Sudah siap membaca cerita ini?
Kepo dong pembaca Atthalariq dari mana aja?
Komen sebanyak-banyaknya yaa, jangan
diem-diem bae ....
Okay, happy reading!
- - -
"GERHANA ... tahu gak persamaan kamu sama Sophia?" Juan berteriak keras ketika jam istirahat sedang berlangsung.
Ketiga sahabat Gerhana menutup telinga mendengar hal tersebut. Terkesan mengejek kemudian, ketiganya memilih saling berangkul untuk keluar kelas. Sedangkan, Gerhana masih tidak dibiarkan pergi.
"Apaan sih?"
"Jawab aje, susah amat."
"Kagak tahulah, udah sono, gue mau ke kantin."
"Jawab dululah."
Gerhana memilih untuk berlari keluar kelas. Namun, naasnya ia malah harus bertemu Jovan yang baru saja hendak memasuki kelas.
Melihat Gerhana tengah berlari menuju ke arahnya, ralat, keluar kelas maksudnya. Segera saja Jovan menghentikan langkah cewek itu dengan menahan salah satu tangannya pada kusen pintu. "Mbak Gerhana, jangan lari-lari dongggg ...." Gerhana mendorong Jovan ke samping agar ia bisa lewat dari sana.
Membiarkan Gerhana pergi, Jovan mendekati kembarannya kemudian menedang bokong cowok itu. "Lo apain calon gue, heh?!"
"Enak aja lu, ngaku-ngaku calon gue."
"Bacot amat, kalian bacot amat ...." Kenzo yang datang dari arah pintu dengan sebuah pop mie di tangannya, menyindir dua cowok tersebut dengan nada 'terpesona'. "Eh, Ju, emang tadi gombalan lo buat Gerhana jawabannya apa?"
Juan mendekat, merangkul Kenzo yang memberikan tatapan aneh pada cowok itu. "Sama-sama the first."
"Emm syaiton ..., mau muntah gue anjeng," ujar Kenzo kemudian melepaskan rangkulan Juan yang memberikannya senyuman penuh bangga.
"Gossip-gossip." Gio menyusul Kenzo masuk ke dalam kelas begitu pun dengan Dandi.
Kenzo, Gio, Dandi, dan Jovan memang ke kantin bersama sedangkan Alariq dan Juan menunggu di dalam kelas karena malas mengantre. Kalau bukan karena banyak cewek cantik nan menarik di kantin hari ini, keempat cowok itu mana mau melakukan hal tersebut secara cuma-cuma.
"Lo emang penuh dengan gossip, Gi," ujar Dandi sebelum benar-benar mengunyah makanannya.
"Gue itu faktual keles."
"Serah lu dah, cepet kasih tahu gossipnya." Kenzo mendudukkan bokongnya di kursi milik orang lain untuk menikmati makanannya setelah memberikan pesanan milik Alariq.
Sebuah penghargaan hari ini adalah Alariq dan Kenzo belum menunjukkan tanda-tanda saling beradu hingga di jam istirahat pertama ini.
Alariq itu bagaikan orang PMS di dekat Kenzo. Sedangkan, Kenzo tahu sendiri orangnya terlalu emosian. Untung saja keduanya tidak pernah terlibat masalah serius. Kecuali, Alariq yang memberi hajaran habis-habisan pada sahabatnya itu karena perkara hal lain. Kelahi dengan Dipo misalnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
ATTHALARIQ
Teen Fiction[BEBERAPA CHAPTER DIPRIVAT, FOLLOW SEBELUM MEMBACA] Walau tidak ditelaah lebih dalam seorang Brigita Griselda akan mendapatkan predikat manusia paling bodoh di alam semesta ini. Fisiknya diciptakan dengan apik oleh Tuhan namun sayang matanya dibuta...
