Seperti pagi biasanya Aecha kembali memasuki sebuah toko bunga untuk memulai pekerjaannya.
Ia menyapa wanita paruh baya yang tengah menyirami tanaman, lalu kemudian mulai ikut menyirami. Melihat sampah yang sudah mulai penuh Aecha pun berinisiatif untuk membuangnya.
Baru saja melangkah satu kaki diluar ia sudah dikejutkan dengan orang orang yang tak asing baginya. Dengan cepat dirinya kembali masuk lalu mengambil maskernya dan topi.
"Wah terimakasih Nara mau membantuku mencarikan bunga!" Ucap pria bersurai hitam itu. Nara sendiri menatap tajam si pria surai hitam.
Pria lainnya ikut menatap Nara yang tiba tiba sudah tersenyum ramah tapi ada keraguan kala gadis itu ingin masuk ketoko bunga. "Ada apa Nara?"
"Ah tak apa Kun-ge." Balasnya.
Si pria bersurai hitam itu berdecih pelan kemudian menarik lengan Nara dengan kasar untuk masuk kedalam toko bunga sedangkan gadis itu langsung menutup hidungnya.
"Pelan pelan Yangyang." Tegur Kun.
"Permisi!" Teriak Yangyang.
"Silahkan Nona dan Tuan ingin memilih bunga yang manah?" Ucap Aecha ramah.
Yangyang tiba tiba berhenti kemudian menatap ke gadis yang berada di kasir. Dia meneliti penjaga kasir kemudian mulai berucap pedas.
"Mengapa bukan penjaga toko bunga ini saja yang menjadi manager ya?"
Kun menatap tak percaya kearah yang paling muda, Nara sendiri menatap sinis kearah Yangyang sambil masih berjaga jaga takut terkena serbuk sari bunga.
"Jaga sopanmu Yangyang." Tegur Kun.
Yangyang hanya menundukan kepalanya tapi setelahnya ia mulai mengambil bunga yang memiliki serbuk sari yang banyak. Ia mulai mendekati Gege nya terlebih dahulu.
"Bagaimana ge harum bukan?" Kun menghirup aroma segar dari bunga tersebut kemudian mengangguk sebagai jawaban.
Aecha yang melihat interaksi itu terlihat sangat senang, tapi ia juga tak bisa membayangkan melihat gadis yang membuatnya seperti ini malah asik menjadi manager mereka setelah melukai Haechan.
Pria bersurai hitam itu mulai menatap manager baru-ah ngapain harus menganggapnya seperti itu. Jadi ia langsung menghampiri gadis itu.
Ini emang rencanya membiarkan Nara yang akan alergi terhadap serbuk bunga kemudian gadis itu akan merasa gatal gatal. Ugh ini pasti akan sangat menyenangkan.
"Coba kau hirup aromanya juga!" Ucap Yangyang memaksa.
Nara menggeleng tanda ia menolak, Kun yang memperhatikannya membuat dirinya tak bisa menolak dengan keras. Tapi terlambat bunga itu sudah berada tepat di hidungnya, siapa pelakuknya? Jelas Yangyang karena dia yang memaksa.
"HAAATCHIH! HAATCHIIIH!"
Tawa Yangyang pecah ketika melihat Nara sudah mulai bersin bersin, bahkan Aecha ikut tertawa dibalik maskernya. Tapi tawa itu tak bertahan lama ketika Kun membentak Yangyang.
"Apa yang kau lakukan?! Aku akan memarahimu nanti!" Tegas Kun.
Yangyang hanya menunduk sambil memperhatikan bagaimana Kun yang merangkul Nara keluar dari toko bunga, gadis gila itu sudah menggaruk garuk tangan, kaki dan wajahnya.
Yangyang memilih duduk dikursi terlebih dahulu, ia memikirkan bagaimana menghindari amarah Kun nantinya.
Aecha yang memperhatikan itu dari jauh akhirnya memilih mendekati Yangyang dan ikut duduk disebelahnya.
"Kau tak apa?" Yangyang menoleh dan hanya tersenyum.
Senyum yang menyatakan kalau dirinya baik baik saja tapi sirat kekhawatiran sangat jelas diwajahnya. Aecha menepuk pundak yang lebih muda, Yangyang menoleh. Gadis bermarga Lee itu akhirnya memilih membuka maskernya kemudian yang terjadi adalah Yangyang yang menatap tak percaya.
"Noona! Huaaaaa..."
Aecha terkejut ketika Yangyang langsung memeluknya tanpa aba aba. Untung dirinya dengan cepat menahan tunuh yang lebih besar darinya. Ia mendengar banyak isakan dari Yangyang bahkan air matanya telah membasahi pundak Aecha.
Sepertinya bukan hanya dirinya yang merindukan pria ini, melainkan Yangyang pun merindukannya.
*******
"Mark, Haechan dan aku yang akan pergi kerumah sakit sekarang." Ucap Taeyong ke member lainnya.
Haechan mendengus karena namanya disebutkan juga oleh leadernya. "Kenapa harus ak- eh tapi dengan senang hati aku akan menjenguk Nara!"
Haechan telah berpikir kembali, jadi jika dipikir pikir inilah kesempatan dirinya untuk menjaili gadis kebun binatang.
Sesampainya dirumah sakit tempat dimana Nara dirawat mereka langsung masuk kedalam ruangan Nara. Dapat dilihat diruangan sudah ada Kun yang tengah menyuapi gadis itu dengan bubur.
"Baru alergi saja sudah tak bisa menggunakan tangah cih." Ujar Haechan dan langsung mendapatkan senggolan dari Mark.
Nara menatap sinis sebentar kearah Haechan tapi kemudian wajahnya berubah dan lebih terlihat seperti gadis polos yang tengah sakit.
Gadis yang sekarang menjadi manager NCT itu harus menjaga image baiknya didepan yang lain, terkecuali didepan Haechan. Pria itu benar benar membuat dirinya kehilangan kendali. Apa perlu dirinya menghabisi Haechan? Agar tak ada lagi yang menghalangi kesenangannya.
"Kau sudah meminum obat Nara? Kalau begitu jangan digaruk terus lihat tanganmu memerah aku yakin itu akan terasa panas ketika terkena air." Ucap Taeyong perhatian.
Nara tersenyum, senyuman khas seorang gadis yang merasa senang mendapatkan perhatian. Inilah yang ia inginkan selama ini, mendapatkan perhatian. Ia sangat diliputi rasa iri dengan Aecha dulu dan ia juga diliputi dendam karena Aecha lah yang membuat kakaknya masuk kedalam penjara. Makanya setelah mendengar Aecha tak masuk penjara dia merasa kurang senang.
Byurr!
"Awww! Panas bodoh!" Pekik Nara tanpa sadar dengan perkataannya.
Pelaku dari ketidaksengajaan air tumpah malah tertawa dengan senang didalam ruangan ini. Haechan, ia memperhatikan bagaimana para hyungnya mulai menatap tak percaya. Tapi ucapan Taeyong malah membalikkan yang seharusnya yang tengah diomeli adalah Nara eh-
"Keluar dari sini Haechan! Aku akan memarahimu setelah ini!" Ujar Taeyong.
Nara masih merasa perih karena terkena air tapi dibalik itu ia merasa senang. Karena Haechan akan semakin tak ada yang mempercayainya. Pria bersurai coklat itu mendengus kesal dan buru keluar dari ruangan dengan emosi.
****
Jadi gini setelah ini and aku mau bikin work baru kalian minat gak?
Oh iya aku masih ada work aku yg sebelah jika kalian minat baca walapun belum kelar hehe
Jangan lupa komen yang banyak... Siapa tau aja aku double up🌝
KAMU SEDANG MEMBACA
We Love You Manager [END]
Fan-FictionMenjadi Manager sebuah grup dengan anggota yang banyak mungkin akan sulit bahkan gak jarang Aecha mengeluh dan ingin resign dari pekerjaannya ini. "Kalian mau jadi manager mereka? Silahkan...." Rank #1 kpopstory 25/01/2021 Rank #1 Manager 29/01/2021...
![We Love You Manager [END]](https://img.wattpad.com/cover/246204156-64-k251581.jpg)