"Iyuh, ada lendir asmara!" Daffin memekik heboh begitu melihat harta karun di atas mejanya. Masih terlalu pagi untuk meladeni keributan yang membuatnya naik pitam.
"Happy Asmara kali." Zoe menimpali.
"Coba Lo liat." Dengan kurang ajar, Daffin menarik kepala Zoe saat cowok itu kebetulan lewat di sebelahnya. Memaksanya mendekat dan menunduk tepat di atas meja cowok itu.
Detik berikutnya, Zoe melotot. Reflek berteriak dengan mata nyaris keluar. "INI UMBEL!!"
Tanpa aba-aba, Daffin berteriak dengan emosi membara, "CAKRONG!" Sementara si pelaku masih santai merebahkan kepalanya di atas lipatan tangan. "LO NGAPA MENEBAR UMBEL KENTEL SEGER DI MEJA GUE, GUOBLOK!"
Zoe mengelus dada Daffin, seolah tengah menyabarkan cowok itu yang wajahnya sudah memerah penuh amarah agar tidak benar-benar meledak sewaktu-waktu.
"HEH, BUDEK!" Daffin kembali memekik tidak sabaran lantaran Cakra masih saja diam. "GUE TENDANG TITIT LO, NIH!"
Lalu, Cakra mengangkat kepalanya, sebelah alisnya terangkat.
"Ngapa, Lo?" Zoe keheranan begitu menyaksikan wajah Cakra yang tidak seperti biasanya. Tampak murung dan lesu dengan kedua kantung mata yang menghitam.
"Ambyar," sahutnya kecut. "Retta punya pacar baru."
Daffin sudah ancang-acang menyanyikan lagu after the heatbreak milik Brielle Von Hugel sambil ngeden dengan penuh semangat- seakan emosinya kabur entah kemana- namun gagal begitu mendengar Rayden berteriak sambil melempar salah satu buku milik cowok pintar itu. "SURGA LO TUH! Contekan."
Mata Daffin dampak berbinar tepat saat Rayden melangkah mendekat. Namun cowok itu segera sadar, karena bagaimana kondisi hati Cakra lebih penting sekarang.
"Wehhh, ngapa muka Lo kayak pentil kutu dah," celetuk Rayden sembari menatap Cakra lekat-lekat. Tanpa sadar, mengikuti kalimat Pelangi ketikan gadis itu ngomel-ngomel. Karena kalau tidak salah, pentil kutu pernah sekali keluar dari mulut Pelangi ketika mereka adu mulut.
"Si Retta punya baru." Daffin yang menyahut. "Lebih ganteng!"
"Apaan! Mukanya mirip kingkong letoy, gitu!" seru Cakra tak terima.
Semalam, sebelum Cakra bobo ganteng, dia menyempatkan diri membuka instagram yang berujung membuatnya nelangsa semalam setelah melihat postingan terakhir Retta bersama cowok barunya. Yang tentu jelas, muka cowok itu tidak ada cakepnya sama sekali.
Mungkin juga, dilihat dari segi manapun, Claretta Conchetta hanyalah gadis biasa. Saking biasanya sampai membuat Cakra menyesal bukan main karena meninggalkannya begitu saja. Buat Cakra, Retta itu seperti berlian yang dibungkus rongsokan.
Flu membuatnya tersiksa, Retta membuatnya nelangsa.
"Halah, kalo emang dia mirip kingkong letoy. Nyatanya Lo juga yang kalah, kan?" Zoe ikut mencerca.
"Bumi gonjang-ganjing, angin mobat-mabit, laut kumpyang-kamyung..." Rayden komat-kamit dengan mata terpejam layaknya seorang dukun. Terkesan amat dark. "Ati ambyar mabyur!" Dia membuka matanya kembali. "Makanya jangan sok ganteng Lo jadi cowok! Tau sendiri muka Lo jelek begitu, masih aja mau yang lebih."
Bukannya memberi solusi, atau paling-paling menenangkan, mereka bertiga malah membuat Cakra makin puyeng. Cowok itu beranjak, segera keluar kelas tanpa mempedulikan teriakan ketiganya yang luar biasa heboh.
Niat hati ingin menenangkan diri, namun yang didapat justru pemandangan yang membuatnya harus tahan nafas seketika. Merasakan denyut di dada yang luar biasa nyata.
KAMU SEDANG MEMBACA
CERAUNOPHILE [Completed]
Novela JuvenilSama halnya dengan sebuah lilin di tengah gelapnya malam, seperti itulah hubungan benang raja dengan sang guntur. ©copyright Listikay Oktober 2020.
![CERAUNOPHILE [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/245495132-64-k317823.jpg)