badnews

179 24 0
                                    

"Bukan tuhan tidak tahu masalahmu. Tapi dia tahu kau kuat"

Missing You, True Beauty ost—

Satu persatu member keluar dari bus yang mana sudah ada Senja yang berdiri disamping pintu untuk membagikan kamera pada masing masing member.

Setelah semuanya mendapat bagian barulah Senja menyusul dibelakang.
"Tunggu!"

Senja ingat gadis ini. Gadis bertubuh mungil yang duduk di sampingnya ketika  di pesawat. Mau apa dia memanggil Senja?

"Aku?" Senja menunjuk dirinya sendiri. Gadis itu mengangguk sebagai jawaban. "Apakah kau melihat member NCT?"

"Kau mengenal mereka kan?" Senja berdecih kesal. Bagaimana bisa ia tidak kenal sedangkan dia adalah managernya. Ada ada saja gadis ini.

"Aku managernya. Ada apa?" Ucap Senja dingin. Si gadis itu nampak gugup saat tahu kalau ternyata Senja adalah manager NCT.

"Ma-maafkan saya. Saya tadi ketiduran di bus. Saya MUA Ten. Saya kehilangan dia. Mohon bantuannya" gadis itu menunduk berkali kali. Karna tak enak, Senja ikut menunduk dan mengantar gadis itu pada Ten.

Disana juga terlihat Ten sedang celingak-celinguk mencari seseorang. Senja yakin kalau yang dicari Ten adalah si gadis mungil disampingnya. Pasalnya semua member tengah di-make up kecuali dia.

"Itu dia" Senja menunjuk Ten.

"A-ah terimakasih" ucap gadis itu sambil menunduk. Setelahnya ia berlari menghampiri Ten.

Ten akhirnya bisa bernapas lega melihat gadis itu sudah datang. " Kemana saja kau?! Ceroboh sekali!! Apa kau tidak bisa becus dalam bekerja?!" Bentak Ten. Ia sudah cukup sabar menghadapi gadis mungil yang baru mulai bekerja semalam.

"Ma-maafkan saya. Saya berjanji tidak akan mengulanginya lagi"

Dengan raut malas, Ten duduk di kursi rias yang biasa dibawa kemanapun mereka pergi.

Sia mulai memoleskan make up di wajah Ten walau sebenarnya dia gugup setengah mati. Belum lagi air matanya yang ingin sekali keluar. Sekuat tenaga Sia berusaha untuk tidak menangis.

"Cih! Begitu saja kau menangis!! Kalau kau ingin bekerja pastikan mentalmu kuat!! Mau jadi apa dengan mental seperti itu?!" Lagi lagi Ten memarahi Sia dengan nada bentakannya.

Air mata tak dapat dibendung. Sia kembali menangis. Bahkan setelah Ten pergi air matanya semakin deras.

Hingga seorang staff datang menghampiri Sia. " Ini makanlah. Kau pasti belum makan" staff lelaki itu memberikan Sia sebuah roti.

Sia mengangguk dan menerima roti itu. Tak lupa ia mengucapkan terimakasih yang hanya mendapat senyuman dari lelaki itu.

Ia membuka bungkus roti dan memakannya sedikit demi sedikit. Air matanya tak berhenti mengucur. Ia makan sambil menangis. Ia ingin menangis keras tapi rotinya terlalu nikmat untuk di buang.

Yang tanpa Sia sadari Ten memperhatikan dirinya dari jauh. Ten tersenyum geli melihat Sia yang jongkok di atas pasir di pantai Maladewa dengan air mata mengucur deras tapi tetap meneruskan makannya.

***

Senja sibuk mondar-mandir. Belum selesai yang satu, yang lain sudah harus dikerjakan.

Belum lagi cuaca hari ini yang sangat panas. Saat Senja duduk diatas pasir, tiba-tiba saja Johnny datang menghampirinya. "Apakah kami bisa membeli sesuatu?" Tanya lelaki itu dengan kamera di tangan kirinya.

NCT V [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang