Part 35 | Kembali

99 13 1
                                        

Sinar itu berhasil membangunkan Sam dan Anneth di pagi hari. Mereka berdua membersihkan diri, bersiapa untuk sarapan dan berangkat sekolah.

"Neth, gue harap Lo nggak usah dekat-dekat Deven. Gue nggak suka!" ucap Sam yang mengoleskan coklat pada roti.

DEG!

Ini yang gue takutin. Seharusnya gue seneng bukan sedih, apalagi nyesek. batin Anneth beradu argumen yang membuatnya terdiam.

Sam menggebrak meja, membuat Mama dan Anneth terkejut. "Lo denger apa kata gue nggak sih?" Sam menghentikan makannya dan pergi meninggalkan Anneth.

"Lo harus jauhin Deven, gue nggak mau tau. Lo sebagai ade kesayangan gue harus nurut!" peringatan Sam sebelum berpamitan dengan Mamanya.

Ka Sam kenapa marah sih? Nggak biasanya, sikapnya kasar. Apa gue salah?

Setelah selesai sarapan, Anneth berpamit dan berangkat sekolah. Mama yang bertanya kenapa raut wajah Anneth kusut pun hanya tersenyum saja.

Sementara itu, diperjalanan sekolah Sam memikirkan cara agar Anneth membenci Deven karena ia tidak bisa membicarakan sesuatu yang terjadi pada Anneth. Di setiap koridor, mata Sam sangat tajam. Tangan mengepal, raut wajah yang kesal membuat siswa yang disekitarnya terheran-heran.

Charrisa menghampiri Sam dan bertanya kenapa Anneth tidak ada bersamanya. Hanya jawaban lupa yang Sam katakan.

Pergi.

GREP!

Langkah Sam terhenti karena Charrisa menahannya. Ia membawa Sam ke belakang sekolah, meminta bantuan agar Anneth bisa menemui Deven.

Bodoh.

Memang Charrisa meminta bantuan pada orang yang salah, tetapi apa salahnya jika mencoba?

"Gue nggak bisa." Sam pergi meninggalkan Charrisa namun kembali tercegah.

"Kenapa nggak bisa? tanya Charrisa. "Please, Lo bantu gue sekali aja. Kalau nggak Lo lakuin ini semua demi gue bukan Deven."

Sam membantah. "Ya pokoknya gue nggak bisa, Charrisa! Lo bisa nggak sih nggak usah maksa."

Sama menepis tangan Charrisa yang sendari tadi tidak melepaskan. Sam pergi.

Kenapa kak Sam jadi kasar? batin Charrisa yang terbentak oleh ucapan Sam.

Tidak ada cara lain. Satu-satunya cara yaitu memaksa Anneth untuk pergi menemui Deven. Jika Charrisa meminta bantuan pada Friden, Nashwa, dan Gogo itu tidak mungkin. Ia tidak peduli dengan cara bersujud atau apa, yang terpenting adalah Deven.

Bel berbunyi dan pelajaran pun tiba. Charrisa yang tidak fokus dengan pelajaran, membuat Bu Indah marah. Alhasil, ia keluar dan tidak mengikuti kelas sampai istirahat.

Anneth yang memerhatikan Charrisa pun merasa kasihan. Segitu teganya dia sebagai sahabat tidak mau membantu? Padahal, Charrisa adalah orang yang ada di saat Anneth membutuhkan.

Bu indah memberikan tugas karena waktu pelajaran sudah selesai dan istirahat. Anneth menghampiri Charrisa yang duduk dan melamun.

"Gue akan jenguk Deven demi Lo, Cha." sambil menepuk pundak dan membuyarkan lamunan Charrisa.

"Lo serius?"

Anneth mengangguk. Charrisa bersyukur jika Tuhan mengabulkan permintaannya. Dengan wajah yang gembira mereka berpelukan. Di sisi lain, senyum smirk terlintas di wajah perempuan.

Marsha.

Ia tidak tanggung-tanggung untuk memberi tahu Sam. Kakaknya Anneth. Dengan begitu, Anneth bertengkar dengan Sam dan usahanya untuk mendekati Deven tidak terhalangi.

SPECIAL - [LOVE ANNETH] Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang