I WANT YOU (PART 40 BAGIAN 1)

887 61 16
                                        

I WANT YOU (PART 40) FINAL BAGIAN 1

Andwae.. appa.. itu tidak boleh terjadi, adik bayi harus bahagia, jadi ayah harus tetap ada disini supaya saat adik bayi lahir bisa melihat appa” ucap Hana, seketika senyuman diwajah Seung jo mengembang, tak Jauh dari tempat mereka mengobrol ternyata Se kyeong sedang duduk dan memegang perutnya yang terasa sakit, Hana yang menoleh kearah ibunya lalu melihat ibunya yang sedang meringis, “eomma.. we geurae..?” tanya Hana berlari ke arah eommanya.

Seung jo pun terlihat kaget, “Se kyeong aa.. ada apa? Apa kau sakit..?” tanya Seung jo panik, “aawwww... perutku...” teriak Se kyeong tak bisa menahan rasa sakit yang melandanya, keringat dingin mengucur ditubuhnya, Seung jo memapahnya, “Hana yah.. ayo kita kerumah sakit,sepertinya eomma akan melahirkan” ucap Seung jo, Hana pun terlihat mengerti, ia segera mengikuti ayahnya dari belakang, Se kyeong yang dipapah oleh Seung jo terus saja menangis menahan rasa sakit yang menderanya, Seung jo mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi, “Se kyeong aa.. bertahanlah kita akan segera sampai dirumah sakit, kumohon padamu bertahanlah..” ucap Seung jo panik, Hana yang duduk dikursi belakang terlihat bingung, mendapati eommanya yang kesakitan, “eomma... jangan menangis..” ucap Hana sedih.

Eomma baik-baik saja Hana yah.. jadi Hana jangan bersedih” hibur Seung jo, tak lama kemudian mereka pun sampai dirumah sakit, dengan cepat Seung jo memanggil dokter dan perawat untuk menolong istrinya.

Saat berada diruang bersalin Seung jo yang menunggu diluar terlihat mondar-mandir didepan pintu, sedangkan Hana yang duduk dikursi hanya memandangi ayahnya, “appa.. apa tidak capek jalan terus..?” tanya Hana, pertanyaan Hana menyadarkan Seung jo kalau ia dari tadi hanya mondar-mandir, Seung jo lalu mengambil ponselnya dan menghubungi orang tuanya untuk mengabarkan kalau Se kyeong akan segera melahirkan, orang tuanya yang mendengar kabar tersebut merasa sangat gembira, tak lama berselang terdengar suara tangisan bayi yang baru lahir dari ruang bersalin yang ditunggui oleh Seung jo, Seung jo dan Hana lalu berlari ke arah pintu dan bersamaan dengan itu seorang perawat keluar dari kamar tersebut, “selamat tuan bayi anda telah lahir, bayinya laki-laki” ucap perawat tersebut, Seung jo tampak kegirangan lalu menggendong Hana masuk kedalam kamar tersebut, Seung jo mendudukkan Hana disamping eommanya yang masih lemas, Seung jo pun diberi kesempatan untuk menggendong bayinya itu, “kau tampan sekali.. mirip seperti ayah..” ucap Seung jo menatap lekat bayinya, Se kyeong meneteskan air mata.

Terima kasih Kim Seung jo ssi.. kau datang tepat waktu, malaikat kecil kita pasti sangat bahagia melihat mu berada disampingnya” batin Se kyeong, “Se kyeong lihatlah.. matanya mirip denganmu..” ucap Seung jo memperlihatkan bayi yang digendongnya ke arah Se kyeong, Hana pun terlihat sangat gembira akan kelahiran adiknya.

NY. Kim, Tuan Kim beserta Min ji telah tiba di rumah sakit dimana Se kyeong melakukan persalinan, dan saat masuk keruang perawatan mereka telah disambut oleh tangisan bayi, ny. Kim terlihat sangat bahagia, “yaa... kau tampan sekali..” seru Ny. Kim sambil menggendong bayi yang baru lahir tersebut, Se kyeong menyaksikan rona kebahagiaan yang ditimbulkan oleh malaikat kecil yang dilahirkannya, seakan semua kesedihan terlupakan tergantikan oleh rasa bahagia yang memenuhi kepalanya, luka yang ia rasakan beberapa bulan ini semua nya sirna setelah mendengar tangisan bayinya, Se kyeong menatap orang-orang yang turut bahagia atas kelahiran putranya, “semoga kau menjadi penyejuk dalam keluarga kita..” batin Se kyoeng tersenyum, bayi kecil yang sudah terlelap lalu dibaringkan di boks disamping tempat tidur Se kyeong dirawat.

Setelah Ny. Kim dan keluarganya pulang, ruangan itu terlihat sepi yang ada hanya keluarga kecil mereka, Hana yang kelelahan tertidur disofa, sedangkan Se kyeong terus saja memandangi wajah bayi mungilnya, Seung jo mendekati Se kyeong lalu duduk disamping Se kyeong, “Se kyeong aa.. apa kau bahagia..?” tanya Seung jo, Se kyeong tak bergeming, ia masih menatap lekat bayinya, “dengan kesalahanku yang begitu banyak aku ingin meminta maaf padamu, maukah kau memaafkanku..? aku tahu aku tak pantas menerima maaf darimu karena bahkan kata maaf tak cukup untuk menebus semua kesalahanku padamu, tapi setidaknya beri aku kesempatan kedua, aku tak kan berjanji apapun padamu tapi aku akan berusaha melakukan yang terbaik untuk keluarga kita kelak” ucap Seung jo sungguh-sungguh, ia lalu meraih jemari Se kyeong, “terima kasih karena telah menjadi ibu untuk anak-anakku, terima kasih karena kau selalu memberika yang terbaik pada mereka walaupun mereka mempunyai ayah yang brengsek seperti aku” sambung Seung jo lagi, Se kyeong menatap kosong langit-langit kamar, Se kyeong sebenarnya sudah tahu apa yang dialami oleh Seung jo saat beberapa bulan lau, saat Se kyeong memutuskan untuk meninggalkan Seung jo untuk yang kedua kalinya, Seung jo melakukan itu karena Hyo ran menjebaknya, dan lebih dari siapapun Se kyeong sangat tahu sifat Seung jo yang mudah percaya pada orang lain tanpa mempertimbangkan orang-orang yang berada disekitarnya, dan Se kyeong juga tahu kejadian saat ia meninggalkan Seoul menuju ke Gwang ju, ia tahu kalau Hyo ran mengalami kecelakaan dan sampai saat ini masih terbaring koma dirumah sakit, ia mengetahui semuanya dari sahabatnya Eun ji yang masih sering menghubunginya, namun ia menyuruh Eun ji untuk tidak membuka mulut tentang keberadaannya.

I WANT YOUCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang