Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
***
Dibandingkan untung, Zoe lebih mendapatkan rugi. Tentu saja jelas.
Kamarnya dijadikan penampungan anak kadal yang semuanya tidak tahu diri.
Berantakan, sampah berserakan, play station dibiarkan tergeletak begitu saja tanpa dibereskan, dan mereka belum bangun saat matahari bahkan sudah melompat tinggi-tinggi.
Zoe semalam juga memutuskan untuk tidur di sofa ruang tengah. Pertama karena ia tidak kebagian tempat tidur— hanya sofa saja yang tersisa. Kedua karena mendengar suara dengkuran Cakra yang luar biasa kencang.
Tidak ada hal lain yang bisa dilakukan Zoe selain pasrah.
Mari kita beralih pada Dewa Guntur, yang asyik molor dengan keadaan shirtless. Bajunya bahkan dibuang di lantai begitu saja.
Matanya mulai mengerjap pelan, menyesuaikan cahaya yang menerobos masuk melalui jendela kaca. Ia menunduk, terkejut dan langsung mendorong wajah Daffin menjauh darinya.
"ANJING BANGET!"
Baru melek saja, dia sudah misuh-misuh.
"Apaan sih dorong-dorong?!" Daffin ngedumel jengkel dengan mata merem melek.
Rayden memegang dada kirinya, bermaksud melindungi. "Punya gue emang pentilable. Tapi bukan berarti emutablet, ya!"
Saat tidur tadi, posisi Rayden memang miring ke kiri. Sementara wajah Daffin nemplok di dapan dada Rayden. Cowok itu jadi seperti seorang Ibu yang tengah menyusui anaknya.
Cakra yang terganggu tiba-tiba nyelonong ke kamar mandi diiringi tatapan heran dari Zoe. Entah anak itu memang ingin ke kamar mandi, atau dia hanya ngigau dan pindah tidur di kamar mandi.
"Halah, kempes begitu pentilable!" Daffin yang memang masih mengantuk segera meraih guling, kembali merem tanpa mempedulikan Rayden.
Zoe yang duduk santai di sofa, diam menyimak. Ia sudah mandi, sudah wangi, dan sudah rapi. Sementara Rayden yang masih belekan justru beranjak bangun dan menghampiri cermin.
Cowok itu bersiul sembari menyisir rambutnya dengan jari, bertepatan dengan Cakra yang keluar dari kamar mandi, wajahnya tampak basah. Terlihat lebih segar setelah cuci muka.
Tidak jadi lanjut tidur di kamar mandi rupanya.
Rayden memandang tubuh atasnya, yang di mata siapa pun tampak sempurna, meski ada beberapa bekas luka di sana. Juga luka yang masih basah dan tampak mengerikan. Ia menyeletuk, "Cewek kalo shirtless gimana ya?"
Zoe mendengus. Cakra melotot.
Cowok dengan wajah basah itu menyambar cepat, "Bego, Lo!"