32. Debat

196 11 1
                                        

Bagian 32 : Perdebatan seakan sudah menjadi makanan sehari hari buatku, jadi perebutan sudah sering kurasakan lantas harus berapa lama aku merasakan ini? -Citra Nadya-









Pagi ini rencananya Ari akan mengajak Citra pergi ke kebun strawberry yang letaknya tak jauh dari Villa. Citra menjadi lebih antusias saat mengetahui ajakan Ari tanpa pikir panjang, Citra pun menyetujuinya. Setelah bersiap siap, Ari dan Citra menaiki jeep menuju Kebun Strawberry itu. Tak butuh waktu lama akhirnya Citra dan Ari tiba di Kebun strawberry. Selama memasuki area Kebun, Citra dan Ari bergandengan tangan dengan mesra.

Sambil menenteng keranjang, Citra antusias memetik dan memakan buah strawberry yang sudah matang terkadang menyuapi Ari makan juga. Sejenak beban Citra menguap karena menyaksikan keindahan alam disekitarnya. Citra tak lagi memikirkan Farel yang akan khawatir padanya.

Citra pun bebas memakan sebanyak apapun buah Strawberry itu karena Kebun itu milik Ari pribadi. Kebun Strawberry ini terbilang ramai karena banyaknya pengunjung. Untuk yang berekreasi ke Kebun ini jika ingin membawa banyak buah strawberry keluar kebun akan dikenakan harga yang sesuai tetapi pengunjung diperbolehkan memetik dan memakannya langsung secara gratis selama masih berada diarea kebun.

Beberapa orang yang melewati Ari dan Citra bahkan memandang iri dan takjub ppada keduanya. Cincin yang bertengger manis dijari manis Ari dan Citra membuat banyak pengunjung mengira mereka adalah sepasang suami istri.

"Ri rencananya kamu mau kuliah dimana?" tanya Citra iseng.

"Aku udah keterima di universitas bagus di London lagian aku juga sekalian mau ngurusin perusahaan papaku di London" Jawab Ari.

Citra merenung sejenak. Ya tentu saja Ari akan melanjutkan studinya di London pusat perusahaan papa Ari berada. Dalam hati Citra rasanya ingin menangis karena sebentar lagi dirinya dan Ari akan menjalankan Ldr. Berat sekali berpisah dari Ari maklum saja Citra sudah bucin akut dengan Ari.

"Kita ldr-an dong" ucap Citra

"Iya ya? tapi gapapa babe tujuanku cuma belajar menyelesaikan kuliah kok sambil ngejalanin perusahaan papa jadi biarpun kita jauh, kamu masih berada paling dekat sama hatiku"

"Gombal mulu" ucap Citra dengan wajah merah karena malu.

"Gombal gini tapi sayang kan?" goda Ari.

"Huh iya sih aku sayaang bangeet sama kamu" Ucap Citra sambil memeluk lengan Ari erat.

"Kalo sayang cium dong" Ujar Ari menunjuk pipinya sendiri.

Tanpa ragu Citra mengecup pipi kanan Ari dan memalingkan wajahnya karena malu. Ari pun tertawa melihat itu.

"Tapi aku takut kamu selingkuh" ucap Citra lesu.

"Hey aku udah berubah babe aku udah gak ada hubungan apapun sama Elena atau siapapun itu. Sama Sherin pun aku gak ada hubungan apa-apa lagi. Aku bahkan udah lupa dia kemana udah mati kali!"

"Huss gak boleh ngomong gitu!"

Lama Citra dan Ari menikmati indahnya perkebunan strawberry, Ari dan Citra memutuskan balik ke Villanya. Ya lagipula cuaca sudah agak mendung alangkah baiknya memutuskan cepat kembali ke Villanya.

Di perjalanan pulang ke Villa, Handphone Citra berdering memunculkan nama 'Jihan' dilayarnya. Citra pun segera mengangkatnya dan ekspresi wajahnya berubah panik seketika.

"Kak Farel nyamperin Jihan ama Dita Ri buat ngasih tau keberadaan kita" ucap Citra.

"Ya terus?" tanya Ari santai seolah itu bukan hal yang membuat panik.

Never Change [Complete]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang