ATTHALARIQ; 38

18.4K 1.7K 10.8K
                                        

FOLLOW SEBELUM MEMBACA CERITA INI DIPRIVAT‼️🚨

GUYS AKU MAU JELASIN‼️ Biar kalian gak capek nanya kapan update dan aku gak jelasin terus (semisal aku kasih taget 1,3k vote dan di vote wattpad tulisannya 1,17k itu kalau dibulatin 1,1k yaa jadi belum kecuali 1,34k nah itu baru dah bener guys) kalau udah capai target terus aku belum update baru deh kalian nanya kapan aku update🙂‍↕️🙏

Jadi, kalau aku belum update seperti itu lah jawabannya, belum waktunya😇

Guys, flashback dalam ceritaku biasanya gak aku tandain flashback gitu tapi dibaca baik-baik aja pas alurnya lagi maju dan mundur, mudah kok.

Baiklah, selamat membaca semua, terima kasih sudah menunggu & bersemangat dengan ceritaku❤️

Next chapter after 1,7k vote & 11k komen💘

Kalian bisa komen di setiap paragrafnya juga yakk guys❤️

Kalian bisa komen di setiap paragrafnya juga yakk guys❤️

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

❤️Visual Alariq versiku❤️


•••

APA yang lebih menjengkelkan dari hari senin selain melihat wajah Kenzo? tentu saja melihat Sergio.

Pagi tadi di lingkaran meja makan di rumah kakeknya, Alariq mau tak mau harus bertemu Sergio dalam acara sarapan bersama.

Sungguh acara aneh dan memuakkan, memulai pagi dengan sesuatu yang tidak baik tentu saja akan merusak harinya.

Pembahasan akan selalu meliputi bisnis, bisnis, dan bisnis. Alariq sampai lupa kalau mereka adalah keluarganya sebab di dalam benak cowok itu seluruh manusia di lingkaran meja makan ini kecuali Ayah dan Adiknya adalah saingan dalam bisnis saja.

"Alariq dan Sergio yang akan bersaing untuk mendapatkan kursi ini nantinya." Hanya itu yang membekas di ingatan Alariq selebihnya tidak ada lagi karena cowok itu tidak peduli.

Sejujurnya Alariq tidak memiliki ambisi untuk mengakusisi seluruh kekuasaan dan kekayaan yang ada pada keluarganya ini, kalau Sergio mau cowok itu bisa langsung mendapatkannya tanpa harus capek-capek bersaing.

Namun, Attharel adalah pewaris dari ini semua sebagai cucu pertama. Attharel berperan besar tentunya kalau saja cowok itu masih hidup. Alhasil Alariq tidak ingin Sergio mengambil sesuatu yang seharusnya menjadi milik kakaknya.

"Lo gak butuh itu semua, kan?"

"Kenapa?"

"Attharel udah gak ada-"

"Dia udah gak ada, gue nya masih hidup."

Sergio terlihat mengangguk-angguk dengan ekspresi mengejek.

ATTHALARIQTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang