Haechan menatap jalanan yang ia lewati. Mengapa semakin sepi jalanannya dan kapan dirinya sampai ditempat Noona nya.
Ia menatap gadis yang memimpin jalannya. Gadis tersebut hanya diam sepanjang perjalanan. Ah dia jadi sedikit curiga. Haechan pun memberhentikan langkahnya. Gadis itu menyadari pria dibelakangnya yang berhenti tiba tiba pun berbalik.
"Hei, mengapa kau berhenti?" Tanyanya.
"Kau sebenarnya ingin menunjuki jalan ke Aecha Noona atau kau ingin menculikku?" Haechan meneguk air liurnya susah payah ketika gadis itu berjalan mendekatinya.
"Apa kau baru menyadarinya?"
Kalimat yang keluar dari mulut gadis itu membuat Haechan terkejut. Tanpa basa basi dirinya melangkah mundur kemudian berlari. Tapi sayangnya itu tak berjalan mulus seperti apa yang ia pikirkan. Dirinya sudah terlebih dahulu ditangkap oleh dua pria bertubuh besar.
"Cepat seret dia! Ah sayang sekali ya rencana untuk menjadikan Jeslyn boneka malah gagal dasar gadis bodoh." Geramnya.
Haechan mendengar semuanya. Dirinya mengenal gadis yang dimaksud oleh gadis muda sialan ini. Bukankah Jeslyn sahabat dari Chanyeol-Sunbae dan Aecha Noona?
"Lalu bagaimana dengan rencana potret itu Nona Nara." Tanya salah satu pria berbadan besar yang tengah menyeret Haechan itu.
"Gagal. Dan untuk permainan kali ini tak akan kubuat gagal sama sekali." Ucapnya sambil tersenyum licik.
Haechan baru mengenali gadis ini ketika gadis itu membuka maskernya. Bukankah dia adalah gadis yang selalu dipercayai Noona nya. Akh! Sudah Haechan duga Noona nya memanglah bodoh!
*********
Aecha, gadis itu kini tengah didapur sederhananya. Membuatkan Teh hangat untuk tamu tak diundangnya. Mungkin jika nyali Aecha lebih besar dirinya akan mengusir orang ini.
"Wah seharusnya kau tak usah repot seperti itu Nona galak."
Aecha menyerah sudahlah suka suka pria ini saja mau memanggil dirinya dengan sebutan apa. Ia pun menaruh nampan berisikan teh itu dimeja.
"Kau benar benar tak ingin pulang Tuan Kim?" Tanya Aecha dengan nada sedikit menyindir agak pria ini pulang tentunya
Baru saja ingin meminum teh pria itu menghentikannya lalu menatap gadis yang masih berdiri.
"Kau mengusirku?" Aecha tersenyum paksa kemudian menggelengkan kepalanya.
"Ah tidak tuan Kim, aku hanya ingin kau tidak mendapatkan rumor karenaku. Lagipula kau artis besar yakan?" Jelas Aecha.
Pria itu mengangguk nganggukan kepalanya. Ia pun kembali menyeruput teh hangatnya. Tanpa memperdulikan tatapan Aecha yang mulai menajam karena pria itu yang tak beranjak sedikitpun.
"Bukankah itu akan jadi hal yang bagus jika kita terkena rumor?"
Aecha mendengus kesal. Terserah apa katanya saja, Aecha benar benar menyerah untuk berbicara banyak hal lagi. Dirinya pun memilih memainkan ponselnya.
Hari mulai larut dan entah kenapa pemikirannya semakin tertuju kearah anak nakalnya. Sedang apa kira kira Haechan sekarang.
Hingga sebuah notif pesan membuyarkan pikirannya.
Nara
Nona apa aku mengganggu?
Tidak memangnya ada apa?
Aku melihat Haechan diculik
Kau serius?!
Dimana letaknya?!
Send a location.
Aecha dengan cepat memakai jaket tebal. Lalu membereskan semuanya ia menatap pria yang tengah menatapnya kebingungan.
"Kau pulang sekarang!" Titah Aecha sambil mendorong dorong pria tersebut keluar dari apartemennya.
Pria tersebut terlihat kaget ia pun membalikan badannya lalu menarik pergelangan tangan Aecha dengan lembut.
"Katakan padaku ada apa sebenarnya?"
"Akan kujelaskan nanti Tuan Kim! Jadi sebaiknya kau pulang sekarang!"
Setelah kepergian pria bermarga kim itu Aecha pun dengan cepat masuk kedalam mobilnya. Lalu mengarahkan mobilnya ke lokasi yang dikirimkan oleh Nara.
Akh! Firasatnya benar, Haechan emang dalam masalah ternyata. Pikirannya mulai kacau, ia tak bisa membayangkan jika terjadi sesuatu terhadap Haechan.
Ia pun sampai disebuah rumah sederhana yang tak berpenghuni. Tanpa ragu Aecha masuk kedalam rumah tersebut dan langsung meneriaki nama Haechan tanpa rasa takut sedikitpun.
"HAECHAN!"
Teriakannya membuat dua penjaga bertubuh besar keluar dari ruangan yang Aecha yakini itu adalah tempat dimana Haechan berada.
Aecha berjalan kearah ruangan yang menjadi tempat keluar para penjaga, kedua penjaga itu hanya diam tanpa menyerang ataupun menghentikan langkahnya.
Aecha membelalakan matanya ketika melihat Haechan yang sudah terkulai dilantai. Disisi tubuh Haechan ada sebuah besi yang terdampar disebelahnya.
Aecha mengambilnya kemudian menatap kedua penjaga itu. Ia menunjuk kedua penjaga yang tak berkutik sama sekali.
"Apa yang kalian lakukan dengannya hah?!"
"Bukankah ini perintah Nona? Kami hanya memukul leher belakangnya sesuai perintah Nona." Jawab salah satu penjaga itu
"Hah? Apa maksudmu?" Tanya Aecha bingung.
Tak lama mengatakan hal itu banyak polisi yang datang dengan senjata lalu mengepung mereka.
"Taruh senjata besimu Nona Aecha!"
Aecha bingung dengan situasi sekarang dirinya hanya bisa menjatuhkan besi itu. Ia pun menatap gadis muda yang baru saja tiba. Itu Nara.
"Nara—"
"Jadi apakah benar dia pelakunya Nona Nara." Ucap kepala polisi sambil menunjuk Aecha.
Aecha menatap kearah Nara, ia yakin Nara akan membantunya. Dirinya tak tau apapun disini. Tapi jawaban Nara membuat dirinya merasa kecewa.
"Iya pak, dia pelakunya."
*******
Yeyyyyy!
Ditunggu next nya guys! Jangan lupa komennya.
Ayo hujat aku yg tukang gantung inih:v
Soal pria yang blum ketauan namanya yg sabar ya nunggunya hehehe
KAMU SEDANG MEMBACA
We Love You Manager [END]
FanfictionMenjadi Manager sebuah grup dengan anggota yang banyak mungkin akan sulit bahkan gak jarang Aecha mengeluh dan ingin resign dari pekerjaannya ini. "Kalian mau jadi manager mereka? Silahkan...." Rank #1 kpopstory 25/01/2021 Rank #1 Manager 29/01/2021...
![We Love You Manager [END]](https://img.wattpad.com/cover/246204156-64-k251581.jpg)