Pelangi sedang duduk santai dengan setoples kripik kentang di tangannya. Lembayung duduk di sebelahnya. Senja baru saja beranjak ke belakang. Sedangkan Ayah sibuk di ruang kerjanya.
“Bang, Bang,” panggil gadis itu.
“Kayak judul lagunya Jessie J,” gumam Lembayung.
“Sama Ariana Grande?” Pelangi memastikan.
“Sama Nicki Minaj juga.”
“Ya tapi kan itu bacanya beng beng.”
“Kayak jajanan.”
“Dih, daripada Lo kayak monyet!”
“HEH!!!” Pria itu melotot lebar. “Nggak sopan!!”
Pelangi cengengesan, ia menyahut sembari cengar-cengir, “Bercanda doang.”
“Bercanda-bercanda! Siapa yang ngajarin begitu?”
Itu kalimat yang pantas diucapkan jika Pelangi masih berumur lima tahun, bukan anak gadis yang sudah menginjak usia delapan belas tahun sepertinya.
“Nggak ada.” Ia mendekatkan diri ke arah Lembayung, lantas memanggilnya lagi sambil berbisik. “Bang.”
“Apa?”
“Tiap makan masakannya Kakak, kok rasanya beda yah. Kayak kurang enak gitu, padahal kan biasanya enak banget.”
Mereka memang baru selesai makan malam beberapa menit lalu.
Lembayung menoleh ke belakang lebih dulu, memastikan Senja tidak ada di sekitarnya. “Bukan kurang enak, tapi emang nggak enak.”
Pelangi manggut-manggut. “Kirain aku doang yang ngerasa gitu.”
“Semenjak hamil emang gitu. Nggak tahu sih ya anaknya bakal cewek apa cowok. Yang jelas besok dia nggak sejago masak Mamanya.”
“Lah terus itu restonya? Sepi dong jadinya kalo masakkannya nggak enak.”
“Resepnya doang dari dia, yang masak mah bukan dia.”
Pelangi mengangguk lagi.
“Itu gimana urusannya si Rayden?”
“Ohh… udah diomongin dua keluarga sih harusnya. Cuma nggak tahu, belom ketemu dia lagi. Katanya lagi sibuk.”
“Ya sibuk ngurusin itu juga paling.”
Gadis itu mengunyah keripik kentangnya lebih dulu sebelum kembali melanjutkan kalimatnya. “Yang begituan bakal lama nggak sih, Bang?”
“Lama apanya?”
“Tau siapa pelakunya gitu. Terus nyari orang itu bakal lama apa nggak?”
“Ya nggak tau Abang juga. Lagian tiga tahun kan lumayan lama,” jawab Lembayung. “Beda lagi kalo begitu habis kejadian, korbannya langsung diautopsi. Kemungkinan besar bakal ada sidik jari pelakunya kan. Kalo yang udah gitu cepet, belum ada dua puluh empat jam bakal ketemu.”
“Kata Rayden dia nggak dibolehin liat jenazah Ayahnya, parah pasti ya badannya.” Ia bergidik sendiri membayangkannya. “Kalo mau diautopsi kan serem. Dalem banget itu jembatannya, bawahnya banyak batu gede.”
“Itu gimana bisa semua orang nggak ada yang percaya sama Rayden, sih?”
“Soalnya, dia tukang ngibul.”
“Ya masa yang kayak begitu masih dianggap ngibul?!”
“Ya nggak tau!” Pelangi ikutan nge-gas. “Kalo kata Rayden, orangnya ini pake sarung tangan. Tapi kalo diliat-liat, dia kayak cuma asal pake kain gitu.”
KAMU SEDANG MEMBACA
CERAUNOPHILE [Completed]
Teen FictionSama halnya dengan sebuah lilin di tengah gelapnya malam, seperti itulah hubungan benang raja dengan sang guntur. ©copyright Listikay Oktober 2020.
![CERAUNOPHILE [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/245495132-64-k317823.jpg)