Part 20 || Terbongkar

139 18 2
                                        

Saatnya kita memulai. - Ucap Lia dalam hati  yang pagi-pagi sudah berada di kelas bersama Nathan.

Pengumuman ... Panggilan ditunjukan kepada Khatlien dan Marsha segera masuk ke ruangan kepala sekolah.

Mendengar pengumuman tersebut, semuanya tecengang dan bertanya-tanya. Tidak biasanya mereka terpanggil dengan menggunakan pengumuman. Akhirnya, mereka berdua menuju ruangan tersebut.

Mama, ngapain ke sini? Ada Lia dan Nathan juga. - Ucap Khatlien dalam hati yang baru saja membuka pintu.

Raut wajah mamanya Khatlien sangat menakutkan, meskipun baru saja kehilangan suaminya. Entah bagaimana, Marsha begitu sangat takut dengan tatapan semuanya.

"Cepat kalian mengaku atau saya kasih surat peringatan!" tegas Bu Indah sambil menggebrak meja.

"Mengaku apa, Bu?" tanya Kathlien yang begitu takutnya dengan keringat dingin.

"Cukup, Kathlien! Kamu mengaku saja, Mama sudah tahu semuanya. Mama nggak suka, ya, punya anak yang suka membully orang. Apalagi itu kelewatan batas!" timbal mamanya Kathlien.

Kathlien dan Masha tetap tidak mengaku dan seolah-olah ini adalah fitnah. Bu Indah menanyakan sekali lagi agar mereka mengaku, tetap saja mereka diam. Kathlien terus memohon kepada mamanya kalau ini adalah fitnah. Marsha menuduh kepada Lia dan Nathan yang melaporkan masalah ini.

"Lo nggak inget sama gue, Sha? Gue adalah ANNETH DELLICIEA NASUTION, anak yang dibully dengan teman-teman Lo. Sampai gue hampir mati di kolam belakang sekolah.Gue punya buktinya dari ponsel milik Kathlien!" tukas Anneth yang membongkar sambil melepas kacamata yang ia pakai.

"Oh, ya, satu lagi. Nama gue yang sebenarnya adalah SAMUEL  VANATRA, kakak dari ANNETH!"

Semuanya tecengang karena kehadiran Anneth masih hidup. Ternyata, orang yang disuka oleh Kathlien adalah kakaknya Anneth yang kemarin menjebaknya. Bu Indah memberikan SP (Surat Peringatan) 2 kepada Kathlien dan Marsha. Mereka harus meminta maaf dan tidak mengulanginya lagi. Tanpa banyak pikir, Kathlien dan Marsha meminta maaf.

Karena masalah sudah selesai, Anneth dan Sam kembali ke kelas dengan tidak menyamar. Saat menuju kelas, semuanya terkejut melihat Anneth. Khususnya sahabat Anneth yang sedang ada di kelas.

"An-neth, Lo masih hidup?" jawab sahabatnya secara serempak.

Anneth hanya mengangguk dan memperkenalkan Sam pada sahabatnya. Anneth meminta agar bisa berteman akrab dengan Friden karena itu musibah bukan ketidaksengajaan. Anneth mengabarkan kepada Mack untuk menemuinya di taman bersama Charrisa. Pelajaranpun di mulai.

***

POV Mack

"Cha, Lo nggak apa-apa, 'kan?" tanyaku pada Charrisa yang sendari tadi melamun.

Charrisa hanya menggelengkan kepala dengan isyarat kalau dia baik-baik saja. Aku memutuskan agar semuanya berhenti saja karena ia tidak harus berpura-pura pacaran dengannya, tetapi Charrisa tetap agar semuanya seperti ini saja.

"Ta-tapi .... "

Aku berhenti ketika melihat pesan dari Anneth untuk menemuinya di taman. Terkejut sekali mendengarnya, termasuk Charrisa.

"Mack ini bukan mimpi, 'kan? Ah, senengnya gue!" teriak Charrisa yang memeluk Mack dengan ketidaksengajaan. "Ma-maaf, nggak sengaja."

"Santai aja, Chaca Maricha. Bilang aja Lo seneng deket sama gue,'kan?"

"Modus! Nanti kita ke taman setelah pelajaran selesai."

Aku hanya berdeham dan memulai pelajaran.

POV off

***

Istirahat pun tiba. Sekarang Mack dan Charrisa sudah berada di taman. Anneth mengejutkannya dari belakang dengan Sam. Anneth juga memberitahukan kalau Sam adalah kakaknya.

"Anneth, gue seneng karena Lo masih hidup. Akhirnya, gue bisa peluk Lo dari sekian abad nenek moyang lahir," cerocos Charrisa yang memeluk Anneth dengan erat.

"Bang Samuel, Lo apa kabar? Udah beda aja nih. Kangen gue sama Lo," ucap Mack pada Sam yang tidak memperdulikan Anneth.

PLAK!

Satu tamparan pada Mack yang berasal dari tangan lembut Charrisa. Mack yang meringis kesakitan pun protes kepadanya.

"Bukannya kangen Anneth masih hidup, malah kakaknya yang disapaan duluan!" protes Charrisa yang kembali marah.

"Heh, Mak lampir to the vampir! Suka-suka gue dong mau sama siapa aja. Jangan galak-galak coba sama Mack--"

"Pacarnya Charrisa sahabat Anneth yang cantik!" potong Anneth ketika Mack sedang berbicara.

Sam terkejut kalau Mack ternyata sudah punya pacar, tetapi Charrisa mengatakan hanya pacar bohongan untuk menjalankan misi, begitupun dengan Mack.

"Yaelah, harusnya kalian beneran aja. Udah cocok, nih! Kalau nggak, ya, buat gue aja Mack. Cakep juga tu anak," canda Sam pada Mack.

"Nggak boleh, enak aja. Ini punya gue!" jawab Mack dengan ceplas-ceplos.

Chartisa salah tingkah dan Anneth terus menggodanya. Akhirnya, untuk merayakan kedatangan Anneth, Ia memutuskan untuk pergi jalan-jalan bersama sepulang sekolah. Khusus Anneth, Samuel, Mack, dan Charrisa. Mereka pun menuju kelas karena istirahat sudah selesai.


SPECIAL - [LOVE ANNETH] Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang