “saat ini walaupun aku menemukan kalian, semuanya sudah terlambat, kalian pasti tidak akan memaafkanku..” batin Seung jo pilu, Seung jo menangis didalam mobilnya mengingat semua pengorbanan Se kyeong untuknya, “lalu bagaimana dengan calon bayi kami, Se kyeong aku memang tidak pantas menerima maafmu, jangan maafkan aku, aku pria yang jahat” gumam Seung jo meratapi semua kesalahan yang telah ia lakukan pada Se kyeong.

Beberapa bulan kemudian....

Didaerah Gwangju, disebuah toko roti nan sederhana terlihat Se kyeong dengan perutnya yang sudah membesar, ia sedang sibuk melayani pelanggan setianya, “eomma...” teriak Hana saat pulang dari sekolah, Se kyeong tersenyum ke arah putrinya, “Hana sudah pulang..?” tanya Se kyeong sembari tersenyum, Hana menganggukkan kepalanya, “eomma.. kapan adik bayi akan lahir?” tanya Hana lugu, Se kyeong tersenyum lebar, “sebentar lagi, Hana harus sedikit lebih bersabar” jawab Se kyeong tertawa mendengarkan pertanyaan Hana.

Seung jo yang masih mencari tahu keberadaan Se kyeong tampak belum menyerah walau sudah beberapa bulan berlalu ia masih saja terus berusaha untuk menemukan Se kyeong dan Hana, seseorang masuk keruangan Seung jo saat ia sedang berada dikantornya, “presdir.. kami sudah menemukan orang yang presdir cari” kata orang yang berbadan tegap dihadapan Seung jo, seketika Seung jo membuka matanya lebar-lebar, “benarkah yang kau katakan..?” tanya Seung jo bersemangat, orang itu lalu mengeluarkan sebuah amplop yang berisi beberapa photo, Seung jo segera membuka amplop tersebut, setelah membukanya mata Seung jo mulai berkaca-kaca namun juga senyuman mengembang dibibirnya, dilihatnya photo Se kyeong dan Hana disebuah toko roti, “dimana kau mengambil gambar ini..?” tanya seung jo, “di daerah Gwang ju” jawab orang itu singkat. “Saya menuliskan alamat lengkapnya dibalik amplop itu presdir” sambung orang itu lagi, Seung jo segera mengambil amplop tersebut lalu mengambil jasnya dan segera mengambil mobil dan menuju ke alamat yang dimaksud.

Dalam perjalanan Seung jo tak henti-hentinya menatap photo yang dipegangnya, “Hana yah.. bogosipho..” gumam Seung jo, setelah beberapa jam menempuh perjalanan Seung jo pun sampai disebuah toko roti, namun ia tak langsung turun dari mobilnya, dari kejauhan ia melihat aktifitas Se kyeong dan Hana, Seung jo menangis, “begitu berat hari-hari yang kau lalui.. namun kenapa tak sedikitpun kau merasa lelah..?” gumam Seung jo yang melihat Se kyeong sedang sibuk melayani pelanggan dan terlihat sesekali Hana membantu ibunya, Seung jo benar-benar sedih, “itu semua salahku Se kyeong aa.. jeongmal mianhae” gumam Seung jo lagi, setelah toko itu terlihat sepi, Seung jo lalu turun dari mobilnya menuju ke toko tersebut.

I WANT YOUTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang