Charrisa. Iya, gue harus ke rumah Charrisa. Waktu itu kan gue ada janji kalau dia mau ngucapin sesuatu. batin Deven dan bergegas menuju rumah Charrisa.
Tok ... Tok ... Tok
"Iya, sebentar!"
Charrisa membuka pintu. Alangkah terkejutnya, Deven ada di depannya. Charrisa pikir jika Deven tidak akan menemuinya lagi.
Menyuruhnya untuk masuk. "Ada apa Lo ke sini?"
"Gue mau denger penjelasan Lo, mengenai janji yang Lo sebutin waktu lalu. Gue juga minta maaf, kalau gue punya salah ke Lo." Deven mengharap jika Charrisa akan membantunya.
Charrisa terdiam sejenak. "Ta-tapi ... bukti itu ada di tangan Anneth, Dev. Dia yang punya bukti video dengan jelas. Gue hanya punya rekaman suaranya aja."
Gue sebenarnya marah dan kecewa sama Lo. Gue pengen ngejerit dan nggak mau ketemu Lo. Tapi, Lo itu saudara gue dan gue nggak mau orang tua gue sedih. batin Charrisa bepura-pura tersenyum diatas kepalsuan.
DEG!
Anneth? Be-berarti yang di sekolah tadi.
"Heh, bego! Mau nggak, Lo dari tadi bengong mulu kerjaanya!" kejut Charrisa yang membuyarkan semuanya.
Deven meminta untuk memutarkan rekaman tersebut. Ternyata benar, Joa dkk yang membuat Charrisa seperti itu. Deven meminta maaf yang kedua kalinya kepada Charrisa dan iapun memaafkannya karena saudara.
"Inget, ya, ini semua nggak gratis! Gue besok akan sekolah dan Lo harus traktir gue apapun itu!" pinta Charrisa dengan ide liciknya.
Deven membulatkan matanya. "Wait! Bukannya Lo ada gangguan mental, ya, kata dokter kemarin di rumah sakit?"
"Itu akting gue aja, bego! Gue bohongin semuanya dan mau liat Rekasi Lo. Milih saudara atau pacar Lo. Ternyata, Lo milih pacar Lo dibandingkan gue SAUDARA Lo sendiri!"
"Ya, maaf ... Gue khilaf. Gue juga nyesel udah nampar Anneth dan lebih milih Joa." rengek Deven dengan manja pada Charrisa.
PLAK!
Satu tamparan mengenai pipi Deven. "Lo putusin hubungan Lo sama Joa, titik!"
Deven menelpon Joa dan mengakhiri hubungannya. Setelah itu, Charrisa menyuruh Deven meminta maaf pada Anneth. Alhasil ia tidak mau.
Gengsi.
Charrisa mengusir Deven agar pulang dan tidak menemuinya lagi. Bukannya pergi tetapi Deven menginap di rumah Charrisa.
***
Sementara itu, di rumah Friden terdapat Nashwa dan Gogo. Mengurut punggu Friden yang sakit akibat bertubrukan dengan meja.
"Gila ya si Anneth. Emang kata-kata gue bener, malah gue di amuk. Nggak ngaku juga kalau dia jalang," ucapnya yang sendari tadi menahan sakit.
Nashwa setuju dengan pendapat Friden. Akan tetapi, Gogo menasehati apa urusannya kita menuduh Anneth seperti itu padahal tidak tahu salahnya apa.
Nahswa berdehem. "CK, Gogo Lo jangan kemakan sama isi hati Lo. Akting Anneth itu melebihi semuanya sampai-sampai kita ketipu!"
Friden mendapatkan notif dari Deven yang menunjukkan kebusukan Joa.
ES KULKAS
Friden, ternyata yang buat Charrisa kayak gini adalah Joa.
Serius, Lo?
Serius Friden!
/Send rekaman
Mereka yang ada di sana mendengarkan rekaman tersebut. Meskipun demikian, mereka tidak peduli.
"Ngapain peduli, kalau udah jadi MANTAN!" ketus Nashwa yang membuat Friden dan Gogo berfikir, iya.
Anneth yang sendari di kamarpun membuka matanya. Membersihkan diri dan sarapan. Handphone nya berbunyi. Ternyata itu dari Charrisa.
Kenapa, Cha?
Ini, gue mau nanya. Lo mau nggak maafin Deven. Dia ada di--
Cuman nanya gini doang?
Ta-tapi, Neth. Deven udah me--
Gue nggak ada waktu, Lo jaga kesehatan. Gue sibuk banyak kerjaan. Bye.
Tut ... Tut ... Tut...
Anneth menutup telponnya. Karena tidak ada nafsu makan, ia kembali ke kamar.
"Mau kemana Lo?" tanya Sam yang sibuk dengan game nya.
"Bobo Cantik, males gue." Anneth menutup pintu dengan keras.
Pasti ada masalah lagi. Emang, Deven nggak sadar-sadar.
KAMU SEDANG MEMBACA
SPECIAL - [LOVE ANNETH]
Cerita PendekSPECIAL - [LOVE ANNETH] "Aku bukan manusia yang terlahir sempurna karena tidak ada orang yang sempurna kecuali Yang Maha Kuasa. Dengan kehadiran dirimu, aku semakin yakin. Bahwa kamu adalah orang yang baik dan menjadikannya terbaik untukku." - Anne...
![SPECIAL - [LOVE ANNETH]](https://img.wattpad.com/cover/228622565-64-k734326.jpg)