Part 3 | Masa Lalu

283 42 2
                                        

"Sebenarnya .... "

Kejadian 10 tahun yang lalu...

"Mi, sebaiknya papa saja yang menyelamatkan Anneth. Mami tunggu saja di rumah, doakan papa bisa bawa Anneth dengan selamat," ucap papa gue sambil membawa uang 100 jt.

Mami Anneth menggangguk dan panik karena Anneth diculik oleh mantan maminya. Mami segera menelepon pihak polisi untuk mengikuti mobil papa, tetapi dengan jarak jauh. Sedangkan Anneth kesakitan karena ikatan tali yang melilit di badannya.

"Lepasin! Memangnya Anneth salah apa?!" Teriak gue sambil meringis kesakitan.

"Diam, Lo anak bodoh! Gara-gara papa Lo yang merebut mama Lo, Om sakit hati dan tidak terima! Seharusnya mama Lo jadi istri Om!" Jelas Om yang menculik gue.

Anneth tidak mengenal om itu karena memakai penutup wajah, tetapi suaranya akan aku dengarkan.

"Sebenarnya, om itu siapa?! Om tidak perlu merusak keluarga Anneth. Anneth sudah bahagia sama Mami dan papa. Anneth tidak mau Mami dan papa cemas gara-gara om!" Teriak gue dengan kesalnya.

"tidak usah banyak bicara! Biarkan mereka cemas! Anneth lihat saja, apa yang akan dilakukan oleh om. Ha-ha-ha!" Dengan wajah setannya om bicara.

"Lepaskan Anneth, sekarang juga!' teriak papa datang sambil membawa koper uang.

Om itu pergi ke arah papa, dengan 2 anak buahnya yang ada di belakang papa.

"Pa! Papa pergi dari sini! Biarkan Anneth di sini. Selamatkan nyawa papa, pa!" Teriak gue sekencang mungkin.

"Tidak, Anneth. Papa akan menyelamatkan kamu, sayang." Jawab papa.

Seketika om itu dekat dengan papa, pisau yang ada di belakangnya menusuk papa. Di situ, Anneth teriak dan menjerit sekencang-kencangnya.

"Ti-tidak! Papa! Jangan sakiti papa. Hentikan!"

Bukan hanya satu kali melainkan 3 kali, papa di tusuk di bagian perut secara bergantian dengan anak buahnya om itu.

"Jangan sakiti papa!"

Ketika Anneth ingin menghampiri papa, Anneth di dorong hingga terjatuh ke kolam dengan keadaan terikat oleh tali.

"Anneth!" Papa teriak dengan tak berdaya, sedangkan gue tidak bisa apa-apa.

"Pa-pa!"

Anneth hanya berdoa supaya Anneth dan papa selamat. Anneth mencoba untuk menghirup udara, tetapi hanya sebentar. Anneth berteriak minta tolong, tidak ada yang menolong.

SAKIT!

DENDAM!

Ketika Anneth melihat papa tidak bernyawa dan tergeletak dengan banyaknya darah. Anneth tidak kuat menahan penderitaan ini. Perlahan Anneth mulai lelah dan dunia rasanya gelap.

Namun, masih ada harapan untuk Anneth hidup. Anneth di tolong polisi dan di bawa ke rumah sakit. Anneth kekurangan oksigen karena terlalu lama di dalam air, sedangkan papa telah pergi meninggalkan Anneth dan mami. Mami menangis dengan semua kehidupan ini, sampai-sampai Anneth harus mengubah sikapnya.

Seketika pulang, Anneth diam di kamar dan menguncinya sehingga tidak makan 3 hari. Di situ Anneth sakit demam tinggi dan akhirnya mami memutuskan untuk pindah rumah. Ketika Anneth pindah, Anneth menemukan surat terakhir dari ayah.

