"Mula nya aku tidak tahu. Dari mana kata rindu datang ketika raga mu tak disisi ku. Namun kini aku tahu, semua itu berawal dari cara mu yang terlewat manis saat berada di samping ku, yang membuat ku tersipu saat mengungkap rindu di kala hati mengaku."
~Zila & Aziz~
***
Aziz dkk serta Sena dkk sedang duduk di sebuah cafe karena tadi malam Agan bilang ada suatu hal yang penting jadi mereka berkumpul disini
"Duh Agam lama banget sih, tumbenan telat begini" keluh Neta
"Iyah katanya penting tapi dia belum dateng"
"Macet kali di jalannya jadi dia agak telat datang nya"
"Sorry gue telat" ucap Agam membuat mereka menoleh
"Gapapa santai aja"
"Mau pesen minum dulu, Gam?"
"Eumm ga usah, gue mau langsung aja soalnya udah ditungguin" ucap Agam membuat mereka mengernyitkan dahi mereka
"Ditungguin? Di tunggu siapa?"
"Ada aja nanti juga kalian tahu"
"Ya udah langsung aja soalnya gue buru-buru nih mau ada meeting, lo mau ngomong apa?"
"Kita ke taman sekarang"
"Hah?! Maksudnya?"
"Udah ayo ikut gue, ada yang mau ketemu sama kalian" ucap Agam sambil tersenyum tipis
"Ga jelas banget sih lo, gue mau ada janji sama klien nih, jangan buang-buang waktu deh" ketus Sena
"Udah pokonya kalian ikutin gue aja, karena setelah itu mungkin kalian bakalan batalin semua janji kalian hari ini"
"Maksud nya apa sih?"
"Udah kita ikut Agam aja biar kita ga penasaran"
"Yaudah deh"
Mereka berdelapan pun keluar dari cafe setelah membayar pesanan mereka lalu mereka pun mengendarai kendaraan mereka menuju taman
***
Hari ini Zila sedang berada di sebuah taman yang tidak jauh dari rumah nya, Zila bersyukur karena belum ada yang mengetahui keberadaan nya kecuali Fahmi, Agam dan anak Cancer
Hari ini dia akan bertemu dengan para sahabat nya dan juga kekasih nya, di samping nya pun sudah ada Ryan yang duduk dengan tidak tenang
"Lo kenapa? Ko ga tenang gitu?" Tanya Zila sambil menyentuh pundak Ryan
"Gue takut Zil"
"Takut Gitsa punya yang lain?" Tanya Zila yang diangguki Ryan
"Udah lo ga usah takut, gue yakin Gitsa ga kaya gitu jadi lo tenang aja"
"Semoga aja"
Tiba-tiba hp Ryan berbunyi pertanda adanya pesan yang masuk
"Dari siapa?" Tanya Zila
"Dari Agam"
"Buka pesannya" ucap Zila uang diangguki Ryan
Agam :
Mereka udah menuju kesana
Oke
"Kita ngumpet dulu aja" ucap Ryan yang diangguki Zila
Mereka berdua pun bersembunyi disebuah ruko yang tutup dan tak lama kemudian 5 unit mobil pun sampai di taman tersebut
"Kita mau ngapain disini? Sepi begini juga taman nya" tanya Neta setelah mereka turun dari mobil
KAMU SEDANG MEMBACA
AziLa (END)
Novela JuvenilZila Revalina Lycny Seorang gadis yang memiliki banyak rahasia,bersikap dingin dengan papah dan mamah nya tetapi jika dihadapan umum,Abang dan adik nya dia akan menjadi gadis yang ramah,murah senyum,humoris dan paling ceria Aziz Raspati Manufaz Seo...
