[15] Kebahagian Aecha

5.1K 682 41
                                        

Pakaian yang serba tebal membalut gadis yang tengah berjalan sambil memasang senyuman lebarnya.

Sesekali dari mereka menyapa gadis yang tertempel plester diwajahnya itu.

"Selamat pagi Manager Lee."

"Pagi!" Balasnya dengan senyuman lebar.

Gadis yang tak lain Aecha itu memasuki ruangan yang biasa ia gunakan untuk berkumpul dengan para member.

Disana terlihat hanya tinggal member NCT 127. Aecha tersenyum semakin lebar lalu berhambur memeluk lelaki berambut coklat itu dari belakang.

"Haechan!!!"

Haechan terlonjak kaget karena pelukan yang tak terduga dari belakang. Mereka juga yang ada disana menatap tak percaya ke managernya.

Haechan membalikan tubuhnya lalu menatap Noona nya yang tengah tersenyum sambil melepaskan pelukannya. "Hey Noona apa kau baru saja salah minum obat?" Tanya Haechan.

Aecha mendelik tak suka mendengar ucapan Haechan. Padahal dirinya baru saja berusaha menjadi Noona yang baik sesuai permintaannya.

"Kau kumaafkan telah menghinaku seperti itu bayi beruangku."

Lelaki bersurai coklat itu kembali memeluk managernya dengan erat lalu tatapan matanya memandang para hyungnya dengan tatapan 'Kalian gak bisa kan kayak gini?'.

Doyoung dengan berani mengarahkan tangannya menunjuk Haechan kemudian mengarahkan tangannya keleher nya seperti memotong. Haechan tak peduli dan malah menjulurkan lidahnya. Doyoung menggerang kesal.

"Le-lepas Haechan-ie!" Ucap Aecha susah payah.

Haechan melepaskannya kemudian tersenyum lebar melihat Noona kesayangannya terlihat sangat bahagia.

*************

Flashback!

Aecha menoleh kekursi belakang mobil sambil tersenyum, melihat bagaimana Jisung yang melahap habis makanan yang ia beli tadi bersama Chanyeol. Ia senang bahwa Jisung tak ada goresan sedikitpun tapi hatinya merasa begitu sakit jika mengingat dirinya telah memutuskan hubungan dengan kekasihnya.

"Noona kenapa terlihat sedih?" Tanya Jisung sambil menghabiskan minumannya.

Aecha langsung mengubah raut wajahnya kembali senang meski masih terasa pahit. Chanyeol menoleh kesamping sekilas lalu menepuk bahu sahabatnya.

"Jangan bersedih. Kau memiliki sahabat terbaik sepertiku!" Ujar Chanyeol membanggakan diri.

"Terserah apa katamu." Balas Aecha pasrah.

Chanyeol terkekeh melihat sahabatnya. Lalu dirinya teringat perkataan Jeslyn kala tadi. "Masalah Jeslyn yang mengatakan diriku 'dibutakan cinta' itu semua hanya -"

"Hanya omongan asal darinya sedangkan kau tidak benar benar mencintaiku...." Potong Aecha.

"Iya aku paham maksudmu tuan Park. Kau tak perlu mengulangi hal itu beberapa kali." Lanjut Aecha sambil menoleh lagi kekursi belakang.

Menatap Jisung yang mulai terlelap karena kelelahan Aecha tersenyum tapi kemudian senyum itu hilang lagi setiap mengingat hubungannya yang kandas begitu saja.

Ting!

Gadis itu merogoh saku jaketnya lalu membuka notif dari handphonenya. Ia membaca pesan dengan lamat lamat.

Datang ke Caffe xxx jika kau terluka obati dulu lukamu.
Aku akan menunggumu disini.

We Love You Manager [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang