Hyuga Hannaeri duduk di ruang tengah bersama keluarga Namikaze. Padahal kali pertama bertemu, namun mereka sangat cepat mengakrabkan diri, seolah sudah saling mengenal sejak lama. Secara bergantian, baik Kushina maupun Hannaeri melemparkan pujian tulus atas kekaguman mereka untuk satu sama lain.
"Selera fashion-mu ternyata sangat bagus, aku suka. Kupikir dalam beberapa hal kita punya minat yang sama," kata Kushina seraya tersenyum simpul. Banyak hal yang sudah mereka bicarakan, sampai sebuah benda berukuran kecil berhasil menarik atensi dari ibu si rubah seksi tersebut, "Sepertinya aku tidak asing dengan bros itu," kata Kushina merujuk pada benda yang menempel di blazer Hannaeri, bros berbahan emas putih, dikelilingi berlian-berlian kecil nan berkilau dengan diameter kurang lebih satu senti. Agaknya bros berbentuk bunga mawar itu punya daya tarik kuat baginya.
"Aku membelinya di salah satu gerai online langgananku. Mereka selalu punya perhiasan unik, tapi dalam jumlah terbatas."
"Apa gerai itu bernama Eternal Diamond? Pemiliknya salah satu desainer perhiasan berlian ternama di London, dia adalah Graff," imbuh Kushina menjelaskan berdasarkan fakta yang ia tahu.
"Ya, kau benar. Apa kau..."
"Itu juga gerai favoritku. Aku bahkan hampir memiliki semua serinya. Flower beauty, aku sudah punya sun flower, red rose dan tulips. Sayangnya aku tidak mendapatkan bunga lili dan dia tidak akan membuat ulang untuk seri yang sama."
"Ya Tuhan, kebetulan macam apa ini?" tawa Hannaeri sedikit tertahan. Tak lama ia menyesap tenang teh hijau hangat dari cangkirnya.
"Omong-omong, kau bilang ingin menjemput putrimu 'kan?" tanya Kushina untuk memastikan niat kedatangan wanita itu. "Begini, aku kurang yakin jika asisten anakku yang kau cari. Tidak mungkin anggota keluargamu mau melakukan pekerjaan... maaf, maksudku pekerjaan sesederhana ini." Kushina mengucapkan sangat hati-hati setiap kata yang keluar dari mulutnya.
"Tadinya aku juga berpikir yang sama. Tapi setelah pengawal mengirimkan bukti berupa foto, aku tidak mungkin salah mengenali putriku sendiri. Aku langsung tahu bahwa dia memang anakku." Hannaeri menjawab dengan bersahaja, tak ada emosi sekecil apa pun yang terlihat dalam dirinya. "Ini foto putriku, namanya Hinata." ia memberikan selembar foto yang menampilkan visual asli Hinata. "Dan ini adalah foto yang didapatkan oleh pengawalku."
"Putrimu cantik. Dia benar-benar mirip denganmu, walaupun tubuhnya kelihatan lebih mungil. Kalau yang ini aku tahu, dialah asisten pribadi putraku. Kami memang baru bertemu dengannya, tapi dari pengamatanku... barangkali Naru sudah lama mengenalnya, mereka tampak dekat."
Hannaeri tersenyum, memperlihatkan keramahannya. "Tadi aku memperhatikan kedua foto itu bersamaan. Gadis berambut perak itu mirip sekali dengan putriku. Wajahnya hampir tidak dapat dibedakan, andai saja dia tidak memakai lensa kontak."
"Astaga! Lihatlah, suamiku! Mereka memang mirip, tapi tak akan ada yang menyadari jika tak langsung melihat dua gambar ini sekaligus." Kushina berulang kali memastikan kedua foto sambil menatap heran Minato.
"Oleh karena itu aku langsung datang ke mari. Jika yang difoto memang dia orangnya. Maka aku akan membawa putriku pulang bersamaku."
"Tentu, biar kupanggil dia. Mungkin mereka berada di kamar atas sekarang. Putraku tidak pernah mempekerjakan seorang pelayan, jadi rumah ini memang sepi. Sebentar, ya." Tutur Kushina bersama senyum tipis yang sekilas muncul di wajahnya.
"Terima kasih, maaf karena sudah merepotkanmu."
-----
"Aku belum bisa melakukannya. Aku takut sekali kau malah tidak nyaman karena kusentuh," kata Naru sembari menggulung-gulung helai rambut Hinata. Lelaki itu kini berbaring manja di pangkuannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Loving with OCD Guy ✓
Roman d'amourSiapa yang bisa menolak jika harus dihadapkan pada suatu kelainan aneh. Mengidap misofobia bukanlah keinginan Naruto. Tentu saja hal ini sangat mengganggu dan bertolak belakang dengan pekerjaan yang tengah dirinya geluti. Berkutat dengan kamera, lam...
