Part 21 || Memulai dari Awal

116 15 1
                                        

Mereka telah melanjutkan pelajaran dan bergegas untuk pulang. Kini, Anneth sedang piket dan sahabatnya menunggu di gerbang. Deven berjalan menuju kelas karena telah melaporkan kegiatan OSIS kepada pembina.

BRUK!

"Heh! Lo sengaja, ya, nabrak gue," cerocos Anneth yang terjatuh.

"Dih, bilang aja Lo kangen sama gue, 'kan?" jawab Deven yang tidak mau kalah.

"Hih, siapa juga yang kangen sama Lo. Nih, sapu gue. Sekarang, Lo yang nyapu dan gue mau balik. Bye!" ketus Anneth sambil melemparkan sapu dan pergi meninggalkan Deven.

Cewek gila. Tugas nyapu kan seorang cewek bukannya cowok. Eh, iya, ada Joa di depan tuh. Gue ajak jalan aja, deh. Mau ngetest , seberapa cinta/cemburunya Anneth ke gue. - Kata Deven dalam hati sambil tersenyum.

Anneth menyapa sahabatnya dan langsung pergi. Lega sekali Anneth hari ini. Masih bisa menghirup udara segar dengan jati dirinya.

Oke! Mulai hari ini dan seterusnya, gue bakal ngejauh dari Friden dan menganggap sebagai sahabat, tidak lebih. Gue mau mulai semuanya dari awal. - Ucap Charrisa dalam hati sambil memandang ke arah Mack.

Sesampainya di rumah, mereka bersiap-siap untuk pergi malam ini dan memakai pakaian yang kompak. Dengan tidak enak rasa, Anneth hanya diam. Ia tidak tahu kenapa, perasaannya seperti tidak biasanya. Sesak.

Charrisa melihat Anneth pun memberikan kode satu sama lain. Mengatakan tidak apa-apa, padahal tidak baik-baik saja. Samuel mengerti apa yang dirasakan adiknya karena ikatan itu ada. Semuanya diam dan pergi.

"Neth, Lo kenapa sih? Daritadi murung terus, coba Lo cerita," pinta Charrisa yang berada disampingnya.

Anneth hanya menggelengkan kepala dan menyender ke kaca mobil sambil melihat pemandangan disekitar. Anneth tersadar, melihat Deven dan Joa sedang makan dipinggir jalan. Layaknya seperti orang pacaran. Anneth menutup kaca mobil dan kembali diam, tetapi Charrisa juga melihat.

Joa? Joa kok sama Deven. Bukannya, waktu itu dia bilang, kalau dia suka sama Friden dan nggak akan jalan sama yang lain. Kenyataannya? Wah, parah banget si Joa. Kasian, kan, Anneth. Dia jadi lebih buruk lagi. - Kata Charrisa dalam hati.

Mereka emang cocok. Nggak seharusnya gue gangguin mereka. Meskipun, gue nganggep teman, tetapi hujatan itu tetap saja ada dan disebut sebagai pelakor. Apa aku nggak bisa miliki orang yang ada di hadapan gue? - Ucap Anneth dalam hati dan meneteskan air mata karena begitu sesak.

Mack dan Samuel kebingungan dengan tingkah Charrisa, terutama Anneth. Hanya mengatakan tidak apa-apa, itu yang diucapkan Anneth berkali-kali. Anneth berusaha untuk melupakan.

POV Joa

Kok, gue kalau lama-lama kayak gini, rasanya lebih nyaman. Apa gue lupain Friden aja, ya? Lagian, Deven juga ganteng dan masuk tipe idaman gue. Gue yakin, gue bisa dapetin hatinya Deven. - Dalam hati gue sambil tersenyum.

Gue terus menikmati momen tersebut dan mengajak Deven untuk pergi ke VANATION. Gue tahu kalau di sana bakalan ada sahabat gue Charrisa, termasuk Anneth. Pasti menyenangkan.

Deven yang melihat gue pun kebingungan. Tidak biasanya gue bersikap seperti itu. Deven menanyakan, tetapi gue mulai beraksi dan Deven semakin panik.

"Kenapa, Jo? Kok Lo natapnya gitu," tanya Deven yang mulai berada di dekat gue.

Gue ketakutan dan mulai menutup kedua telinga gue sambil menangis. Deven memeluk gue dan menenangkan. Gue langsung beranjak pergi ke mobil Deven dan menutup diri. Deven mengejar.

Berhasil - Ucap gue dalam hati.

"Jo, Lo kenapa?" teriak Deven yang mulai memberhentikan Gue.

"Gue takut, Dev. Rasa trauma gue kembali dan nggak bisa, nggak bisa. Lo liat pria itu nampar istrinya. Gue takut, Dev. Gue trauma dan masa lalu gu--"

Bicara gue terpotong oleh Deven. Ia kembali memeluk dan mengelus rambut gue. "Udah, Jo. Nggak akan terjadi apa-apa, ada gue kok disini buat jagain Lo. Sekarang mendingan kita pergi ke VANATION aja, siapa tahu gue bisa hilangin rasa trauma Lo."

Gue tersenyum dan pergi bersama Deven. Gue tahu Anneth melihat kejadian ini.

POV OFF

Kasian Joa, trauma karena masa lalunya kembali. Gue nggak tega. Kayaknya, gue harus fokus ke Joa aja. Anneth juga nggak peduli sama gue dan berubah drastis. - Dalam hati Deven berkata.

SPECIAL - [LOVE ANNETH] Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang