Gelisah

2.1K 216 50
                                        

Tania dan Gladys tampak bahagia melihat Syaqilla kembali ke sekolah, namun mereka merasa aneh melihat Syaqilla yang memakai hoodie. Tidak biasanya sahabatnya memakai itu.

"Ko lo make hoodie sih gak gerah apa?" tanya Gladys penasaran.

"Engga ko malahan gue tuh lagi kedinginan biasa meriang." Alibinya.

"Huuaa kamu sakit beb?" teriak Gladys heboh membuat Syaqilla dan Tania menutup kedua telinganya.

"Berisik banget sih." Sinis Tania.

"Mulut-mulut gue, ini sih kenapa lo yang marah," ucap Gladys sewot.

Brak!

Tania menggebrak mejanya membuat seluruh murid yang berada di kelas kaget dan membuat seluruh siswa menjadi fokus melihat ke arah Tania.

"Heh! Gue tau itu mulut lo ya kali mulut si Udin. Tapi ini kuping gue sakit denger suara cempreng lo."

Brak!

Gladys yang tak terima pun ikut menggebrak meja ia berdiri lalu menatap Tania dengan tajam. Murid-murid sudah heboh mendukung jagoan mereka masing-masing sedangkan Syaqilla hanya menatap mereka sambil memakan cemilannya.

"Jangan samain mulut gue sama si Udin dong dan ya kalau kuping lo sakit bawa ke dokter lah. Tanya kenapa bisa sakit apa karena suara gue atau banyak congek di kuping lo," ucap Gladys santai sedangkan Tania melotot mendengar ucapan Gladys.

"Berantemnya lanjut nanti ya sahabat mending kita nyemil ciki bal dulu." Ajak Syaqilla sambil asik memakan cemilannya.

"Diem lo!" ucap Tania dan Gladys barengan.

Sedetik kemudian Gladys berteriak kembali.

"HUAA SYAQILLA ANJENG LO NGEHINA DADDY GUE." Kesal Gladys.

Syaqilla mengerutkan keningnya. "Lah emang nama daddy lo siapa?" Heran Syaqilla sedangkan Tania sudah tersenyum puas melihat muka kesal Gladys.

"IQBAL ANJENG."

"BWAHAHA SYAQILLA POLOS BANGET ANJROT MASA LO GAK TAU NAMA DADDY NIH BOCAH."

Tania tertawa dengan keras membuat yang lain pun ikut tertawa sedangkan Gladys melototin mereka satu-satu bukannya takut mereka malah ketawa tambah keras karena memang Gladys yang matanya sipit jadi aneh kalau seperti itu.

"Sorry gue bener-bener lupa," kata Syaqilla tidak enak.

"Iyah hm Kill mau tau sesuatu gak?"

"Apaan tuh."

Gladys melirik Tania sekilas. "Sebentar lagi temen kita udah kaga jomblo lagi," ucap Gladys sambil memberikan senyum mengejek ke Tania.

"Jangan macem-macem nyet." Ancam Tania sambil menunjuk Gladys.

"Ouh iyah kah?"

"Iyah lo pasti kaget kalau tau."

"Gladys jangan fitnah anjir."

"Aminin aja susah banget."

"Emang siapa yang lagi deket sama Tania?" Syaqilla pun mulai penasaran karena memang Tania belum pernah pacaran.

"Bentar dulu lo minggir dulu gih gue mau ambil pulpen di sana." Tania yang sama sekali tidak merasa curiga akhirnya mempersilahkan Gladys.

"SI TANIA TUH LAGI DEKET SAMA KA BARA KEREN KAN CEWEK TOMBOY BISA DAPET PANGERAN."

Gladys cekikikan melihat raut wajah marah Tania dengan segera ia kabur namun sebelum itu ia membalikan badannya sambil menggoyangkan pingganya ke kanan ke kiri membuat Tania langsung mengejar Gladys jadinya sekarang mereka kejar-kejaran.

Dirgantara (TAMAT)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang