Setelah kesembuhan Gracia hari itu, Shani diam-diam belajar tentang kehamilan selama hampir 2 minggu. Setelah merasa cukup paham dan juga cukup siap, Shani berniat memberi tau Gracia.
Malam ini Gracia pulang lebih awal karena Shani memintanya untuk makan malam di rumah. Shani yang menyiapkan semua masakannya. Gracia sendiri cukup heran, karena biasanya Shani akan mengajaknya makan diluar.
Tapi ya sudahlah, Gracia akan menurut saja dengan keinginan Shani. Jadi saat waktu makan malam, Gracia sudah berada di rumah. Mereka makan seperti biasanya, tidak terlalu banyak obrolan. Baru setelah makan, Shani memulai pembicaraan.
"Aku mau ngomong sesuatu sama kamu Ge." Ucap Shani.
"Mau ngomong apa? Kayaknya penting banget." Tanya Gracia.
"Aku....." Shani menjeda ucapannya.
Gracia menatap Shani intens. Menunggu apa yang akan istrinya ucapkan.
"Aku udah siap hamil Ge." Lanjut Shani.
"A... apa? Coba ulangin, salah denger kayaknya." Gracia sedikit tidak percaya.
"Aku udah siap hamil sayang. Aku nggak mau mempersiapkan diri lebih lama lagi hanya untuk hamil." Ucap Shani lebih jelas.
Gracia melongo kemudian tersenyum bahagia. Di berdiri lalu memeluk erat Shani.
"Makasih sayang." Ucap Gracia.
"Sama-sama." Balas Shani.
Setelah keduanya membereskan bekas makan malam mereka, Gracia dan Shani duduk di balkon kamarnya. Shani bersandar manja di pundak Gracia.
"Jadi kapan mau ikut program bayi tabungnya Ge?" Tanya Shani.
"Kamu maunya kapan? Aku ikut kamu aja kok." Jawab Gracia.
"Besok aja gimana?" Tanya Shani.
"Boleh, nanti aku izin ke kantor dulu." Jawab Gracia.
Selanjutnya hanya diisi dengan obrolan tentang kehamilan. Ternyata Shani sudah tau banyak walaupun baru belajar dua minggu. Mungkin setelah ini Gracia juga harus belajar bagaimana cara menghadapi orang hamil.
***
Seperti rencana, hari ini Gracia akan mengantarkan Shani untuk mengikuti program bayi tabung. Gracia sudah mencari satu orang dokter yang bisa dipercaya, dia adalah dokter Nadila.
Shani awalnya gugup, tapi setelah dijelaskan prosen bayi tabung oleh dokter Nadila, Shani sedikit lega. Setelah itu Shani diperiksa kesehatannya, untuk memastikan Shani benar-benar siap untuk menjalani program bayi tabung.
Gracia hanya bisa menunggu sambil berdoa semoga kesehatan Shani baik. Setelah memastikan bahwa kesehatan Shani baik, Shani bisa mulai menjalani program bayi tabung besok.
"Makasih dokter Nadila." Ucap Gracia sebelum dia pulang.
"Sama-sama, dijaga ya kesehatan istrinya." Balas dokter Nadila.
Setelah itu Gracia dan Shani pulang ke rumah dengan perasaan bahagia. Gracia bahkan sudah tidak sabar ingin menggendong seorang anak.
Gracia dan Shani sampai di rumah, waktu masih menunjukkan pukul 14.38. Karena mereka belum makan siang, mereka meminta Astuti untuk memasak makanan.
"Aku seneng banget." Ucap Shani sambil memeluk Gracia saat mereka sampai di kamar.
"Aku juga seneng banget. Semoga lancar ya programnya." Ucap Gracia dan langsung diamini oleh Shani.
Gracia duduk di sofa kamarnya dan Shani masih mendusel-dusel di lehernya. Gracia memang kegelian, tapi dia mencoba untuk diam dan membiarkan Shani menikmati kegiatannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
YOU ARE MY LIFE [END]
Teen FictionCerita tentang seorang Shani Indira Natio yang kalem, pendiam, datar, dan tidak mempunyai teman harus jatuh cinta kepada seorang gadis tomboy yang dingin tapi baik hati bernama Shania Gracia. "Aku akan membuatmu jatuh cinta dan bergantung padaku Sh...
![YOU ARE MY LIFE [END]](https://img.wattpad.com/cover/187625366-64-k636645.jpg)