...
Alariq mengira bahwa semuanya akan selesai dalam hitungan menit setelah ia sampai di apartemen seorang Gisel namun nyatanya cowok itu harus tertinggal lama di tempat ini dengan kepala yang terasa pening.
Nama Jillian sepupunya adalah hal yang paling mendominasi di otaknya saat ini, melihat seorang Gisel terbaring lemah tak sadarkan diri dengan baju basah. Menelpon seorang Bianca bukanlah sebuah jalan keluar sehingga hanya nama seorang Jillian lah yang terlintas di kepalanya.
"Ohalo Pak Ketua, ada yang bisa saya bantu?" suara Jillian terdengar mengejek.
"Lu di mana?"
"Gue? Gue di Bandara mau otw Bangkok," Alariq memijat pelipisnya yang terasa pening, ini belum liburan sekolah namun Jillian sudah siap-siap berlibur, entah apa izin yang ia berikan pada orang tua dan sekolah sehingga cewek itu bisa melenggang bebas keluar negeri saat ini.
"Ya, bye!" Saking malasnya, Alariq hanya mengatakan dua kata itu kemudian memutuskan sambungan.
Tahu siapa yang ia hubungi? Ya, Mario Jacob Benjamin, lagi.
"Ya Tuhan Yesus, kenapa lagi anak ini, Tuhan!" Itu rapalan pertama yang didengar Alariq ketika sambungan teleponnya diangkat oleh Mario.
"Posisi?"
"Basecamp Batalyon!"
"Tanyain Dipo coba, pacarnya yang waktu itu gue mau minta tolong."
"Ngadi-ngadi lu! Gak bisa, itu raja terakhir, jangankan elu Cakra minta tolong juga segan!"
"Ya lu nanya dulu, Markonah!"
"Lu tuh kenapa sih? Sibuk amat gue lihat dari tadi!"
"Bilang aja, gue butuh cewek buat bantuin gue."
"Lu nyari perkara sama Dipo?"
Rasa ingin menutup congor seorang Mario itu benar adanya, Alariq sudah biasa mendengar petakilannya seorang Kenzo jadi mendengar ocehan Mario masih bisa ia toleransi ya ... walaupun tetap saja terdengar menjengkelkan.
"Mending lu coba bilang dulu Markonah!"
"Heh Alariq! Perintilan lo di sana banyak ada Si Kenzo, Si Gio, Si kembar sama siapa itu yang sholeh, kenapa gila-gila minjem member dah lu!"
Pegal mendengar suara Mario, Alariq memutuskan sambungan kemudian memotret seorang Gisel, mengirimkan pada Mario saat itu juga.
Me:
Sent photo.
Nih orang pingsan, gak bisa gue gantiin bajunya, lu coba bilangin sono ke pacarnya Dipo.
Mario Jacob:
Njing, lu apain anak orang? Belum waktunya dodol, berobat lo!
Me:
Bising banget, cepet!
Mario Jacob:
Wait, gue bilang ke Dipo dulu. Suruh siapa kek dodol terus lo bayar. Lu berhutang penjelasan!
Me:
Gue gak ada kenalan cewek, yang ada malah makin panjang urusannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
ATTHALARIQ
Teen Fiction[BEBERAPA CHAPTER DIPRIVAT, FOLLOW SEBELUM MEMBACA] Walau tidak ditelaah lebih dalam seorang Brigita Griselda akan mendapatkan predikat manusia paling bodoh di alam semesta ini. Fisiknya diciptakan dengan apik oleh Tuhan namun sayang matanya dibuta...
