Bagian 30 : Suatu hubungan bisa berjalan lancar bila satu sama lain saling menggenggam erat tangan mereka dan terus berjalan melewati rintangan apapun
Brukk! Buakk! Buakk! Wajah Ari sudah tak karuan lagi bentuknya. Kini Ari sedang berada diruang tamu mansion milik Farel dan dihadang oleh para pengawal Farel. Didahi, dan sudut bibirnya sudah dipenuhi darah, seluruh wajahnya sudah lebam dan biru karena pukulan dari pengawal Farel. Tak puas menghajar Ari, para pengawal juga menendang perut Ari keras hingga Ari memuntahkan darah.
Sementara Farel yang berada tak jauh dari para pengawalnya yang menghajar Ari hanya diam santai menikmati pemandangan ini. Kapan lagi bisa melihat seorang Ari lemah tak berdaya seperti ini. Diam diam Citra menangis dari sela-sela pintu kamarnya yang terletak tak jauh dari ruang tamu. Melihat Ari kesakitan dan lemas seperti itu tentu saja hati Citra sakit menyaksikannya. Tak kuasa menahan tangis, Citra memilih keluar menghentikan perbuatan kakaknya.
"Gue ngehajar lo kaya gini sampe lo matipun masih belum cukup buat nebus kesalahan lo Ri! Lo bahkan gak pantes buat mati cepet Ri! Gue harus apain lo biar gue bisa puas bales perbuatan lo ke Citra?!" Desis Farel sambil menjambak kencang rambut Ari. Tanpa ragu, Farel menonjok Ari diwajahnya dan terlihat jelas rasa sakit yang dirasakan Ari dari wajahnya. Ari berteriak kencang karena tak kuasa menahan sakitnya.
"La..lakuin ap..apapun yang lo mau Rel selama itu semua bisa nebus kesalahan gue" ucap Ari terbata-bata.
Farel tertawa sinis dan menendang perut Ari, Kakinya dengan semangat menginjak kencang perut dan dada Ari membuat Ari terbatuk batuk.
"Buka baju dia!" perintah Farel pada pengawalnya.
Para pengawal itupun lekas membuka baju yang dikenakan Ari. Farel pun mengambil sebuah cambukan panjang dengan kencang mencambuk punggung Ari. Lagi lagi teriakan Ari sangat menyayat hati Citra.
"Kak stop!!" teriak Citra namun tak dihiraukan oleh Farel.
"AAAARGGH" Teriak Ari
"Kak stop Citra mohon" Citra pun memeluk tubuh Farel dari belakang. Untungnya Farel mulai melunak.
"Kakak masih belum puas ngehajar dia Cit! lepasin kakak!"
"Nggak kak. Udah cukup kakak lakuin ini ke Ari jangan kaya gini kak"
"Citra disaat gini kamu masih belain dia!? Sepertinya bertahun tahun pisah kamu belum kenal kak Ale dengan benar. Kakak gak akan biarin kamu berkomunikasi sama orang yang udah nyakitin kamu siapapun dia!! Secinta apapun kamu ke dia, kakak gak bisa terima Ari lagi!" Farel kembali memukul Ari dengan cambuknya.
"Stop Kak please aku gak mau Ari kenapa-napa"
Dengan napas yang memburu, Farel menjatuhkan cambuknya dan pergi begitu saja meninggalkan Ari dan Citra.
"Kita sudahi 'pelajaran' ini" perintah Farel pada pengawalnya.
"Baik pak" ucap salah satu pengawalnya.
Kini tinggallah Ari dan Citra yang berada diruang tamu. Dengan hati hati, Citra membantu Ari duduk disofa.
"Bentar ya aku ambil kotak p3k dulu" Saat Citra hendak berdiri, Ari menahan tangannya dengan tatapan sayunya.
"Jangan kemana mana Cit aku cuma butuh kamu" ucap Ari
"Tapi wajah kamu penuh luka semua dan kamu diobati"
"Tetap disini sebentar aja. Aku mau memandangi wajah cantik kamu yang udah lama gak aku liat" Tangan Ari membelai halus sebelah pipi Citra. Tak kuasa menahan tangisnya, Citra kembali menitikkan air matanya yang langsung saja dihapus lembut oleh Ari.
KAMU SEDANG MEMBACA
Never Change [Complete]
RomanceJudul Awal - Possessive Boy(friend) ⚠️WARNING⚠️ Menyebabkan darah tinggi, emosi yang naik jika merasa mual, tidak dianjurkan untuk membacanya! Jika merasa migrain, silahkan tanggung sendiri😜 Citra Dan Ari bersahabat sejak kecil. Ketika kedua...
![Never Change [Complete]](https://img.wattpad.com/cover/234380479-64-k86907.jpg)