Mereka sudah siap dan berangkat shopping. Rencana yang akan dibuat akan segera dimulai.
Gue nggak bisa gini terus, gue akan berubah. Supaya Lo bisa tenang sama Khatlien karena gue nggak mau orang terdekat gue jadi kena imbasnya oleh Khatlien. - Ucap Anneth dalam hati.
Anneth memilih pakaian yang sedikit berbeda dari yang biasanya. Ia siap menerima segala risiko yang akan dihadapinya. Charrisa terkejut melihat Anneth seperti itu. Ia sekarang lebih suka berpakaian di atas lutut dengan gaya tomboynya, tetapi Mack sudah mengenal Anneth dari dulu. Jadi, wajar saja jika Anneth seperti itu.
"Neth, Lo kok milih pakaian yang kayak gini, nggak salah?" tanya Charrisa yang membuatnya semakin penasaran.
Anneth hanya tertawa kecil. "Udah, mending Lo ikutin alurnya aja."
Mack memberi isyarat kepada Charrisa karena sudah dibicarakan sejak awal dan mengiyakan saja. Anneth menyarankan agar Charrisa berpura-pura menjauhi teman-temannya dan berteman bertiga saja karena ia tidak bisa menceritakan alasannya.
Akhirnya, mereka memilih pakaian yang berbeda dari sebelumnya. Kembali pulang dan beristirahat untuk besok nanti. Rasanya berat bagi Anneth untuk seperti ini.
Anneth menghapus nomor teman-temannya dan hanya Charrisa dan Mack yang ada. Meskipun dibuatkan grup persahabatan, tetap saja keluar. Banyak yang menelpon dan chat, ia tolak dan hanya just read.
***
Pagipun tiba, mereka bersiap-siap untuk rencananya. Ketika berjalan menuju kelas, semua murid terkejut dengan Anneth, Mack dan Charrisa. Mereka menjadi daya ketertarikan, terutama teman dekatnya. Terkejut.
"Itu Anneth dan Charrisa? Gayanya beda banget. Mereka memakai pakaian diatas lutut dengan rambut yang terurai dan badai. Biasanya, mereka dikepang atau diikat 1. Sumpah cowok yang di tengah damage nya bikin gue terpana," ucap Nashwa yang berada diantara Joa, Friden, Gogo dan khususnya Deven.
"Inget sama Gogo, Nashwa. Kasian tuh, kebakar api cemburu nantinya," ketus Joa yang membuat mereka berteriak.
Setelah dikejutkan, mereka berjalan ke masing-masing kelas. Anneth berpamitan dan Mack merangkul Charrisa karena mereka sekelas. Pemandangan tersebut membuat Friden mengepalkan tangan.
Saat Anneth bertemu dengan teman dekatnya hanya tersenyum tipis dan menuju kelas. Ia tidak memedulikan semuanya, termasuk Deven.
Deven yang sejak tadi diam, akhirnya menuju Anneth untuk menanyakan semuanya. "Neth, Lo kenapa berubah. Lo kan tau kalau kita saling mempunyai perasaan yang sama, tetapi kenapa Lo kayak gini?"
"Kita? Asal Lo tau, gue nggak ada sama sekali perasaan suka sama Lo. Meskipun Lo udah suka sama gue, ya, gue berhasil untuk menaklukan cowok yang menjadi popular di sekolah ini," jawab Anneth sambil menekan kata 'menaklukan' yang membuat semuanya terkejut.
Deven membentak Anneth, tetapi ia menutup telinga saja. Sebenarnya sakit tetapi apa boleh buat. Jalan satu-satunya hanya diam. Deven ingin menarik Anneth keluar, tetapi bel berbunyi.
Gue harus selesaikan nanti istirahat. Ada yang tidak beres. - Ucap Deven dalam hati.
Nashwa dan Joa hanya memikirkan semuanya, kedua sahabatnya telah berubah. Cemburu Friden pada Mack semakin terbakar, apalagi Deven. Kacau.
Kathlien dan Marsya terkejut melihat Anneth yang bersikap seperti itu. Rasanya, tidak menyangka jika penampilannya berubah secara keseluruhan, termasuk sikap. Dari sisi lain, ia tersenyum karena bisa mendapatkan apa yang dia inginkan.
"Mack apa kita bisa melaksanakan ini semua?" tanya Charrisa tidak yakin.
Mack hanya mencoba memberikan solusi kepada Charrisa. "Lo tenang aja, ikuti sesuai apa yang telah kita sepakati. Lo kan tau apa yang dibilang Anneth kemarin tentang Lo juga. Percaya dan yakin, kita bisa."
Charrisa hanya mengangguk dan mengikuti semuanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
SPECIAL - [LOVE ANNETH]
Historia CortaSPECIAL - [LOVE ANNETH] "Aku bukan manusia yang terlahir sempurna karena tidak ada orang yang sempurna kecuali Yang Maha Kuasa. Dengan kehadiran dirimu, aku semakin yakin. Bahwa kamu adalah orang yang baik dan menjadikannya terbaik untukku." - Anne...
![SPECIAL - [LOVE ANNETH]](https://img.wattpad.com/cover/228622565-64-k734326.jpg)