24. Hot kiss with my Friend

507 16 2
                                        

⚠️Part ini mengandung adegan 18+! Not for children!⚠️

Ari tengah asyik menghisap rokoknya didepan kontrakan Citra sore hari itu. Sebenarnya sih harusnya Ari belajar untuk ujian nasional yang akan diadakan dua hari lagi tetapi dirinya masa bodo terhadap itu. Sementara Citra didalam tengah fokus belajar untuk ujian nanti. Ari tetap menghisap rokoknya walaupun tetangga lewat sambil berbisik bisik. Ari sih gak heran ya dirinya tahu bila keberadaannya yang sering tinggal dikontrakan Citra memunculkannya gosip dikalangan ibu ibu sekitar. Banyak yang bilang pergaulan Citra sudah tak benar karena mengizinkan lelaki tinggal di rumahnya.

Setelah kemarin Farel habis babak belur dihajar oleh Ari, Farel tetap gencar mendekati Citra diam diam. Tak terasa sudah cukup lama Ari tinggal di kontrakan Citra tanpa berniat pulang ke rumahnya. Citra yang sudah lelah memilih membiarkan Ari. Setelah rokoknya habis, Ari kembali masuk kedalam dan memeluk tubuh Citra dari belakang. Citra berusaha melepaskan tetapi pelukan Ari sangat erat.

"Biarin kaya gini sebentar Cit udah lama aku gak peluk kamu sebebas ini. Kamu paham harusnya kalau aku gak pernah bisa lepas dari kamu harusnya kamu stay dengan aku" bisik Ari ke telinga Citra membuat Citra merasa geli karena hembusan napas Ari. Hell udah lama gak peluk Citra?! Ari udah makin gila kayaknya padahal setiap hari juga Ari peluk dan cium Citra sesuka hatinya tanpa memikirkan status mereka sebenarnya.

"Gue lagi belajar Ri kalo gini gue susah fokus"

"Aku gak akan ganggu kamu kok kamu lanjut belajar aja. Calon ibu buat anak anakku nanti tentunya harus cerdas kan?" Ari merapikan rambut Citra penuh sayang dan mengecup leher Citra berkali kali membuat Citra merasa panas dan berdebar.

"Ri lo bau rokok gue ga tahan mandi dulu napa!"

Dengan cepat Ari memakan permen mint dan melepas kaosnya melemparnya sembarang. Citra memalingkan wajahnya malu karena tubuh atas Ari polos.

"Kok dibuka segala bajunya?"

"Baju aku kan juga ada aroma rokok jadi aku lepas biar kamu ga terganggu nah sekarang kan aku bisa peluk kamu lagi" Ari kembali memeluk tubuh Citra dari belakang kali ini Ari semakin mempersempit jaraknya dengan Citra. Tubuhnya benar benar menempel erat dengan Citra. Tak puas hanya dengan itu, Ari memangku Citra tanpa persetujuan dari Citra.

"Ri gue gak bisa belajar kaya gini. Ini terlalu deket" Ucap Citra pelan. Jelas saja Citra merasa risih karena posisi mereka begitu intim dan Citra merasakan sesuatu mulai sangat keras dan agak menonjol. Wajah Citra memerah karena melihat sesuatu milik Ari terasa sangat keras.

"Kenapa hem? gausah peduliin yang lagi berdiri aku coba nahan kok kamu tenang aja lanjut belajar aja" Ucap Ari sembari menekan miliknya pada Citra membuat Citra semakin resah. Ini sebenarnya kode bahwa Ari menginginkan Citra.

"Ri udahan ya jangan kaya gini gue gabisa fokus serius dah"

"Paksain fokus aja kalo kamu berhenti belajar aku gak akan nahan ini" Ujar Ari yang masih asyik mengecup dan menggigit leher Citra. Semakin lama Ari mulai membalikan tubuh Citra jadi menghadapnya dan mencium lembut bibir Citra sambil mengecupnya berulang kali. Perlahan Ari mulai menutup matanya menikmati setiap kecupan darinya. Terkadang Ari mengemut bibir Citra seakan tengah mengemut lollipop. Sementara Citra yang tadinya berusaha melepaskan perlahan mulai terhanyut oleh permainan Ari. Citra mengalungkan tangannya dileher Ari dan mulai menutup matanya membalas ciuman Ari.

Citra yang mulai terbiasa berciuman dengan Ari sewaktu berpacaran dengan Ari, kini mulai bisa mengimbangi setiap kecupan Ari. Keduanya merapatkan tubuhnya dan menikmati setiap kecupan mereka. Tangan Ari tak tinggal diam dengan mengusap punggung Citra. Citra dan Ari cukup lama berciuman hingga menimbulkan suara yang cukup keras. Tak peduli sekalipun napas keduanya mulai tersengal mereka tetap berciuman.

Never Change [Complete]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang