"Bahkan sang senja tak mampu menahan matahari agar tetap berada di atas"
—Charlie Puth See you again—
Doyoung sedang asik bermain PS dengan Renjun. Tak lupa ditemani sekaleng soda dan beberapa cemilan.
Mengabaikan Taeyong yang sedari tadi mondar mandir sambil mengacak rambutnya.
"Kau kenapa?" Jaehyun datang dari kamarnya. Ia tak bisa tidur mendengar Lucas yang berteriak kencang memanggil Louis.
Lucas akan berteriak sangat kencang ketika dicakar Louis. Tapi anehnya, ia tak pernah kapok untuk mengacau Louis.
"Aku tadi melihat Senja keluar dengan terburu-buru" Jaemin duduk disamping Doyoung.
Mendengar nama Senja disebut membuat kekepoan Lucas mencuat. "ngapain?"
"Mana saya tahu. Saya kan ikan" Ten menyela.
Taeyong kembali mengacak rambutnya. Ia menghubungi nomor seseorang yang saat ini benar benar dikhawatirkannya. Tapi orang itu tak mengangkat panggilannya.
"Lo nelpon siapa sih?" Doyoung jengah melihat Taeyong mondar-mandir di situ. Bukan Taeyong yang lelah tapi Doyoung.
"Mark belum kelihatan! Dia kemana coba. Jam segini belum pulang" khawatir Taeyong. Tak biasanya Mark mengabaikan panggilannya.
"Yaelah! Ngapain Lo ngurusin dia! Mau dia mati malam ini juga gue nggak bakalan peduli!" Sinis Doyoung.
"Doy!! Lo ngomong apaan sih!!"
"Belain aja terus!"
"Lo—" Taeyong tak menyelesaikan ucapannya. Ponselnya lebih dulu berbunyi. "hallo?" Ucapnya.
"...."
Deg!
Tubuh Taeyong membeku. Mulutnya tak bisa berkata apa apa dan matanya sulit untuk dikedipkan.
"Dari siapa?" Tanya Doyoung. Geram tak mendapat jawaban dari Taeyong, Doyoung segera merampas ponsel yang masih digenggaman Taeyong.
"Kenapa?"
"Mark—bunuh diri"
Doyoung melempar ponsel Taeyong. Ia berlari keluar rumah tanpa memperdulikan penampilannya. Ia bahkan tak memakai jacket untuk membalut tubuhnya di malam yang sangat dingin ini.
Ia menangis tanpa suara. Sekuat tenaga ia berusaha berlari sekencang mungkin. Berita ini pasti bohong! Doyoung harus membuktikannya sendiri.
Mark tidak mungkin melakukan hal gila seperti itu! Ia bukan lelaki bodoh!!
Air mata dan tatapan aneh orang orang menjadi teman pengiring Doyoung.
Bodohnya dia adalah lupa kalau punya mobil. Jadinya sekarang dia harus berlari.
Doyoung berlari melewati gedung SM. Langkahnya berhenti begitu kakinya menginjak sesuatu. Kepalanya tertunduk untuk memperhatikan sesuatu yang tak sengaja dia pijak.
Darah!
Doyoung bersimpuh di atas darah yang dia yakini adalah milik Mark. Tangannya menyapu darah itu.
Doyoung menjerit sekuat tenaga. Tangannya gemetar begitu darah itu menempel ditangannya.
Bodohnya kau Doyoung! Dia membunuh Mark. Dia kejam pada Mark. Kalau saja dia tidak menyudutkan Mark mungkin dia tidak akan depresi dan memilih jalan ini.
Doyoung merutuki kebodohannya sendiri. Kini kepalanya sama dengan tanah. Hingga dahinya terkena darah.
Air matanya jatuh dan menyatu dengan darah. Jika penyesalan adalah beban terberat di dunia ini, maka Doyoung sedang memikul beban itu.

KAMU SEDANG MEMBACA
NCT V [END]
Фанфик"Hari ini sulit. Dan aku yakin besok juga pasti lebih sulit" Sungchan menatap video yang dia rekam di ponselnya dengan berlinang air mata. Video bayinya yang masih ada diperut Senja ketika menemani istrinya itu periksa ke rumah sakit. Jantung Sungch...