Seperti biasa, Anneth terbangun untuk sekolah pagi. Teriakan bunda dan Sam mengguncangkan pikiran Anneth, padahal masih jam 05.30 pagi.
Anneth memang marah pada Sam, tetapi ia melampiaskannya untuk tidak berbicara dengannya. Turun melewati tangga menuju sarapan pagi.
Friden? Ngapain tu bocah ke sini? batin Anneth berargumen dan melirik pada Sam. Menatap curiga dan akan menjadi masalah yang besar. Perang dunia antara adik dan kakak segera di mulai.
Tanpa sepatah kata dengan muka yang cuek, Anneth cepat-cepat mengoleskan selai pada roti. Bukan tangan yang bekerja, tetapi matanya juga bekerja kemana-mana. Sehingga ia tidak sadar, jika yang dioleskan adalah bubuk boncabe yang disediakan Sam dengan perlahan.
"HUAH!! MAMI KENAPA ROTINYA PEDAS!" teriak Anneth yang mencoba mencari air. "PEDAS, PEDAS, OMAYGAT! DEMI APA ANNETH NGGAK MAU MATI SEKARANG SEBELUM NIKAH SAMA PASANGAN ANNETH!" latahnya yang secara tiba-tiba ia katakan.
Ha-ha-ha
Semua tertawa melihat kelakuan Anneth, terkecuali Friden yang menahan tawa. Memang kejam dan tidak punya akhlak. Berniat rasa dendam tetapi marah. Lega? Iya, sehabis minum.
Friden bernyanyi. "Aku lagi bete, Beib. Aku lagi sensi, gara-gara ka--"
"Arggghhh ... Friden! Gue lagi kena musibah, Lo tambah gue nggak mood." potong Anneth sambil memanyunkan bibirnya.
Kasihan? Tidak. Ini seperti lelucon yang Anneth buat. Semuanya tertawa, tetapi Sam menjalankan aksinya agar Anneth berangkat dengan Friden.
Berhasil. Meskipun Anneth menolak beberapa kali, akan tetapi Mamanya yang bertindak. Mereka pamit. Diperjalanan Deven menuju rumah Anneth, ia dihentikan oleh pandangan Anneth dan Friden. Apakah Anneth lupa jika ia ada janji dengan Deven?
Rasa panas itu hadir dalam hati Deven. Semula yang bahagia untuk hari pertama pacaran, berubah kesal dan tidak peduli.
Sesampainya di gerbang sekolah. "Lo harus bareng Friden dan nggak boleh ada cowok lain yang ngedeketin Lo, termasuk Deven. Nggak ada penolakan! Awas aja Lo kalau bohong lagi sama gue." Sam pergi meninggalkan mereka berdua.
Sebenarnya Friden kasihan, tetapi apa boleh buat? Ini demi kebaikan Anneth. Deven sudah sampai tepat di depan mereka berdua.
Pasti Deven marah sama gue. Please Dev, Lo jangan marah. batin Anneth yang membuat Deven menaikkan satu alis.
Deven menggenggam tangan Anneth untuk pergi bersamanya, tetapi tangan Anneth ditarik oleh Friden. "Lo Inget, 'kan , Neth?"
Anneth terdiam dan melepaskan tangan Deven, memilih untuk dengan Friden. Kecewa. Charrisa yang melihat pun menghampiri mereka bertiga, berusaha mengembalikkan keadaan.
"Friden Lo sama gue aja ya, 'kan, Neth?" ajak Charrisa pada Friden yang memberikan kedipan agar Anneth bisa bersama Deven.
Diam.
"Gue nggak tertarik sama Lo. Gue mau pergi bareng Anneth." Friden menggenggam kuat tangan Anneth.
Deven mecegah Friden dan Anneth. "Lo nggak usah bawa pacar gue. Lo nggak pantes."
"Oke, sekarang kita tanya Anneth biar semuanya jelas." Friden membuat Anneth terdiam. "Lo bareng gue atau Deven, PACAR Lo."
Duh, gue harus pilih yang mana. Kalau gue pilih Deven, habis gue sama Sam. Kalau gue bareng Friden, Deven pasti kecewa. Gue harus apa?
Akhirnya Anneth memilih pergi untuk Friden. Hatinya terus meminta maaf pada Deven. Pergi.
Gue kecewa sama Lo, Neth!
Deven mendahului mereka berdua dengan marah. Bel berbunyi. Pelajaran 1 & 2 tiba, hanya ada tugas yang guru berikan. Anneth berusaha mendekati Deven, hanya diam yang ia dapatkan.
"Baik anak-anak, tugasnya bisa dikerjakan nanti lagi. Sekarang waktunya istirahat, terima kasih!" Bu Indah berpamitan.
"Baik, Bu!"
Anneth beranjak pergi ke kantin diikuti oleh Friden. Deven yang semakin cemburu pun, menghampiri mereka berdua. "Neth, Lo bareng gue aja."
"Ta-tapi i--"
Joa memotong pembicaraan. "Tenang aja, Neth. Gue ada urusan sama Friden, mendingan Lo sama Deven." mengode agar mereka pergi.
Anneth peka dengan maksud Joa, meskipun ia terkejut dengan perubahannya. "Thanks Jo, Lo udh berubah jadi orang baik."
"Lo apa-apaan sih, Jo! Lepas." Friden menepis tangan Joa dan mendorongnya. Ia segera pergi ke kelas Sam. Joa tidak protes karena ia sangat bahagia dengan semuanya.
Bahagia sekalia ia bisa berduaan dengan Deven. Semua murid memerhatikan keromantisan Anneth dan Deven. Ketika sedang asik menyuapi Deven, Anneth terhenti karena Sam melihatnya dengan tatapan tajam. Menurunkan makanya dan pergi ke kelas meninggalkan Deven.
Abang
Neth, Lo dengerkan
apa yang gue bilang
tadi pagi?
Kalau Lo nekat lagi,
siap-siap tanggung
akibatnya.
Iya.
"Kenapa sih, gue serasa nggak bebas kalau kayak gini." Anneth marah dan mengoceh seperti orang gila.
Joa menghampiri Anneth dan meminta maaf karena pasti yang dilakukannya hanya membuat Anneth sakit hati. Anneth justru berterima kasih, berkat Joa ia bisa bersama Deven walau hanya sementara.
Rasain Lo, Neth. Emang enak!
Kembali melanjutkan pelajaran. Pengumuman libur 2 hari yang guru katakan membuat semuanya bersorak gembira. Dikarenakan semua guru akan pergi ke sekolah lain untuk rapat.
Selama pelajaran, ia merasa bosan. Ia ingin berpacaran seperti orang lain. Pasti bahagia. Terlalu cepat guru itu mengajar, hingga waktunya tidak terasa akan habis.
Anneth melihat semua teman, sahabat dan pacarnya. Raut wajah mereka menandakan tidak suka, kecewa, benci dan marah. Membuang nafas kasarnya dan pergi untuk pulang karena waktunya sudah pulang.
"Neth, Lo gue anter ya. Lo kenapa sih ngehindar dari gue terus? Lo milih Friden daripada gue, sedangkan gue pacar Lo," ketus Deven.
Maaf Dev, gue cuman bisa minta maaf. Gue juga nggak tau kalau kakak gue nggak suka sama Lo tanpa memberi alasan yang jelas. batin Anneth yang terus-menerus berbicara.
"Kenapa Lo diam? Jawab Neth!" amarahnya sudah memuncak. Anneth hanya terdiam dan mengajak Friden untuk pulang.
Disaksikan oleh Nashwa dkk, terkejut jika Friden mengantarkan Anneth. "Anneth pulang bareng Friden. Gue nggak peduli hubungan kalian berdua apa, tapi ini keputusan gue."
"Bang, kenapa kayak gini? Apa salah gue, nggak salah kan jika gue sama Anneth karena dia pacar gue." Deven berusaha menanyakan.
Namun, mereka meninggalkan Deven. Sam mengawasi berjalan Friden dan Anneth, tak lupa juga untuk memberikan peringatan. "Sebelum Lo pacaran sama adik gue, mendingan Lo renungin apa kesalahan Lo dan orang tua Lo di masa lalu." Sam meneruskan perjalananya.
Kesalahan apa? Masa lalu, maksudnya apa? Deven kebingungan dan mengingat apa kesalahannya. Tidak ada.
KAMU SEDANG MEMBACA
SPECIAL - [LOVE ANNETH]
Short StorySPECIAL - [LOVE ANNETH] "Aku bukan manusia yang terlahir sempurna karena tidak ada orang yang sempurna kecuali Yang Maha Kuasa. Dengan kehadiran dirimu, aku semakin yakin. Bahwa kamu adalah orang yang baik dan menjadikannya terbaik untukku." - Anne...
![SPECIAL - [LOVE ANNETH]](https://img.wattpad.com/cover/228622565-64-k734326.jpg)