Bagian 36 : Ketika kita bertemu lagi apa yang akan terjadi?
Seminggu Kemudian, Universitas Cempaka
Citra menghirup napasnya pelan sambil menatap gedung tempatnya berkuliah. Hari ini adalah hari pertama Citra berkuliah di Universitas Cempaka tepatnya jurusan Psikologi. Oh jangan lupakan dengan kekasihnya Ari yang kelewat posesif. Citra berusaha menetralkan debaran jantungnya karena ulah Ari. Bukan karena rasa cintanya yang semakin dalam melainkan tatapan para mahasiswa yang berlalu lalang disekitar Kampus.
Tangan Ari tak pernah lepas dari pinggangnya membuat para cowok yang menatap terpesona pada Citra langsung menjauh dan membuang muka karena tatapan tajam Ari.
"Ri kamu gak bisa lepasin apa? Malu tau diliatin" Bisik Citra.
"Kenapa malu? Ini bukti kalo kamu itu punya aku. Aku udah nandain kamu sejak SMA jadi aku yakin sih gak akan ada cowok lain yang mau sama kamu selain aku saat mereka tahu status kamu sebenarnya. Ini hanya sebagai bukti kuat aja" Jelas Ari. Mendengar itu membuat Citra sedikit tersentil. Tentu Citra paham apa maksud Ari.
"Bisa gak sih kamu gak ngebahas masa lalu?"
"Apa aku terdengar seperti membahas masa lalu? Kalo kamu ngerasa gitu harusnya tau apa yang harus kamu lakukan"
"Aku anterin kamu sampai ke kelas dan pulang nanti aku jemput"
Dan Ari benar-benar mengantar Ari hingga kelasnya. Para cowok di kelas Citra yang menatap Citra kagum, mendadak nunduk begitu melihat wajah Ari. Sementara yang cewek menatap terpesona pada Ari.
"Jangan ganjen ya selama aku gak ada! Aku ada urusan di kantor bentar nanti pulang aku jemput" Ari pun pamit sambil mengecup sekilas kening Citra yang langsung disoraki tatapan iri.
"Aku mau tanya dong kira-kira Jihan sama Dita kuliah dimana ya? Jihan udah sembuh belum ya?" Tanya Citra penasaran.
"Jihan masih dirawat di mansion Farel, kalo Dita kuliah di London" Ucap Ari.
"Serius Dita kuliah di London? Kok gak kasi tau aku?"
"Gak penting juga"
"Ih kok kamu gitu"
"Udah jangan banyak bacot aku pamit ya. Oh ya cium dong bibir aku" Ari pun memajukan wajahnya.
"Malu Ari diliatin.."
"Gak mau tau pokoknya cium"
Dengan malu-malu, Citra pun berjinjit dan mencium bibir Ari sekilas. Sementara Ari semakin lebar tersenyum. Tak mau semakin malu, Citra pun masuk dalam kelasnya sambil menutupi wajahnya.
Citra merasakan hawa dingin ketika memasuki kelasnya. Ia sadar tingkahnya bersama Ari barusan membuat seisi kelas menatap sinis padanya padahal Citra masih baru. Apa boleh buat jika Ari meminta? Daripada Ari buat masalah lebih baik dituruti keinginannya.
"Fokus kuliah aja Citra. Semangat!" Gumam Citra menyemangati dirinya.
🌸🌸🌸
"Halo Om tolong handle perusahaan ya Ari ada urusan"
"Urusan apalagi sih? Kamu itu calon penerus perusahaan papa kamu ini bukannya belajar ngelola perusahaan malah pacaran mulu!"
"Citra jauh lebih penting Om saat ini daripada perusahaan lagian Ari gak minta buat jadi pewaris papa"
"Ri kali ini datang Ri ke Kantor kamu udah lama gak pernah datang!"
"Besok Ari datang"
Klik. Ari menutup panggilan itu sepihak. Bila bukan keinginan Papanya, Ari sangat malas mengurus perusahaan ini. Sejak kecil udah terlalu banyak Papa dan Mamanya menuntut Ari jadi yang mereka inginkan. Kali ini, diumur Ari yang bahkan baru mulai menginjak kepala dua, Ari harus diribetkan dengan urusan kantor? Ari tidak segiat itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Never Change [Complete]
Roman d'amourJudul Awal - Possessive Boy(friend) ⚠️WARNING⚠️ Menyebabkan darah tinggi, emosi yang naik jika merasa mual, tidak dianjurkan untuk membacanya! Jika merasa migrain, silahkan tanggung sendiri😜 Citra Dan Ari bersahabat sejak kecil. Ketika kedua...
![Never Change [Complete]](https://img.wattpad.com/cover/234380479-64-k86907.jpg)