"Tak perlu berkoar koar kalau kau telah berbuat baik. Cukup diam dan mengucap syukur kepada Tuhan karna kau telah melakukan suatu hal yang tak semua orang bisa lakukan"
—One Direction, Strong—
Senja setia menunggu matahari hilang dari pengelihatan. Ia hanya duduk memeluk kedua kakinya dengan tatapan fokus pada matahari yang sebentar lagi hilang dari pengelihatan.
Tak ada ekspresi yang menunjukkan Susana hatinya saat ini. Inilah Senja yang sebenarnya. Tanpa ada kepura-puraan untuk terlihat bahagia.
"Tersenyum lah untuk bahagia. Bukan untuk terlihat bahagia"
Senja segera menoleh ke samping. Seseorang dengan kostum buaya besar telah mengatakan satu kalimat yang mampu menohok hati Senja.
Seolah cara pikir Senja selama ini salah. Karna dia tersenyum bukan untuk bahagia. Tapi agar terlihat bahagia.
"Kamu siapa?" Tanya Senja. Si badut buaya itu mengubah suaranya seperti suara setelah memakan helium. Jadi Senja tak tau dia lelaki atau perempuan.
"Buaya udara"
Senja memutar bola mata malas. Si buaya udara itu memberikan sebuah tas berbentuk Spongebob berwarna kuning pada Senja.
Senja menerima tas itu kemudian membukanya. Didalamnya terdapat sebuah termos yang Senja tak tau berisi air apa. Jangan lupakan permen lollipop juga roti cokelat.
Senja mengeluarkan semua makanan itu dengan senyum ceria menampilkan giginya. Setelah semua makanan dan permen itu berada di pangkuannya, Senja mengeluarkan botol termos.
"Isinya apa?"
"Tuang aja"
Senja menurut. Menuang isi termos kecil itu ke dalam gelas. Ternyata kopi. Tanpa pikir panjang Senja segera menyesap kopi itu.
Seperti dugaannya. Kopi hitam tanpa gula. Senja sangat menyukainya. Ia beralih menatap si buaya udara. " Kamu siapa? Kenapa bisa ada disini? Kenapa ngasih aku ini?"
Si buaya itu menghentikan kegiatannya yang tengah mengipas lehernya dari sela sela antara kostum buaya di badannya dan kepala. Sungguh gerah sekali rasanya. " Banyak tanya Lo! Tinggal makan aja apa susahnya"
Senja berdecak kesal. Cara bicara si buaya udara mengingatkan Senja pada Sungchan. Berpikir apa senja barusan?!
"PANASSS!!!"
Si buaya itu hanya geleng-geleng melihat Senja yang mengipas-ipas lidahnya. Bodoh dari lahir ya seperti itu.
"Makanya otak itu jangan padat. Encerin dikit napa!"
Mau ditabok, tapi orangnya baik pula udah ngasih makanan. Jadilah Senja hanya bisa menghela nafas sambil mengelus dada menetralkan emosi.
Tapi tak berapa lama kemudian si buaya udara itu ngacir meninggalkan Senja sendiri di bibir pantai.
Senja mengangkat tas Spongebob itu. " Eh ini tas nya mas—mbak—tante—om—kek. Duh gue nggak tau dia cewek apa cowok lagi"
***
"GILA-GILA PANAS BANGET!!"
Haechan dan Renjun yang sedang main game tak bergeming sedikit pun. Mengabaikan Sungchan yang tengah membuka kostum buaya dengan terburu buru.
Sungchan berdecak kesal. Jika sudah main game maka teman-teman nya itu pasti budek mendadak. " Woy!!"
Masih diabaikan.
Bukk! Bukk!
Sungchan memukul kepala Haechan dan Renjun bergantian menggunakan kepala buaya. " Lo berdua bukannya nyambut gue malah main game!"
" Apaan sih anjing?! Lo pikir Lo itu Barack Obama sampe disambut segala?! Ganggu tau nggak!!"
"Ya ini kan juga ide Lo berdua suruh make kostum ginian!"
"Siapa suruh gengsi Lo setinggi langit"
Disaat Haechan dan Sungchan sedang adu mulut. Renjun memainkan ponselnya sambil senyum-senyum sendiri. Seolah hanya ada dia diruangan itu dan kedua temannya hanya cicak di dinding.
Tiba-tiba Renjun teringat sesuatu. " Rencana A udah Lo laksanain kan?"
Sungchan mengangguk mantap. " Gue harap dia nggak salah paham"
"Terus Sampe kapan Lo mau gini?"
Sungchan beralih menatap Haechan. " Gini gimana?" Haechan menghela napas. Lupa kalau punya teman otaknya goblok. " Sampai kapan Lo mau main sembunyi sembunyi gini. Nggak mau nunjukkin siapa Lo yang sebenarnya. Jangan sembunyi di balik kostum gini"
" Yang dia pajang potonya itu bukan foto gue. Jadi, Lo yakin dia bakal terima gue?"
***
"Keberangkatan ke Maladewa dipercepat. Jadi kita berangkat besok! Semua unit akan ikut kesana karna kita juga akan membuat konten juga spoiler untuk debutnya 15 member baru"
Suara senja memenuhi ruangan. Senja sedang memberikan arahan kepada seluruh member NCT sekaligus membagikan tiket pesawat.
Sejauh ini tidak ada yang berkomentar macam-macam kecuali seorang oknum yang bernama Lee Haechan.
"Kok besok sih!! Ini paket gue belum nyampe!! Terus baju mantai gue nanti gimana?! Terus sunblock belum gue beli!!"
***
Sebuah garis hitam membentuk lengkungan indah di atas bulu mata lentik milik lelaki itu menambah ketajaman matanya.
Sebuah tangan kurus nan mungil lah yang mengukir sebuah garis indah itu. Dengan tangan yang gemetar, ia mencoba untuk tetap fokus untuk terus membuat garis melengkung yang sempurna.
Tap!
Tangannya ditahan si pemilik mata. Ia semakin gugup ketika netranya bertabrakan dengan netra yang sudah dilapisi sebuah lensa berwarna biru.
"Kau gugup?"
Maka dapat dipastikan hati gadis itu porak poranda hanya karna sebuah pertanyaan yang meluncur dari bibir seorang lelaki. Seorang lelaki yang—
"Ten! Sudah selesai?"
Ah. Baru saja aku ingin menyebut namanya tapi ada yang lebih dulu memanggilnya. Lelaki itu sudah melenggang pergi menyusul member lain untuk rekaman.
Tawanya langsubg terbit begitu ia sampai diantara para member yang sudah berjuang bersamanya selama ini.
"Sia, bereskan peralatan make up nya!"
"Baik!"
Sia—itu nama gadis bertubuh mungil yang merupakan make up artist NCT. Tapi dia dikhususkan bekerja pada Ten.
Baru bekerja mulai hari ini. Wajar jika dia gugup luar biasa. Yang dia make up adalah seorang bintang papan atas yang mungkin seorang kodok di selokan pun mengenalnya.
Ia menyeka keringat dingin yang mengalir di pelipisnya. Kenapa ia segugup ini? Setelah meminum segelas air putih, ia melanjutkan membereskan peralatan make up.
Sia mengambil peralatan yang sekiranya paling diperlukan dan membawanya mendekat para para member.
Begitu satu take video di ambil, Sia segera menghampiri Ten guna memeriksa make up nya.
Ten yang melihat Sia juga segera mendekat. Ia mengambil tisu dan melap keringatnya sendiri dengan menepuk-nepuk nya. "bibirku. Aku tadi menjilatnya''
Sia mengangguk paham. Ia segera mengambil pewarna bibir dan memolesnya ke bibir tipis Ten.
"Hindari menyentuh bibir atau menjilatnya. Itu akan membuat bibir mu kering." Nasihat Sia. Ten mengangguk paham sebelum ia kembali bergabung dengan member lain.
Sia tersenyum senang. Mungkin pekerjaannya akan lebih mudah jika Ten menurut seperti tadi. Semoga besok akan mudah. Karna besok akan menjadi pertama kalinya dalam hidup Sia dia naik pesawat.

KAMU SEDANG MEMBACA
NCT V [END]
Fanfiction"Hari ini sulit. Dan aku yakin besok juga pasti lebih sulit" Sungchan menatap video yang dia rekam di ponselnya dengan berlinang air mata. Video bayinya yang masih ada diperut Senja ketika menemani istrinya itu periksa ke rumah sakit. Jantung Sungch...