Possessive Playboy 40

2.8K 415 127
                                        

Mungkin perpisahan antara anggota senat dan Siswa Siswi SMA berjalan dengan lancar, tapi tidak dengan kepulangan mereka, mereka harus menunggu kepulangan mereka beberapa jam karena trouble yang terjadi, yang diciptakan oleh Prilly.

Prilly? Jika gadis itu tidak mengatakan kebenarannya, mungkin kepulangan mereka ke kota Metropolitan tidak akan terhambat.

Apa alur yang akan terjadi selanjutnya? Prilly memijit dahinya dan menghela nafas kasar, setelah perpisahan di taman tadi, Prilly langsung menjauh dari semuanya karena sudah pasti akan ada masalah yang terjadi jika dirinya menampakan wajah dihadapan semuanya. Tapi, dengan kepergian Prilly apa masalah itu akan selesai? Prilly sadar akan hal itu, tapi setidaknya dirinya bisa tenang sebentar.

Sekarang gadis itu berada di gubuk sawah, tentu saja hanya view sawah yang mendominan. Pikirannya tertuju pada mereka, apa yang terjadi disana? Bagaimana keadaan Nazwa? Apa mereka bisa menyelesaikannya? Tentang Ali, Prilly tidak yakin bahwa lelaki itu bisa menyelesaikannya.

Lagi-lagi hembusan nafas kasar keluar dari mulut gadis itu, kenapa Alurnya terlalu rumit seperti ini “coba aja kalau tadi gue nggak bilang ke cewenya Ali, pasti gabakal ada masalah gini.” monolognya menyalahkan diri sendiri.

“Gue gayakin Ali bisa nyelesain semuanya, tapi gue percaya Iva, Lala sama yang lainnya bisa clearin semuanya.”

Apa yang terjadi padanya? Kenapa gadis itu malah melarikan diri, bukannya menyelesaikan semuanya.

Yang Dia takutkan hanya satu, semuanya akan semakin rumit.

***

Masih di taman tempat perpisahan, semuanya berkumpul dalam satu gazebo. Banyak pertanyaan yang keluar tentang keadaan Nazwa, kenapa Nazwa bisa seperti itu? Nangis dan fisiknya terlihat lemah di pelukan Iva. Selama acara perpisahan tadi Nazwa tidak memunculkan batang hidungnya, ketika bertanya pada Ali, Ali mengatakan bahwa Nazwa bersama Iva, Lala dan juga Haykal di gazebo. Dan itu memang benar adanya, ketika semuanya telah beres, mereka semua nyusul ke gazebo, tapi kondisi Nazwa tidak bisa dikatakan baik-baik saja dalam dekapan Iva.

Ali dengan santai menatap keadaan Nazwa tanpa merasa bersalah sedikitpun, kemana hatinya?

“Va, sebenernya kenapa sih?” entah itu pertanyaan keberapa yang sama sekali belum mendapat jawaban.

Ali menghela nafas kasar dan mengacak-acak rambutnya “semuanya gara-gara Prilly.”

Kalimat yang Ali lontarkan itu menyita atensi semuanya, “kok Lo malah nyalahin Prilly sih Kak?” sentak Lala langsung karena merasa geram.

“Kalau dia gabilang, ya gabakal gini. Terus gue harus nyalahin siapa?” balas Ali tak kalah sengit.

Dimana otaknya? Iva tak habis pikir dengan cara kerja otak lelaki itu.

“Brengsek, malah nyalahin orang.” gumam Gino yang di dengar oleh semuanya tanpa dirinya sadar.

Semuanya semakin bingung dengan perkataan Ali, Iva maupun Gino tersebut. Sudah dipastikan sepertinya hal ini ada sangkut pautnya dengan perempuan yang notabenenya sahabat Deriz ketika Ali menyelipkan nama perempuan itu dikalimatnya dengan mengatakan bahwa semuanya salah perempuan itu. Apa yang dilakukan perempuan itu? Ketidak sukannya anggota senat kepada Prilly jadi merasa benar apa adanya karena bisa membuat Nazwa seperti sekarang ini, tidak termasuk Gino, Rey, Leo dan Geo.

Nazwa berharap Ali membuka suara dan menjelaskan semuanya, semuanya hanya rekayasa, semua yang terjadi tadi tidak sungguhan.

Leo menghela nafas kasar “Kal, bisa jelasin baik-baik nggak ini gimana?” tanyanya, Leo belum tau pasti ceritanya seperti apa, tapi sudah menebak apa yang terjadi.

Possessive PlayboyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang