Zila sedang asik tidur di kamarnya dan tiba-tiba tidurnya terusik karena suara ketukan pintu yang begitu keras
"Ishh siapa sih ganggu aja deh" kesal Zila lalu membuka pintu kamar nya
"Papah? Kenapa Pah?" Heran Zila karena tidak biasa nya Harry menggedor pintu kamar Zila sekencang itu
"Bantuin Papah yah"
"Ha? Bantuin apa?"
"Papah besok ada meeting di Indonesia tapi Papah ga bisa dateng soalnya Papah harus ke Singapura karena urusan disana lebih penting"
"Loh ko Zila sih? Kan bang Andra sama bang Ryan ada Pah"
"Iyah emang ada tapi kan mereka punya perusahaan sendiri jadi mereka ga bisa tolongin Papah"
"Yaudah suruh mas Samuel aja"
"Dia juga ada urusan sama Kakek kamu"
"Yaudah kalo gitu Nadira aja, kan dia yang bakal nerusin perusahaan Papah"
"Dia harus ikut sama Papah"
"Huftt ya udah deh Zila ke Indonesia"
"Nah gitu dong, ya udah kamu siap-siap sana terus langsung ke bandara, Papah udah siapin tiket nya jadi kamu tinggal berangkat" ujar Harry membuat Zila melongo
"Sekarang Pah?"
"Iyah sekarang, meeting nya di mulai jam 10 pagi waktu Indonesia jadi kamu harus berangkat sekarang"
Zila pun melihat jam di kamar nya masih menunjukan pukul setengah 1 pagi yang berarti di Indonesia jam masih menunjukkan pukul setengah 11 malam
"Ko mepet banget sih Pah, kan perjalanan dari sini ke Indonesia 7 jam berarti kalo Zila berangkat sekarang Zila sampe sana jam 8 pagi"
"Iyah makanya kamu cepetan siap-siap terus berangkat biar ga mepet-mepet banget"
"Yaudah iyah"
Zila pun dengan cepat mengganti baju nya dengan celana bahan, kemeja putih dan jas biru muda lalu menguncir satu rambutnya
Setelah itu dia mengambil sling bag hitam dan memasukan ponsel, uang, pasport dan hal-hal penting lainnya. Setelah semua dirasa siap dia pun keluar dari kamar dan mengambil berkas untuk meeting yang sudah disiapkan oleh Harry
"Anak nya psikolog malah disuruh handle meeting" gerutu Zila
Dia pun bergegas menuju bandara dengan taksi lalu sesampainya di bandara dia segera turun karena sebentar lagi pesawat nya akan take off
Setelah duduk didalam pesawat dia pun menghela nafas lega lalu dirinya menyumpal telinga dengan earphone dan kembali tidur
***
Pagi ini Aziz sudah berada di kantornya karena dirinya lah yang meneruskan perusahaan milik Papah nya
Tapi saat ini Aziz sedang tidak sibuk dengan pekerjaan nya melainkan sedang sibuk memikirkan seorang gadis sudah 6 tahun menghilang tanpa jejak
Tok tok tok
Suara ketukan pintu membuat Aziz menoleh lalu menyuruh masuk
"Permisi Pak, meeting sebentar lagi akan segera di mulai" ucap seorang sekertaris bernama Tasya
"Saya akan kesana" singkat Aziz
"Baik Pak, saya permisi" setelah Tasya tidak terlihat lagi, Aziz pun bangkit dari duduk nya dan pergi menuju ruang meeting
KAMU SEDANG MEMBACA
AziLa (END)
Novela JuvenilZila Revalina Lycny Seorang gadis yang memiliki banyak rahasia,bersikap dingin dengan papah dan mamah nya tetapi jika dihadapan umum,Abang dan adik nya dia akan menjadi gadis yang ramah,murah senyum,humoris dan paling ceria Aziz Raspati Manufaz Seo...
