see you love

172 24 2
                                    

"I love you today, tomorrow and in another life"
-Mark Lee, Seoul 12.50 p.m-

—Katty perry, the one that got away—

Mark segera mengembalikan iPad pada Ten setelah membaca komentar yang membuat hati Mark bagai diremas kuat. Sekuat tenaga ia menahan air matanya. 

Menahan agar senyuman tetap terukir di bibir indahnya.

Apakah mereka lupa dengan apa yang Mark lakukan selama ini? Apa semua usaha dan kebaikan Mark hilang hanya karna satu kesalahannya?

Apa itu tidak terlalu kejam?

***

Jari-jari Senja menari dengan lincah diatas keyboard. Matanya fokus menatap layar laptop tak peduli walau sekarang sudah pukul 12 malam.

Pekerjaannya lebih penting dari tidurnya. Berkas ini harus diserahkan besok pagi pada CEO. Senja harus menyelesaikannya malam ini juga. Walau jam tidur Senja jadi korbannya.

Drrttt drrtt

Senja mengambil ponselnya yang tergeletak disampingnya. "Kenapa Mark?" Tanya Senja begitu mengangkat panggilan Mark.

"Sedang apa?"

"Bekerja tentu saja"

"Bukankah harusnya kau tidur?"

"Tidak untuk malam ini"

"Kalau begitu bisakah kau ke perusahaan sekarang? Temui aku di rooftop"

"Maaf Mark. Bukan aku tak mau tapi berkas ini harus selesai malam ini. Maaf"

"Y-ya. Tak apa"

Tuutt!

Panggilan diputuskan oleh Mark. Senja menghela napas dan kembali fokus bekerja. Sampai getaran singkat ponselnya membuat Senja harus berhenti.

Sebuah pesan suara dikirim oleh Mark. Dengan senyum mengembang juga gugup luar biasa, Senja membuka pesan suara itu.

Mendengar suara berat Mark menyerukan sebuah kalimat yang sedari dulu ingin ia dengar dari mulut lelaki itu.

Senja senang luar biasa. Ia jingkrak jingkrak di kasur. Wajahnya memerah karna malu. Mark membalas perasaannya? Berarti cinta Senja tak bertepuk sebelah tangan? Apakah kisah cintanya akan berakhir indah?

Ah Senja tak bisa membayangkan bagaimana ia bergandengan tangan bersama Mark. Mendengar musik bersama dan beribadah bersama.

Senja tak bisa membayangkan bagaimana nyamannya jika dia berada diperlukan lelaki itu.

Senja tak bisa membayangkan bagaimana kalau dia menyandang status kekasih seorang Mark Lee.

Drrtt drrtt

Ponselnya kembali bergetar. Karna mengira itu dari Mark jadi dia langsung membukanya.

'MARK NCT MENINGGAL DUNIA KARNA BUNUH DIRI!! IA MELOMPAT DARI GEDUNG SM ENTERTAINMENT PADA HARI INI TEPAT PADA PUKUL 01.15 AM'

Ponsel digenggaman Senja terjatuh. Hening! Senja tak dapat mendengar suara apapun. Badannya sulit untuk digerakkan.

Tidak mungkin! Lelaki itu baru saja menelponnya! Ia baru saja mengirim pesan suara berisi kalimat indah untuk Senja!!

Segera Senja berlari keluar kamar dan mengemudikan mobilnya seolah dia adalah Dom Toretto. Ia menggenggam kuat stir mobil.

Air matanya terus mengalir tapi Senja sulit untuk mengeluarkan suara. Seperti ada biji nangka yang tersangkut di lehernya.

NCT V [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang