" hiduplah seolah besok kau akan mati"
NCT Dream—We go up—
Baiklah nyonya Senja, apakah kau sudah mengerti?" Tanya kepala HRD agensi SM entertainment pada Senja menggunakan bahasa Inggris.
"Tapi saya mengikuti audisi global untuk menjadi seorang Idol, bukan manager. Lagipula saya tidak memiliki pengalaman apapun di bidang itu dan saya hanya tamatan SMK" jawab Senja dalam bahasa Korea.
"Kau sangat cerdas nyonya. Berapa bahasa yang kau ketahui?" Tanya wanita anggun yang menjabat sebagai kepala HRD. Ia sangat yakin kalau Senja tidak hanya menguasai bahasa Korea dan Inggris. Darimana HRD itu tau? Tentu saja dari data diri yang Senja lampirkan. Memangnya darimana?
"Entahlah, mungkin 5?" Ujar Senja dengan nada bertanya. Ia tidak begitu ingat berapa bahasa yang dia ketahui tapi yang paling dia kuasai ada 5 bahasa. Yaitu Inggris, Korea, Jepang, Mandarin, dan pastinya Indonesia.
"Lantas dibagian mana dari dirimu yang kami ragukan?" Tanya HRD itu lagi.
Senja menghela napas. Ia tidak yakin dengan kondisi kesehatan paru paru dan jantungnya jika dia menjadi manager kesepuluh bujang unit NCT-V yang baru saja dibentuk itu. Bisa bisa dia kena serangan jantung setiap hari. "Tapi mereka lebih tua dariku. Apakah anda yakin mereka akan mendengarkan ku?"
"Sangat yakin. Jika yang kau ragukan masalah gaji, makan dan tempat tinggal, kau tidak perlu khawatir karna gajimu tinggi dan soal tempat tinggal kau akan tinggal di dorm mereka. Makanmu juga akan ditanggung perusahaan" HRD ituberusaha meyakinkan Senja.
Pasalnya Senjalah kandidat paling cocok. Menjadi manager berarti akan banyak bernegosiasi dengan orang orang dari berbagai negara dan kemampuan multilingual Senja sangat diperlukan.
Senja kembali berpikir keras. Tawaran yang sangat menggiurkan. Tidak ada point yang merugikan dirinya mungkin jantungnya saja yang akan bermasalah.
Lagipula dia sudah dikorea, jika dia menolak dan lebih memilih untuk melanjutkan sebagai trainee yang entah kapan debutnya adalah keputusan konyol disaat berlian besar sudah ada didepan mata.
Senja mengambil pena. Membubuhkan garis hitam diatas putih. Ya. Dia menandatangani kontrak.
Senyum Kepala HRD terukir sempurna. Benar benar senyum yang sangat lebar.
"Baiklah. Kau sudah ditunggu leader dari NCT V di ruang latihan. Mulai hari ini kau akan selalu bersama mereka dan kau yang akan membimbing juga mengawasi mereka. Kami mengandalkan mu"
Senja membalas jabatan tangan Kepala HRD yang sangat cantik itu. Berparas anggun dan elegan tapi memiliki aura yang hangat.
Senja keluar dari ruangan dan mengelilingi gedung SM mencari cari letak ruang latihan NCT. Beruntungnya Senja menemukan sebuah benda persegi seperti Mading tertempel disalah satu dinding dekat lift. Seperti sebuah peta gedung SM.
Ternyata ruang latihannya di lantai bawah tanah. Pantas Senja tidak menemukannya karna sedari tadi ia berkeliling dari satu lantai ke lantai diatasnya.
Lantas ia memasuki lift dan menekan tombol dimana ruang latihan itu berada. Setelah dirasa benar, barulah Senja mengetuk pintu ruangan itu.
Senja kembali mengetuk pintu karna tak kunjung ada sahutan. Tak lama pintu terbuka menampilkan seorang lelaki dengan celana training hitam juga kaos hitam membukakan pintu.
"Maaf, aku lupa kalau ruangan ini kedap suara. Pantas saja kau tidak masuk walau aku sudah bilang masuk berkali kali" ujar lelaki itu sambil terkekemh merutuki kebodohannya.

KAMU SEDANG MEMBACA
NCT V [END]
Fanfiction"Hari ini sulit. Dan aku yakin besok juga pasti lebih sulit" Sungchan menatap video yang dia rekam di ponselnya dengan berlinang air mata. Video bayinya yang masih ada diperut Senja ketika menemani istrinya itu periksa ke rumah sakit. Jantung Sungch...