"Hal yang menjadikan rindu itu berat adalah saat di mana rasa itu mencuat, hati malah menuntut kita untuk menjadi kuat.
Dan saat dimana rasa itu ingin melepasnya dengan sebuah tangisan, intuisi kita malah membalasnya dengan sebuah senyuman"
~Zila Revalina~
Malam ini sesuai dengan ucapan Aziz tadi siang, Zila sedang bersiap untuk pergi tidak tahu kemana karna Aziz tidak bilang padanya
Zila menggunakan dress gradasi berwarna biru tua di bagian pinggang sampai bawah lutut sedang kan bagian pundak sampai pinggang berwarna biru muda
Setelah itu Zila menggerai rambutnya lalu menambahkan jepit rambut berwarna silver untuk pemanis, Zila pun mengambil high heels berwarna biru tua lalu mengambil sling bag berwarna putih yang di sampirkan di bahu nya
"Zila, Aziz udah dateng nih" teriak Andra dari lantai satu
"Iyah bang bentar" ucap Zila yang ikut berteriak
Zila pun keluar dari kamarnya dan menuruni tangga tapi saat sampai di tangga terakhir langkah nya terhenti saat melihat Aziz yang memakai jas berwarna biru tua yang senada dengan nya dan rambut yang biasa nya berantakan sekarang tersisir rapi
Aziz pun terkesima melihat Zila yang menggunakan dress, terlihat lebih manis dan cantik di matanya apa lagi jepit rambut yang bermotif seperti daun itu terlihat sangat lucu
"Ekhem gue tahu kali adik gue cantik tapi gak gitu juga liatin nya" ucap Andra membuat ke dua nya tersadar dari lamunan mereka
"Apaan sih bang, yaudah kita pamit yah bang"
"Loh gak makan dulu?"
"Ga usah bang soalnya mau ada acara makan malam juga nantinya" sahut Aziz sambil tersenyum kecil
"Oh yaudah sana tapi hati-hati yah, jagain adik gue awas lo sampe lecet"
"Iyah bang pasti"
"Yaudah kita pamit yah bang, assalamualaikum"
"Waalaikumsalam" Andra pun mengunci pintu rumah setelah mobil yang di kendarai Aziz menghilang di belokan
***
"Kita mau kemana sih Ziz? Ko dari tadi gak sampai-sampai"
"Liat aja nanti"
"Ihh lo mah dari tadi ngomong nya itu mulu, yang lain kenapa" gerutu Zila yang di balas kekehan kecil
"Ko ketawa sih?" Sewot Zila
"Ya lagian dari tadi udah sampe, lo nya aja yang sibuk ngomel" ucap Aziz membuat Zila mengedarkan pandangannya dan ternyata benar saja mobil yang dia tunggangi sudah berhenti
"Ko gak bilang sih"
"Ya lo gak mau diem mulut nya"
"Dasar nyebelin" gerutu Zila
"Udah jangan ngegerutu mulu, mau turun ga?" Ucap Aziz yang sudah membuka kan pintu untuk Zila
Zila pun keluar dari mobil dan langsung melihat ke sekeliling nya, Zila mengernyit kan alisnya saat melihat sebuah mansion di depannya
"Mansion? Ngapain ke sini? Punya siapa mansion nya?" Tanya Zila
"Mansion kakek gue dan kita ke sini karna ada kumpul keluarga" sahut Aziz lalu menggandeng tangan Zila
KAMU SEDANG MEMBACA
AziLa (END)
Ficção AdolescenteZila Revalina Lycny Seorang gadis yang memiliki banyak rahasia,bersikap dingin dengan papah dan mamah nya tetapi jika dihadapan umum,Abang dan adik nya dia akan menjadi gadis yang ramah,murah senyum,humoris dan paling ceria Aziz Raspati Manufaz Seo...
