Halo selamat membaca semua.
•••
Gisel senang kalau Alariq tertawa, Gisel ikut bahagia kalau cowok itu dapat berekspresi lebih tidak hanya diam menjadi pengamat. Gisel diam-diam sering melihat cowok itu tersenyum atau bahkan tertawa bersama sahabat-sahabatnya. Terakhir kali Gisel tertawa bersama cowok ituu mungkin 10 atau 11 tahun yang lalu mungkin.
Gelak tawa Alariq perlahan mengecil di indra pendengaran ketika Gisel pelan-pelan membuka kedua netranya. Sinar matahari yang menusuk ternyata membangunkannya dari mimpi, mimpi yang indah. Walau itu hanya mimpi nyatanya membuat Gisel menarik senyum kecil di sana.
Ia masih di kamarnya, rasa pusing nan penat tiba-tiba dirasakan oleh Gisel, ia hampir lupa bahwa semalam ia pingsan, terkulai lemas akibat kiriman bingkisan entah dari siapa.
Meski tidak bertanya siapa yang membawa ia ke dalam kamar, Gisel yakin kalau itu pasti Alariq. Sebab, ketika ia pingsan yang berada di sana hanya lah Alariq.
Gisel sempat terbangun, sekitar satu jam dan di sana Alariq serta Kenzo berpamitan untuk pulang.
"Gue udah nyuruh Kenzo buat lapor ke pihak apartemen lo soal ini." Itu kalimat yang mencelos keluar dari bibir Alariq sebelum cowok itu melanjutkan langkahnya.
"Baek-baek dah lo, nyet, bisa-bisa yang dateng entar bingkisan bangkai gajah." Tidak perlu ditebak lagi, itu sudah pasti Kenzo, mana mungkin juga seorang Alariq berkata aneh macam itu.
Walau mulut cowok itu mengeluarkan ledekan akan tetapi tetap saja, di jalan Kenzo terus bertanya-tanya pada Alariq siapa lah pelaku dari kejadian tersebut.
Kenzo juga banyak bercerita ketika pulang bersama Alariq semalam kalau tempo lalu Kenzo dan sahabat-sahabatnya yang lain sempat melihat kejadian kurang mengenakan antara Gisel dengan seseorang yang mereka yakini Bapak dari cewek itu.
"Gue kasian banget sama dia, Cong?"
Alariq hanya melirik sebentar dengan tatapan tajam kemudian kembali fokus pada jalanan saat itu.
Kembali pada Gisel, ia sungguh berterima kasih akan kebaikan Kenzo terhadapnya. Rasa-rasanya ia ingin memberi segepok emas pada cowok itu karena entah darimana otak waras seorang Kenzo berjalan.
Tahu tidak sih? Ruang apartemen Gisel menjadi lebih bersih ketika ia bangun di pagi hari ini, dan itu ulah Kenzo. Katanya ia berbaik hati untuk membersihkan apartemen Gisel ketika cewek itu pingsan semalam karena berpikir cewek itu diberi bingkisan bangkai tikus seperti itu karena Gisel terlalu jorok di apartemen, hingga tetangganya merasa risih.
Walau itu terdengar hanya bualan Kenzo yang ... yah, Gisel tahu kalau cowok itu hanya berniat untuk mengurangi beban pikirannya.
Kenzo anak pertama dari lima bersaudara, Gisel pernah mendengar itu, katanya cowok itu anak yang rajin dan berbakti kepada Ibunya yang single
parent tak heran kalau Alariq juga senang bersahabat dengan Kenzo, belum lagi Alariq yang kadang lempeng-lempeng saja menerima jika Kenzo menguras duitnya.
Jari telunjuk Gisel bergerak menyentuh meja makannya yang begitu kinclong, Gisel hampir tak pernah makan di sini, walau begitu ia yakin sebelumnya meja ini cukup berdebu. Entah otak dari mana Kenzo hingga sampai sebaik ini.
Di balik Kenzo yang terlalu baik semalam, Gisel jadi cekikikan sendiri mengingat Alariq yang pasti mau-mau saja menunggu Kenzo untuk membersihkan apartemennya.
KAMU SEDANG MEMBACA
ATTHALARIQ
Teen Fiction[BEBERAPA CHAPTER DIPRIVAT, FOLLOW SEBELUM MEMBACA] Walau tidak ditelaah lebih dalam seorang Brigita Griselda akan mendapatkan predikat manusia paling bodoh di alam semesta ini. Fisiknya diciptakan dengan apik oleh Tuhan namun sayang matanya dibuta...
