Acara pemakaman Meira berjalan dengan lancar walaupun sepanjang proses pemakaman selalu diiringi dengan tangisan.
Kini tubuh rapuh itu sudah tertimbun dengan tanah meninggalkan luka yang mendalam buat mereka.
"Meira udah ketemu mamah ya nak hiks bilang ke mamah ya hiks papah minta maaf hiks. Jangan lupain papah ya nak hiks hadir lah dalam mimpi papah hiks ...."
Alex mengecup batu nisan bertuliskan Meira Anindiya. Setelah itu, ia pergi meninggalkan rasa penyesalan yang begitu mendalam.
Dirga berjongkok di hadapan gundukan tanah yang masih baru dan mengusap pelan batu nisan dan mulai mengecupnya.
"Maafin gue dan terima kasih karena udah nyelamatin istri sama calon anak gue," ujar Dirga sambil menitikan air mata.
Tiba-tiba saja angin bertiup dengan sangat kencang. Dirga bangkit dari posisinya sambil memberikan senyuman manis, kakinya mulai melangkah pergi keluar dari area pemakaman.
"Aku maafin kalian selamat tinggal."
Angin yang tadinya bertiup sangat kencang kini sudah kembali normal.
Di dalam kamar Dirga Syaqilla hanya melamun kejadian tadi masih tergambar jelas di matanya.
"Kenapa hm?" tanya Dirga melihat Syaqilla terlihat cemas
"Aku bukan pembunuh kan ka gara-gara aku dia meninggal." Syaqilla merasa bersalah atas meninggalnya Meira.
"Syutt ... itu bukan salah kamu, tadi itu adalah takdir," ucap Dirga mencoba menenangkan Syaqilla.
"Nanti aku mau ke rumah baru Meira ya ka," lirih Syaqilla.
Dirga memeluk Syaqilla, pria itu sudah menduga kalau Syaqilla akan menyalahkan dirinya sendiri atas kematian Meira.
Tok tok tok
Dirga melepaskan pelukannya sontak Syaqilla menghapus air matanya.
"Aden di suruh tuan ke ruang tamu," ucap Mbo.
"Oke Mbo."
Di ruang tamu, kediaman keluarga Lukel suasana nampak tegang dengan kedatangan seorang wanita paruh baya yang memaksa ingin menjelaskan sesuatu.
Dirga dan Syaqilla sudah berada di sana mereka semua nampak bingung dengan kedatangan orang yang sama sekali tidak mereka kenal.
"Apa yang ingin anda sampaikan nyonya?" tanya Geral to the point.
Wanita paruh baya itu menghela nafasnya. Semua akan segera selesai karena sudah waktunya ia kembali ke asal negaranya.
"Baik perkenalkan nama saya Antasya Gezrand. Saya adalah asisten pribadi tuan Kezra. Kedatangan saya kemari ingin mengungkapkan sesuatu," jelas wanita itu.
"Saya minta maaf, namun apa yang saya lakukan itu perintah terakhir dari tuan Kezra."
Geral kaget ternyata wanita paruh baya itu adalah asisten almarhum Daddy-nya.
"Lanjutkan." Tegas Geral.
"Oke saya disuruh tuan untuk menjebak Dirga dan Syaqilla, tapi tuan melakukan itu karena ia tau bahwa nantinya Dirga akan di jebak oleh Alex. Saat itu tuan menghampiri saya dan menyuruh saya untuk melaksanakan tugasnya. Tepat itu lah terakhir kalinya kami bertemu, untungnya saya cepat membawa Dirga pergi karena jika saya telat maka Dirga akan tidur dengan seorang wanita malam. Memang tujuan tuan agar Dirga berakhir dengan Syaqilla. Tuan sudah cukup tau sifat asli Syaqilla untuk itu pilihannya jatuh tepat ke Syaqilla," lanjut Antasya membuat semua orang yang ada di sana tercengang.
Semuanya masih berusaha untuk mencerna perkataan dari Antasya hingga akhirnya mereka semua memahami penjelasan yang disebutkan Antasya yang merupakan asister pribadi kakek Dirga.
Dirga mendekap tubuh Syaqilla membisikan sesuatu yang mampu membuat Syaqilla menangis bahagia.
"Apapun alasannya, gue sangat bersyukur bisa milikin lo seutuhnya. Sampai kapanpun gue hanya mencintai Syaqilla Ayundia. I love you," bisik Dirga menangis haru.
"I love you too," jawab Syaqilla berbisik.
Akhirnya, semua penderitaan yang mereka lalui selama ini telah berakhir. Meskipun semuanya sudah terselesaikan, tidak bisa dipastikan masalah tidak akan tetap datang di kehidupan mereka nantinya.
"Anak gue kapan lahirnya nih?" tanya Dirga mengusap perut Syaqilla sehingga membuat semua orang tertawa.
"Beberapa bulan lagi sayang," ucap Syaqilla mencium pipi Dirga.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dirgantara (TAMAT)
Teen Fiction{Follow sebelum membaca} Dirgantara pria yang memiliki ketampanan diatas rata-rata siapa sangka sifatnya yang berbahaya itu malah membuatnya terjebak dalam sebuah skandal. Tepat malam itu ia malah berada di kamar dengan seorang perempuan yang tidak...