Surat Untuk Anak Papa
Anneth❤️

Neth, papa bangga punya putri seperti kamu. Bukan hanya cantik tetapi pintar dan baik ke semua orang. Kamu selalu tersenyum dalam keadaan apapun. Selalu membuat bangga papi dan mami. Papa menulis surat ini sudah lama, sejak kamu lahir. Papa sayang Anneth. Papa punya satu permintaan untuk kamu, "Jika suatu saat papa pergi, kamu jaga mama ya, sayang. Kamu tetap jadi anak yang baik. Papa tau kamu pasti akan menemukan seorang laki-laki yang membuat kamu tersenyum kembali, setelah papa pergi. Ingat, kamu harus tetap tegar dan tersenyum di segala keadaan apapun. Jika rindu papa, kamu cukup melihat bulan di antara bintang-bintang. Di sana papa melihat kamu." Papa sayang sama Anneth dan mama.

Salam dari papa, untuk Anneth
TERSAYANG💝

"Jadi, Pa-pa menulis surat i-ni untuk an-neth? Sejak ... Anneth kecil hingga sekarang?"

"Iya, sayang. Itu surat terakhir papa untuk kamu," ucap mami.

Anneth sering mendengarkan lagu tentang ayah, batin Anneth sesak ketika mendengarnya. Kejadian yang Anneth alami terus menghantui pikirannya.

Sehingga Anneth berpikir, apakah akan terulang lagi? Setelah Anneth kehilangan papa, apakah aku akan kehilangan mama juga? Anneth sedih dan cemas. Pada akhirnya, Anneth memutuskan untuk melupakan setiap kejadiannya. Karena Anneth tidak mau terlarut dalam kesedihan, Anneth berhak bahagia juga.

"Jadi begitu, ceritanya. Sekarang rencana Lo selanjutnya, kayak gimana?" tanya Deven.

"Gue mau bahagiakan Mami, Ven. Gue harus bangkit dari masa lalu gue. Meskipun gue trauma." sahut Anneth.

Deven mengerti dengan keadaan Anneth, seketika dia memeluk dan mengelus-elus rambutnya. Anneth menangis. Anneth merasakan nyaman ketika Deven memberikan perhatian sama seperti papa.

Pa, Anneth rindu papa. Anneth ingin bertemu papa, tetapi papa sudah bahagia di sana. Anneth janji akan menjadi anak yang baik, pa. - batin Anneth berkata.

"Sekarang, kita panggil dengan sebutan aku kamu saja. Khusus untuk kita berdua. Kalau ada apa-apa Lo cerita sama gue, gue di sini ada buat Lo." jelas Deven yang melepaskan pelukannya dan menghapus air mata Anneth.

Deven mengantarkan Anneth pulang. Padahal, rumah Anneth sampingan dengan Deven.

"Mami, Anneth pulang!"

"Eh, kamu mengapa sayang? Habis menangis, ya?"

"I--"

"tidak kok, Mi. Anneth tadi kelilipan di rumah Deven." potong Anneth dan memberikan kode kepada Deven.

"Ya sudah, Tan. Deven pamit." ucap Deven sambil mencium tangan mami.

"Panggil saja Mami tidak usah Tante. Kamu hati-hati di jalan, ya?"

"I-iya, Mi." jawab Deven gugup.

Anneth langsung pergi ke kamar dan membaringkan badan. Hari ini Anneth capai, tetapi Anneth teringat dengan perhatian Deven. Anneth rasanya nyaman.

mengapa, gue memikirkan dia, sih?! Aduh Anneth, please Lo harus bersikap seperti biasanya. Lo jangan lemah hanya gara-gara dia. Ayolah! - Ucap Anneth pelan dengan pikiran yang berputar .

Akhirnya Anneth mandi dan tidur. Anneth mempersiapkan diri untuk tampil besok, karena Anneth tidak mau Deven kecewa olehnya. Anneth harus bisa!

Sementara Deven, dia pulang ke rumah dan terus memikirkan kejadian tadi bersama Anneth.

SPECIAL - [LOVE ANNETH] Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang