ATTHALARIQ; 40

11.5K 1.2K 10.5K
                                        

FOLLOW SEBELUM MEMBACA, CERITA INI DIPRIVAT‼️🚨

CERITA INI MEMUAT BEBERAPA KATA TIDAK PANTAS & ADEGAN KEKERASAN

PARA PEMBACA ATTHALARIQ, PARAGRAF INI ADALAH ULTIMATUM DARI PENULIS BAHWA JIKA MEMBACA CERITA INI, ANDA ADALAH PEMBACA YANG HARUS MAMPU MENERIMA BAHWA CERITA INI MENGANDUNG BANYAK ADEGAN YANG TIDAK SESUAI HARAPAN PEMBACA, MENGIKIS MENTAL, DAN BERSIFAT FIKSI BELAKA.

HALO PEMBACA ATTHALARIQ, SIAPKAH MENTALMU DIGUNCANG PART INI?

TARGETNYA 2K VOTE DAN 10K KOMEN YAK CHAPTER INI.

ABSEN KALIAN DARI KOTA MANA SAJA?

HAPPY READING ALL~

HAPPY READING ALL~

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.



•••


GISEL menatap gedung tinggi di hadapannya ini dari atas hingga bawah. Dengan dress yang tengah ia kenakan malam ini, ia sedikit bergidik takut dengan apa yang terjadi di dalam, yang ada di pikirannya sekarang adalah menyelesaikan perkara dirinya dengan Pak Dimas--ia tidak ada perkara sebenarnya dengan pria itu--namun karena sudah terlalu sering menolak laki-laki itu, jadilah Gisel mengiyakan dengan syarat ini adalah yang terakhir.

Gisel tidak ingin lagi berurusan dengan guru itu meskipun kalau dilihat dari luar sebenarnya tidak ada hal yang harus membuat Gisel menolak pria itu mengingat Dimas itu cukup terkenal dengan sifat baik dan tekunnya, jika saja Gisel masih memiliki Ibu mungkin jika dikenalkan ke Ibunya akan langsung di-acc, yah ... karena Dimas sudah sematang itu. Ini hanya pandangan dari luar saja, Gisel tidak tahu aslinya pria itu, ini hanya real penilaian Gisel dari luar dan cerita orang-orang di sekolahnya.

Kakinya melangkah mantap menemui pria itu, ini adalah undangan makan malam, Gisel sebenarnya datang dengan berat hati, tentu saja, perempuan mana yang tidak berat hati menemui janji makan malam dengan pria yang tidak ia sukai. Gisel tidak butuh fancy dinner gratis untuk memberi makan story Instagramnya, ia bisa melakukannya sendiri tanpa duit laki-laki tersebut, ingat dan perlu digaris bawahi kedatangannya malam ini murni karena in gin menyelesaikan perasaan pria itu padanya.

Di ujung sana, tepat di dekat jendela yang memperlihatkan pemandangan kota di malam hari, Pak Dimas duduk di salah satu meja yang sudah ia reservasi. Gisel sedikit mengernyit ketika netranya berputar melihat keadaan sekitar yang pure tidak ada seorang pun selain mereka, apakah tempat ini tidak seterkenal itu sampai tidak ada yang ingin datang ke sini? Tapi Gisel tahu tempat ini cukup terkenal di kalangan elit untuk mengajak pasangan, dan yah ... mungkin saja Dimas juga sekaya itu untuk mereservasi satu lantai tempat ini hanya untuk mereka berdua.

"Halo Gisel, kamu cantik banget."

Mendengar kalimat yang pertama kali meluncur dari Pak Dimas tentu saja terdengar lebay dan menjijikan di telinga seorang Gisel.

ATTHALARIQTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang