Hari sudah gelap, Deven dan Charrisa tetap berada di taman. Ia terlalu menyesal sehingga tidak memedulikan kesehatannya. Lemas? Itulah yang Deven rasakan. Tubuhnya menggigil dan menyebut nama Anneth.
Charrisa menelpon mamanya dan membawa Deven ke rumah sakit. Menepuk-nepuk pipi dan terus menyadarkan Deven, tetapi ia terus memanggil nama Anneth.
Sekarang, Deven berada di ruang rawat. "Semoga Deven baik-baik saja." Charrisa berharap dan cemas. Keringatnya begitu dingin.
Dokter kembali tetapi ia heran. "Di sini ada yang bernama Anneth? Sejak dari tadi, anak ini memanggil namanya."
Gue harus telpon Anneth, mungkin dengan itu keadaan Deven membaik. batin Charrisa berkata dan pergi untuk menelpon.
"Lalu, bagaimana keadaan Deven, Dok?" Mama Charrisa bertanya langsung.
Dokter hanya tersenyum, pertanda bahwa Deven dalam kondisi baik. Hanya saja, ia harus dirawat beberapa hari. Orang tua mereka juga menelpon orang tua Deven.
----
Neven❤️
Neth, gue mau sekarang
Lo ke rumah sakit.
Deven manggil nama Lo
terus.
Please, untuk kali ini aja
Lo datang, ya.
/Read
----
Anneth kenapa cuman read, sih? batin Charrisa yang sendari tadi mondar-mandir dan menggerutu. Apa harus ia menelpon lagi?
Anneth yang merebahkan tubuhnya di kasur dan tidak memedulikannya. Banyak pesan dan panggilan dari Charrisa. Kesekian kalinya Anneth mengangkat.
"Hmm."
"Neth, please ... Lo jangan egois! Kalau Lo nggak mau ketemu Deven, setidaknya Lo lakuin demi gue."
"Gue capek karena besok sekolah. Bye!"
Anneth menutup telponnya secara kasar dan lelah dengan semuanya. Anneth kembali ke Indonesia karena Charrisa, tetapi Charrisa seperti itu. Rasanya sia-sia. Anneth tidak menyerah.
"Gue mendingan fokus belajar. Anneth, yok, pasti bisa. Mendingan mikirin masa depan daripada memikirkan orang masa lalu." Anneth mengatur nafasnya dan bobo cantik.
BRAK!
Pintu terbuka dengan keras dan membangunkan gadis yang sedang tidur. Dengan muka yang polos dan tidak ada dosa, Sam tidur disamping Anneth dan memeluknya.
"AAAAAA!!!"
PLAK!!
Satu tamparan mengenai pipi sama dan terjungkal mengenai lantai.
"Kenapa si Neth? Gue mau tidur!" teriak Sam yang melempar bantal pada Anneth.
"Ya, Lo ngapain tidur di kamar gue! Lo kan cowok sedangkan gue cewek. Nggak baik kalau berduaan! Lo--"
Sam membekap mulut Anneth yang sendari tadi ngomel tidak jelas. "Lo pilih gue tidur atau gue--" sambil senyum smirk dengan memainkan tangan dan lidarhnya.
Anneth membulatkan matanya dan langsung memotong pembicaraan. "Iya gue nurut! Tapi Lo jangan macem-macem sama gue, gue masih suci orangnya."
Anneth kembali tidur dan membatasi mereka dengan guling. Sam hanya tersenyum penuh kemenangan. Karena apa? Karena Sam tidak bisa tidur akibat uji nyali ke rumah hantu.
***
Apa Lo berubah, Neth?
Charrisa memberi tahu Friden semuanya. Meskipun ada rasa yang tidak enak untuk ia lakukan, tetapi bagaimanapun dia sahabat Deven. Wajah Charrisa pucat karena begitu masalah yang ia lalui, terlebih kesehatan Deven. Ia harus membuat Deven dan Anneth bersatu kembali. Tapi bagaimana, jika keduanya sama-sama keras kepala?
"Cha, Deven dimana?" Friden yang susah mengatur nafasnya karena ia berlari.
Friden menemui Deven. "Ini pasti gara-gara Anneth!" ketus Nashwa yang menyusul Friden.
"Emang, ya, si Anneth nggak berhenti buat ulah. Lo juga Charrisa, ngapain sih Lo masih bela Anneth? Percuma tau nggak!" sambung Gogo yang kesal dan menemui Deven.
Charrisa terdiam dan memilih untuk menemui Deven. Friden khawatir dan terus bertanya keadaan Deven yang dari tadi tidak bangun-bangun.
"Mendingan kalian pulang, ini sudah malam dan besok sekolah." Mama Charrisa mengajak semuanya agar besok tidak terlambat apalagi kepikiran soal Deven.
KAMU SEDANG MEMBACA
SPECIAL - [LOVE ANNETH]
Short StorySPECIAL - [LOVE ANNETH] "Aku bukan manusia yang terlahir sempurna karena tidak ada orang yang sempurna kecuali Yang Maha Kuasa. Dengan kehadiran dirimu, aku semakin yakin. Bahwa kamu adalah orang yang baik dan menjadikannya terbaik untukku." - Anne...
![SPECIAL - [LOVE ANNETH]](https://img.wattpad.com/cover/228622565-64-k734326.jpg)